Berenang juga bisa menjadi pilihan buat ibu hamil untuk
berolahraga. Namun ada beberapa rambu-rambu jika ibu hamil ingin
berenang.
Ada beberapa manfaat dari olahraga renang bagi ibu hamil. Dengan
berenang dapat membantu ibu hamil tidur lebih nyenyak, meringankan rasa
mual yang muncul selama kehamilan, dan menjaga kesehatan jantung.
Keberadaan air juga bisa mengurangi beban atau tekanan pada sendi dan
otot, serta memperkuat otot-otot, termasuk otot di sekitar panggul yang
bisa membantu memudahkan proses persalinan.apa bilang saat hamil wanita tak bisa berolahraga? Faktanya berenang
merupakan salah satu olahraga terbaik yang bisa dilakukan ibu hamil.
Alasan
yang paling sering diungkapkan ibu hamil memilih berenang karena
olahraga tersebut membuat mereka merasa lebih ringan. Perasaan ini tentu
meyenangkan, terutama untuk wanita yang kehamilannya sudah memasuki
trimester ketiga.
Tak hanya itu, berenang juga termasuk olahraga
yang risiko cideranya kecil. Saat berenang, ketimbang olahraga lainnya,
wanita hamil pun tak akan kegerahan.
Seperti dikutip dari Baby Center, berikut manfaat lainnya dari berenang saat hamil:
1. Melancarkan sirkulasi darah
2. Meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru
3.
Meningkatkan kekuatan dan pembentukan otot. Berenang dapat membuat
otot-otot rahim dan panggul lebih kuat sehingga bisa memudahkan ibu saat
bersalin.
4. Menambah daya tahan tubuh
5. Mengurangi pembengkakan saat hamil
6. Membakar kalori
7. Tidur lebih nyenyak
8. Mengusir lelah
Setelah mengetahui manfaatnya, tentu Anda tak ragu lagi untuk berenang
saat hamil. Namun selain memahami kegunaannya, Anda juga perlu tahu tips
aman berenang saat tengah mengandung.
Berikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan jika ingin berenang:
- Berenanglah dengan santai, jangan membuat gerakan yang menyentak. Jika lelah, coba mengapungdan relaks.
- Pilih pakaian renang yang nyaman, yang tidak menekan perut.
- Suhu air tidak terlalu dingin atau panas.
- Waktu berenang antara 20 – 30 menit. Jangan lebih lama, karena dapat meningkatkan suhu dalam kandungan.
- Agar tidak terpeleset, gunakan sepatu atau alas kaki anti-slip (aqua shoes).
- Jika tidak bisa berenang, jalan-jalanlah di kolam renang berair
dangkal. Atau, pegang satu sisi pinggir kolam renang, lalu lakukan
gerakan menendang secara perlahan. Tangan bisa membuat gerakan bentuk
lingkaran besar.
- Jika sebelumnya jarang berenang, mulailah 5 – 10 menit. Secara
bertahap tambah 1 – 2 menit setiap minggu. Lakukan 2 – 3 kali seminggu.
Menurut dr. Michael Triangto, SpKO, berenang bisa dilakukan sejak
kehamilan trimester pertama sampai ketiga, namun sebaiknya lebih
hati-hati saat kandungan menginjak 7 bulan atau lebih. Di usia ini,
keseimbangan ibu hamil sudah berkurang sehingga risiko terjatuh atau
terpeleset lebih besar.
Jika ibu sebelum hamil sudah rutin berenang, aktivitas tersebut tentu
tidak akan menjadi masalah jika dilanjutkan ketika benar-benar sudah
berbadan dua. Namun kalau ibu sebelumnya tidak atau jarang berenang,
konsultasikan dulu ke dokter atau bidan. Sebaiknya ibu jangan
terburu-buru berenang. Mulailah dengan pemanasan dan pendinginan.
Saat
sudah di dalam air, orang biasanya jadi lupa merasa haus. James M.
Pivarnik, Ph.D dari Michigan State University mengatakan, meskipun tidak
ada rekomendasi resmi soal berapa banyak air yang harus diminum ibu
hamil saat olahraga, sebaiknya Anda minum satu gelas air sebelum
berenang. Minumlah satu gelas air setiap 20 menit sekali saat melakukan
olahraga tersebut agar ibu tidak dehidrasi. Minum lagi satu gelas air
setelah ibu keluar dari kolam renang.
Untuk Anda yang
kehamilannya masih di trimester pertama, dianjurkan berenang 30 menit
saja setiap harinya. Berenang baik dilakukan pagi hari untuk mengurangi
mual dan muntah yang biasanya muncul di waktu tersebut. Berenang pagi
hari juga bisa menambah energi ibu untuk beraktivitas sepanjang hari.
Sedangkan
bagi ibu yang kehamilannya sudah trimester kedua, tidak ada batasan
tertentu saat berenang. Kalaupun ada yang dibutuhkan adalah baju
berenang khusus ibu hamil agar lebih nyaman untuk ibu bergerak.
Banyak manfaat yang bisa didapat oleh ibu hamil dari olah raga renang.
Agar lebih maksimal, Menurut instruktur renang, yang juga mantan
perenang nasional Kevin Rose Nasution, yang tetap rajin berenang selagi
hamil, gaya renang yang dianjukan bagi ibu hamil adalah gaya dada,
bebas, dan punggung.
Gaya Dada.
Ibu
yang kehamilannya sudah trimester ketiga, berenang dengan gaya dada
bisa bermanfaat. Gaya renang tersebut membuat tubuh terasa lebih ringan
meskipun perut sudah membesar.
• Gaya dada Termasuk dasar dalam berenang, tidak perlu banyak tenaga dan gerakan berlebihan di pinggang dan perut.
•
Lakukan pelan-pelan. Hati-hati saat melakukan gerakan kaki menendang,
jangan disentak atau terlalu kuat menendang ke belakang.
•
Luncurkan gaya dada membuat posisi tubuh Anda streamline (lurus di
permukaan air). Ini meringankan ketegangan di punggung akibat perut
membesar.
• Ambil napas saat mengangkat kepala lalu buang napas
saat meluncur di dalam air, membantu melatih pernapasan saat bersalin
kelak.
• Gerakan kaki berirama melancarkan peredaran darah dan mengurangi kaki bengkak akibat peredaran darah kurang lancar.
• Gerakan tangan mengayuh, melatih otot tangan dan melenturkan otot yang kaku.
Gaya Bebas.
• Aman, sebab gerakannya pelan dan tidak memerlukan tenaga berlebihan di pinggang dan perut.
• Gerakan kaki disesuaikan kekuatannya, jangan terlalu dihentak atau terlalu cepat.
•
Gerakan tangan yang memutar satu per satu bergantian, membantu
menguatkan otot tangan, bahu, dan punggung, sehingga Anda siap mengatasi
pertambahan bobot badannya.
• Pengaturan napas juga sangat membantu melatih pernapasan, agar siap menghadapi persalinan normal.
Gaya Panggung
• Tidak dianjurkan jika Anda belum menguasai tekniknya.
•
Lakukan di pertengahan trimester 2 sampai trimester 3, untuk mengatsai
pengaruh pertambahan bobot perut terhadap bagian tubuh lain.
• Posisi terlentang di atas permukaan air, membuat tubuh Anda relaks.
• Gerakan tangan bergantian memutar ke belakang, melatih otot-otot lemah di dfaerah tangan, bahu, dan pungung.
•
Gerakan kaki disesuaikan dengan kemampuan, tidak terlalu cepat dan
tidak memakai tenaga berlebihan. Gerakan kaki gaya punggung sama seperti
gaya bebas.
Gaya tersebut
membuat tubuh ibu lebih rileks karena ibu berada dalam posisi terlentang
di atas permukaan air.
Hindari Gaya Kupu-Kupu. Sebab
banyak hentakan tenaga menggunakan daerah pinggang dan pinggul. Juga
banyak menguras tenaga otot perut ketika mengangakat badan untuk
mengambil napas. Keseliuruhan gerakan dikhawatirkan berakibat kurang
baik bagi janin.
Pemanasan Sebelum Berenang
 |
Tundukkan kepala, kedua tangan di atas kepala, tekan perlahan dan tahan 10
| | |
|
 |
| Dongakkan kepala, letakkan salah satu tangan di dagu, dorong perlahan dan tahan 10 hitungan/detik. |
 |
| Tidurkan kepala ke arah bahu kanan, tangan kanan di atas kepala, tahan 10 hitungan/detik. Lakukan sebaliknya. |
 |
| Angkat
tangan ke atas, bengkokkan siku ke arah belakang kepala, tangan kiri
menarik perlahan ke arah kiri, tahan 10 detik. Lakukan sebaliknya.
Angkat tangan kiri, bengkokkan siku ke arah belakang kepala, tangan
kanan membantu menarik perlahan ke arah kanan, tahan 10 detik. |
 |
| Berdiri,
putar kedua tangan bersamaan ke depan perlahan-lahan 8 putaran. Lakukan
kebalikannya, putar kedua tangan bersamaan ke belakang perlahan-lahan 8
putaran. |
 |
ADuduk di pinggir kolam, luruskan kaki, putar pergelangan kaki, masing-masing 8 putaran.
|
sumber:http://www.ayahbunda.co.idhttp://babyorchestra.wordpress.com