Showing posts with label Dunia Anak. Show all posts
Showing posts with label Dunia Anak. Show all posts

Monday, November 11, 2013

Kisah Keluarga Penghafal Qur'an yang Luar Biasa


Di sebuah masjid telah terjadi sebuah dialog antara seorang guru Al-Quran dengan seorang anak kecil yang ingin mendaftarkan dirinya dalam halqah Quran.

Guru Al-Quran (GQ)  : “Apakah ada yang kamu hafal dari Al-Quran?”.

Anak Kecil (AK)          : “iya”.

GQ       : “Silahkan baca juz ‘amma!”. (Anak itu pun membacanya dengan baik)

GQ       : “Apakah kamu hafal juz Tabarak (juz 29)?”.

AK       : “iya”. (Akupun kagum dengan hafalannya walaupun dia masih kecil, lalu akupun memintanya untuk membaca surat An-Nahl, ternyata dia juga telah menghafalnya, sehigga membuat aku bertambah kagum. Kemudian aku minta kepadanya untuk membaca surat yang panjang)

GQ       :  “Apakah kamu hafal surat Al-Baqarah?”.

AK       : “Iya”. (Diapun membacanya tanpa salah, lalu aku bertanya kembali)

GQ       : “Hai anakku, apakah kamu hafal Al-Quran?”.

AK       : “Iya”

GQ       : “Subhanallah, masya Allah, tabarakallah”.
Lalu aku pun memintanya untuk datang besok beserta ayahnya. Saat itu aku terheran-heran dengan peristiwa tadi, bagaimana ayahnya bisa mengajarkannya demikian. Kemudian yang membuat aku tambah tekejut adalah pada saat ayahnya tiba, aku melihat dari penampilannya tidak seperti orang yang suka melaksanakan sunnah Rasululllah SAW),
maka diapun  serta merta berkata kepadaku : “Saya tau anda tercengang kalau aku adalah ayahnya, tapi saya akan hapus kebingungan anda, sesungguhnya di balik anak ini ada seorang wanita yang sebanding dengan 1000 laki-laki, dan saya beri kabar gembira kepadamu bahwa di rumah ada 3 anak yang semuanya hafal Al-Quran (30 juz), dan saya mempunyai seorang putri yang baru berusia 4 tahun sudah hafal juz ‘Amma (Juz 30). Aku pun bertambah heran, bagaimana itu bisa terwujud??!!

Sang ayah anak kecil itu pun berkata : “Sesungguhnya sang ibu ketika anaknya mulai bisa berbicara, dia memulainya dengan hafalan Al-Quran terus memberi motivasi untuk menghafal, siapa diantara mereka yang hafal terlebih dahulu, maka dia yang paling berhak untuk memilih hidangan makan malam pada malam itu, dan barang siapa yang mengulang hafalan terlebih dahulu, dialah yang paling berhak untuk memilih tempat liburan pekanan, dan barang siapa yang khatam terlebih dahulu dialah yang berhak untuk memnentukan ka mana akan melakukan safar dihari liburan nanti. Dengan demikian terciptalah suasana saling berlomba dalam meghafal dan murajaah diantara mereka. 

Sunday, June 16, 2013

Hamil Setelah Melahirkan, Kok Bisa?

 


Beberapa orang kemudian hamil lagi padahal baru saja beberapa bulan melahirkan. Jangan kaget ya, Bun, hal ini bukan hal yang aneh dan sangat normal terjadi.

Pasca melahirkan, pada umumnya wanita akan mengeluarkan darah layaknya sedang haid, yang lebih dikenal dengan masa nifas. Sebenarnya pada masa ini yang terjadi adalah pembersihan dinding rahim yang mengeluarkan jaringan sisa-sisa plasenta. Masa nifas ini berlangsung kurang lebih 6 minggu atau 40 hari lamanya. Namun, kita perlu tetap berhati-hati karena walaupun kita dalam masa nifas, bukan berarti kita tidak subur.

Kemudian kapan wanita masuk dalam masa suburnya lagi?

Pada umumnya, mereka yang memberikan ASI eksklusif mengalami menstruasi lagi sekurang-kurangnya 6 minggu setelah melahirkan, dan adapula yang mengalaminya setelah 8-10 minggu. Nah, bila dihitung, sebulan setelah melahirkan, Anda sudah masuk pada masa subur.

Apakah masa subur ini akan datang teratur?

Tentu saja, tetapi khususnya bagi Anda yang memberi ASI eksklusif pada bayi, masa subur akan datang teratur setelah 12-18 bulan. Hal ini dipengaruhi oleh adaptasi tubuh setelah melahirkan, yang tak bisa berubah cepat saat itu juga.

Nah, kok bisa setelah melahirkan hamil lagi?

Karena menstruasi dialami setidaknya 6 minggu setelah melahirkan, memang ada kemungkinan wanita hamil lagi setelah melakukan hubungan intim (pasca melahirkan). Masa subur pada umumnya terhitung 14 hari sebelum menstruasi hari pertama. Jadi apabila Anda ingin mencegah kehamilan pasca melahirkan, lebih baik menggunakan alat kontrasepsi pada masa subur saat berhubungan intim dengan suami, terutama 21 hari setelah melahirkan.

 Sumber: vemale.com

Monday, June 10, 2013

Bayi Beresiko Buta dan Tuli Bila Anda Tak Waspada Rubella Sebelum Hamil

 


Ladies, informasi penting bagi Anda yang sedang menjalankan program untuk memiliki anak. Masih banyak wanita yang akan menjadi calon ibu, belum waspada akan informasi berikut ini.

Dilansir dari Dailymail (30/5) wanita masa kini perlu waspada dengan ancaman rubella yang bisa membahayakan bayi mereka. Profesor Colin Blakemore mengatakan bahwa banyak anak-anak Inggris di usia 10 hingga 16 tahun yang tidak divaksinasi, memiliki resiko untuk terkena virus tersebut.

Di dunia ini, sudah banyak bayi yang harus survive menghadapi kondisinya yang buta dan tuli permanen akibat sindrom rubella. Banyak pula di antara mereka yang mengalami masalah jantung setelah dilahirkan.

Wanita yang terinfeksi rubella, memiliki resiko keguguran hingga 20 persen dan kasus ini makin berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Di Inggris, ada 65 kasus di tahun lalu. Oleh karena itu, sang profesor sangat merekomendasikan bagi para wanita untuk tidak meremehkan kemampuan vaksinasi dalam menjaga imunitas dari infeksi yang membahayakan.

Mengapa demikian? Bayi yang terinfeksi rubella, berpotensi memiliki rubella bawaan. Dan kita tak pernah tahu apakah kita memiliki potensi tersebut, oleh karena itu ada baiknya untuk mendapatkan vaksinasi.

"Anda tak bisa menunggu sampai sudah terjadi, baru bereaksi. Bila Anda ingin melindungi wanita dari sindrom ini, hentikan penyakitnya (dengan imunisasi dan vaksinasi)," kata Jof McGill.

Ia menambahkan bahwa meski tidak membahayakan nyawa, namun kehilangan pendengaran merupakan kerugian yang besar bagi kehidupan personal maupun sosial seseorang, karena dapat menyebabkan isolasi sosial yang tinggi.

Well, dengan informasi ini, cukup meyakinkan kita sebagai wanita untuk memeriksakan diri lebih dulu ke dokter kandungan sebelum memutuskan untuk memiliki anak. Dengan share informasi ini, Anda membantu mencegah peningkatan angka bayi lahir cacat. Masa depan anak-anak kita, ada di tangan kita, Ladies.

Sumber: vemale.com

Wednesday, May 29, 2013

ASI Eksklusif Penunjang Kecerdasan Bayi

ASI Eksklusif Penunjang Kecerdasan Bayi


Pemberikan ASI eksklusif merupakan factor penunjang kecerdasan si bayi, memang tidak mudah karena sang ibu harus memberikannya selama 6 bulan, masa 6 bulan inilah yang di sebut ASI eksklusif. Pada masa 6 bulan bayi memang belum di beri makanan selain susu untuk itu ibu harus memberikan perhatian yang ekstra pada bayi.

Namun, seringkali kesalahan yang terjadi adalah setelah masa ASI eksklusif ini atau si bayi sudah bisa mengkonsumsi makanan lain selain ASI si ibu tidak memberikan ASI lagi. Padahal menurut standar kesehatan dunia WHO, bayi sebaiknya di sapih setelah 2 tahun usianya. 

Permasalah ASI eksklusi juga terjadi pada ibu yang bekerja di kantoran, untuk itu pemerintah mencoba memberikan keleluasaan pada ibu yang pada masa pemberian ASI eksklusif boleh membawa anak ikut serta bekerja atau mengijinkannya memberi jam khusus untuk menyusui bayinya.

Seberapa Penting Pemberian ASI Eksklusif

Pentingnya ASI eksklusif memang harus menjadi perhatian, dan tanggung jawab sebagai orang tua juga harus mulai menyadari akan dampak pada si bayi jika ASI eksklusif ini tidak di berikan pada bayi dengan maksimal. Pertumbuhan bayi pada usia 0-6 bulan bisa sangat terhambat dan kemungkinan besar juga bayi anda tidak sehat.

Seperti kita ketahui bersama dengan ibu memberikan ASI nya secara maksimal maka otomatis sang ibu akan mentrasfer imunitasnya kepada si bayi, sehingga apabila ibu sehat maka bayi juga bisa sehat. Kita harus coba bersama-sama memberikan pemahaman pada masyarakat untuk melindungi hak bayi dalam memperoleh ASI eksklusif.

Perhatian akan pentingnya ASI eksklusif juga harus datang dari lingkungan sekitar, ini agar pemberian ASI eksklusif di terapkan dalam kebiasaan atau budaya yang harus di lestarikan. Karena meskipun ada susu formula yang anda andalakan sebagai pengganti ASI eksklusif itu tidak akan sebaik ASI. Karena banyak sekali kandungan susu formula yang tidak terdapat pada ASI, asi lebih memiliki fungsi menyeluruh pada bayi sedangkan susu formula hanya memacu sebagian saja. Jadi, sudah sangat jelas bahwa memberikan ASI eksklusif adalah hal yang tidak bisa di gantikan.

Sumber:duniaanak.org

Kenali Penyebab Bayi Kuning

Kenali Penyebab Bayi Kuning

Bayi kuning? pasti anda pernah mendengarnya atau bahkan pernah terjadi pada bayi Anda.
Kuning pada bayi baru lahir adalah munculnya warna kuning pada kulit dan jaringan tubuh bayi yang lainnya.
Umumnya kuning terjadi 2-4 hari setelah bayi lahir.

Ada beberapa penyebab bayi kuning antara lain:

  1. Pada awal kelahiran sel darah merah mulai diuraikan untuk kemudian diganti dengan sel darah merah yang baru. Hal ini akan mengakibatkan kadar bilirubin meningkat, namun akan menurun dalam dua minggu sampai sebulan kemudian.
  2. Bayi yang lahir lebih awal atau prematur.  Jika kuning pada bayi prematur lebih dari 10 mg/dL, bayi harus segera mendapat penanganan untuk menghindari timbulnya komplikasi.
  3. Kuning juga dapat terjadi akibat masalah dalam pemberian ASI, misalnya produksi ASI yang kurang di awal kelahiran sehingga bayi hanya mendapat sedikit ASI.
  4. ASI juga dapat sebagai penyebab bayi kuning (breastmilk jaundice). Jika terdapat kandungan hormon progesteron dalam ASI hal ini dapat  mengakibatkan terganggunya proses penguraian bilirubin.
  5. Adanya kandungan enzim liprotein lipase pada ASI juga dapat membuat kadar bilirubin meningkat. Jika ini terjadi, ASI tetap dapat di berikan, namun jika kenaikan bilirubin terjadi terlalu cepat, hentikan pemberian ASI untuk sementara waktu.
  6. Penyebab bayi kuning lainnya adalah perbedaan golongan darah ibu dan bayi.
Sekitar 60% kuning terjadi pada bayi sehat, Anda tidak perlu terlalu khawatir, namun demikian sebagai orangtua Anda harus tetap memantau kondisi bayi.

Jika kuning terjadi pada hari pertama kelahiran, makin lama kuning makin nyata, bayi menjadi lemah disertai demam, maka segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Sumber:duniaanak.org

Memperhatikan Cara Mengatasi Demam Pada Balita



Demam pada balita memang merupakan suatu hal yang sangat penting untuk di perhatikan, karena hal ini dapat mengganggu kesehatan sang balita, tidak dapat di pungkiri bahwa banyak orang tua yang selalu memperhatikan kesehatan sang balita. Anak merupakan suatu anugerah dari sang kuasa bagi para orang tua dan mereka harus menjaga dan merawat anak – anak mereka.

Saat balita memang menjadi hal benar – benar harus di perhatikan oleh orang tua. Ketika seorang balita mengalami demam, orang tua akan mengusahakan untuk membuat demamny turun, sehingga balita tidak kembali demam, para orang tua melakukan berbagai cara agar anak mereka sembuh dari demam tersebut.
 
Mulai dari di bawa ke dokter ataupun para normal sekalipun. Sesungguhnya ketika balita mengalami demam sebaiknya para orang tua tidak terlalu panik dengan kondisi tersebut sebab ini akan membahayakan anak – anak mereka, tetapi sebaiknya para orang tua memberikan kenyamanan untuk balitanya.

Demam Pada Balita

Demam adalah suatu kondisi yang berasal dari reaksi tubuh terhadap suatu penyakit yang di timbulkan oleh tubuh, dan menyebabkan tubuh menjadi panas, dan suhu itulah yang harus di perhatikan agar suhu turun dan tubuh tidak lagi menjadi panas. Perlu di ketahui bahwa demam bukanlah penyakit utama, sebab ini hanyalah suatu kondisi tubuh yang alamiah.
 
Demam pada balita biasanya menjadi suatu pertanda dalam tubuh yang tidak mampu melawan infeksi suhu yang tinggi dan menyebabkan tubuh harus melawan infeksi tersebut, suhu tinggi yang menyebabkan tubuh menjadi sangat panas atau demam biasanya juga di sebabkan oleh virus.

Oleh karena itu ada beberapa cara yang di perlukan untuk mengatasi demam yaitu seperti mengompres dengan air es, atau memberikan obat. Cara-cara tersebut dapat di pilih oleh para orang tua untuk menurunkan suhu tinggi para balitanya. Demam memang dapat memberikan dampak buruk untuk para balitanya sebab jika demam tidak kunjung turun dan suhu akan semakin tinggi maka ini akan berakibat fatal untuk para balitanya dan menyebabkan balita tersebut mengalami step.

Mulai sekarang anda harus benar – benar memperhatikan jika demam pada balita anda sedang menyerang.

Sumber:duniaanak.org

Respon Dari Bayi Dalam Kandungan

Respon Dari Bayi Dalam Kandungan


Semenjak bayi dalam kandungan dia sudah dapat merasakan detak jantung sang ibu yang dapat membantu sang bayi untuk berkomunikasi dengan sang ibu.

Melakukan komunikasi dengan sang bayi sebenarnya cukup mudah dan sederhana, hal yang pertama yang dapat anda lakukan yaitu menyapa sang bayi setiap bangun tidur, dengan nama atau panggilan sayang karena ini dapat memberikan interaksi seperti layaknya seorang anak yang sudah lahir, selain itu anda dapat mengajaknya berbicara atau selayaknya seperti mengobrol dengan seorang anak yang sudah lahir, tidak hanya itu perasaan anda juga harus selalu tenang dan gembira agar memberikan dampak yang positif untuk seorang bayi.

Respon dari seorang bayi biasanya dapat di rasakan oleh seorang ibu ketika bayi dalam kandungan sedang menendang – nendang perut sang ibu.

Biasanya ibu dapat merasakan gerakan dari seorang bayi  dalam kandungan ketika kehamilan mulai beusia delapan belas sampai dua puluh minggu, dan ini akan terjadi pada kehamilan pertama, setiap bulannya gerakan sang bayi akan semakin dapat di rasakan oleh seorang ibu setiap umur kehamilan selalu bertambah, gerakan – gerakan bayi dalam kandungan juga mulai dapat di rasakan perbedaannya.

Terkadang ketika kehamilan berada pada dua minggu terakhir, gerakan sang bayi juga akan mulai menurun berbeda seperti awal kehamilan, dikarenakan pada dua minggu terahir bayi sudah mulai untuk mencari jalan untuk keluar dan perlu di ketahui bahwa seorang bayi juga sudah mulai membesar, untuk itu ibu tidak perlu khawatir atau pun cemas menghadapi hal tersebut, ibu dapat melakukan cara dengan menghitung gerakan sang bayi untuk memastikan bahwa keadaan sang bayi yang berada di Dalam kandungan tetap baik – baik saja.

Bayi yang berada dalam kandungan sang ibu dapat merasakan apa yang di rasakan oleh sang ibu pula, apabila ibu sedih atau sedang gembira, gerakan – gerakan sang bayi sudah mulai teratur ketika janin mulai tumbuh dan berkembang di dalam kandungan. Seorang ibu dapat merasakan gerakan aktif seorang bayi pada waktu pagi, siang dan malam, yang merupakan waktu yang dapat anda gunakan bersantai sambil mendengarkan musik untuk merespon bayi dalam kandungan.

Sumber:duniaanak.org

Manfaat ASI Eksklusif Bagi Kesehatan Bayi


Setiap ibu pasti menginginkan yang terbaik untuk si buah hati sehingga para ibu memustuskan untuk memberikan ASI eksklusif.

ASI eksklusif adalah pemeberian air susu ibi atau ASI tanpa disertain minum maupun makanan tambahan lain pada bayi berusia 0-6 bulan. Bahkan air putih pun tidak boleh diberikan pada tahap ASI eksklusif.

Memang asi exsekutif bagian terpenting untuk bayi, ASI eksklusif menjadi asupan gizi utama bagi bayi. Umumnya ASI eksklusif merupakan slah stau langkah untuk mencerdaskan dna menyehatkan bayi. Manfaat ASI sangat luar biasa khasiatnya untuk bayi. Ketika si buah hati ibu tumbuh dan berkembang di dalam kandungan, tubuh ibu memberinya antibody melalui plasetan.

Ini memberikan kekabalam tubuh pasif yang mampu melindungi janin ibu dari seranggan penyakit selama semasa kehamilan. Namun, begitu sang buah hati dilahirkan ia tidka lagi mendapatkan suplai antibody. Sementara itu system kekbalan tubuh pada bayi yang baru lahir belum bekerja secara sempurna. Karena itu, bayi sangat rentah terkena resiko infeksi pada tahun pertama hiudpnya.

Sebagai makanan pertama si buah hati, ternyata ASI eksklusif bukan hanya nutrisi sempurna untuk buah hati dan mendekatkan emosi antara ibu dan sang bayi.

Berikut ini terdapat bebrapa manfaat dari ASI eksklusif untuk kesehatan bayi, diantaranya:

ASI dapat mendekatkan ibu dan bayi

ASI dapat menjadi makanan utama pada bayi, karena ASI juga berperan mendekatkan kedekatan jiwa antara Ibu dan anak.

Bermanfaat untuk ibu dan bayi

Manfaat ASI bukan hanya untuk bayi akan tetapi jiga untuk Ibu, karena dengan menyusui ibu dapat melepaskan ketegangan yang ada pada payudaranya, selain itu memeprkecil resiko ibu kanker ovarium dibandingkan dengan wanita yang tidak memebrikan ASI.

ASI kaya akan zat

Asi tetap unggul dan tak terkalahkan dari pad asusu formula, dikarenakan ASI mengandung zat omega 6, latkosa, taurin, DHA, AA, protein, lemak, laktobasus, vitamin A, zat besi, laktoferin and lisozim.

Selain dari manfaat diatas ASI eksklusif juga dapat untuk kekebalan tubuh bayi, sebagai makanan yang lebih higenis, sebagai pelindung serta tidka basi. Nah demikianlah info mengenai manfaat ASI eksklusif yang perlu anda ketahui.


Sumber:duniaanak.org

Obesitas Pada Anak – Fakta & Penanganannya


Obesitas pada anak merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius di masyarakat kita dewasa ini. Di Amerika, Obesitas Pada Anak dikatakan telah meningkat sebesar 3 kali lipat selama 30 tahun terakhir. Sedangkan di Indonesia sendiri masalah ini juga meningkat tajam sebesar 2 kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir.

Sayangnya, walaupun masalah ini sudah dapat dikatakan berada pada taraf yang mengkhawatirkan, baik pemerintah, masyarakat maupun para orang tua masih belum memahami bahaya dari kondisi ini pada si anak. Sebagian besar dari mereka tidak atau belum mengerti bahwa obesitas pada anak dapat membawa dampak yang sangat serius bagi si penderitanya.

Memahami Penyebab dan Penanganan Obesitas Pada Anak

Ada berbagai penyebab yang membuat seorang anak mengalami berat berlebih. Mengetahui dan mengenal penyebab tersebut, dapat membantu Anda untuk mencari solusi dan cara penanganan yang tepat untuk masalah yang dihadapi anak Anda.

Berikut beberapa penyebab dan penanganan obesitas untuk Anda pelajari:

1. Kebiasaan Makan yang Buruk

Anak yang tidak atau kurang suka mengkonsumsi buah, sayur dan biji-bijian (grains) dan lebih memilih fast food, minuman manis maupun makanan kemasan, memiliki kecenderungan untuk memiliki berat berlebih karena makanan tersebut merupakan makanan yang tinggi lemak dan kalori tetapi memiliki nilai gizi yang rendah.

Penanganan: Merubah pola makan menjadi pola makan yang sehat. Batasi tingkat konsumsi fast food dan semacamnya. Perbanyak konsumsi sayur, buah dan menu bergizi lainnya.

2. Faktor Keturunan

Obesitas bisa diturunkan oleh orang tua. Jadi seorang anak yang memiliki orang tua atau keluarga yang mengalami obesitas juga berpotensi untuk mengalami hal sama. Tetapi perlu Anda ketahui bahwa faktor keturunan tidak lantas membuat seseorang memiliki berat berlebih. Hal ini akan muncul jika si anak mengkonsumsi kalori berlebih dari jumlah yang seharusnya ia konsumsi.

Penanganan: Melakukan diet makanan agar jumlah kalori, lemak maupun zat lain yang dibutuhkan oleh tubuh terpenuhi setiap harinya dan tidak berlebihan.

3. Tidak Aktif Secara Fisik

Teknologi modern banyak memaksa anak-anak kita untuk lebih banyak duduk diam menghabiskan waktu mereka di depan layar komputer maupun televisi sehingga mereka tidak banyak bergerak. Jika konsumsi kalori dan lemak mereka berlebih, padahal tubuh tidak membakarnya, maka obesitas pada anak akan terjadi pada mereka.

Penanganan: Latih anak untuk aktif bergerak. Kurangi jatah main game atau nonton TV dan ganti dengan mengikutsertakan mereka dalam kegiatan olahraga yang mereka sukai.

Sumber:duniaanak.org

Tips Jitu Hindari Obesitas Pada Anak



Obesitas pada anak merupakan salah satu kekhawatiran yang dirasakan oleh banyak orang tua saat ini. Menutur laporan dari US Centers for Disease Control and Prevention, seorang anak yang terserang obesitas cenderung rawan terkena resiko diabetes, penyakit jantung serta kanker.
Hal tersebut biasa menjangkiti anak-anak pada rekapan usia antara 6 hingga 11 tahun. Pada usia ini, biasanya anak-anak cenderung sedang dalam tahap hiperaktif dan sulit untuk di kontrol aktifitasnya, terutama berkaitan dengan pola makan, aktifits keseharian dan ritunitas olah raga. Namun, sebenarnya obesitas dapat dicegah sejak dini, dan itu tentu saja menuntut peranan serta  dukungan ekstra dari orang tua.

Berikut ini adalah beberapa tips jitu yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk menghindari terjadinya Obesitas Pada Anak

Perhatikanlah pola makan anak

Obesitas banyak menjangkiti sebagian besar  anak yang cenderung tidak terkontrol dengan baik pola makannya. Terutama jenis makanan yang banyak mengandung bahan pengawet, minuman yang bersoda, makanan cepat saji dan makanan sereal.  Jenis makanan tersebut biasanya menjadi menu favorit anak-anak. Maka dari itu, orang tua harus rutin mengawasi anak mengenai jenis makanan atau jajanan ringan yang di konsumsi. Kalau bisa, latihlah anak untuk menyukai buah-buahan dan sayur mayur sejak dini, hal ini akan sangat membantu dalam menyeimbangkan berat badan serta  baik untuk menunjang kesehatan dan  pertumbuhan.

Latihlah anak untuk membiasakan sejak dini gaya hidup yang seimbang

Mayoritas anak-anak, mereka sangat menyukai jenis kegiatan seperti bermain game, nonton video dan nonton tv. Padahal, kebiasaan tersebut merupakan faktor yang signifikan dalam meningkatkan kelebihan berat badan. Jadi, sebisa mungkin bagi orang tua untuk mengarahkan pada anak supaya tidak terlalu banyak menghabiskan waktu menekuni rutinitas  tersebut.

Latihlah anak untuk mencintai olah raga

Kebiasaan oleh raga yang teratur sejak dini bukan hanya baik untuk kesehatan anak, namun juga sangat penting dalam mengontrol keseimbangan hormon yang dapat menyeimbangkan antara pertumbuhan dan berat badan, sehingga terhindar dari obesitas.

Kenali jenis menu died yang sehat untuk anak

Orang tua harus mengetahui bahwa menu died sehat untuk anak-anak berbeda dengan menu died  untuk orang tua. Jika perlu, bertanyalah pada ahli kesehatan mengenai menu yang cocok dan tepat untuk anak sesuai dengan tingkat usia.

Biasakan mengajak anak untuk berkumpul bersama keluarga

Ajarkanlah pada anak untuk terbiasa berkumpul dengan keluarga, terutama saat makan malam. Dalam kondisi ini, biasanya seorang anak cenderung lebih tenang dan terbuka pada orang tuanya. Jadi, di sini orang tua memiliki kesempatan yang luas untuk memberikan arahan pada anak dengan cara yang santai dan menyenangkan.

Sumber:duniaanak.org
Flower 53