Showing posts with label Suami Istri. Show all posts
Showing posts with label Suami Istri. Show all posts
Monday, November 11, 2013
Kisah Keluarga Penghafal Qur'an yang Luar Biasa
Di sebuah masjid telah terjadi sebuah dialog antara seorang guru Al-Quran dengan seorang anak kecil yang ingin mendaftarkan dirinya dalam halqah Quran.
Guru Al-Quran (GQ) : “Apakah ada yang kamu hafal dari Al-Quran?”.
Anak Kecil (AK) : “iya”.
GQ : “Silahkan baca juz ‘amma!”. (Anak itu pun membacanya dengan baik)
GQ : “Apakah kamu hafal juz Tabarak (juz 29)?”.
AK : “iya”. (Akupun kagum dengan hafalannya walaupun dia masih kecil, lalu akupun memintanya untuk membaca surat An-Nahl, ternyata dia juga telah menghafalnya, sehigga membuat aku bertambah kagum. Kemudian aku minta kepadanya untuk membaca surat yang panjang)
GQ : “Apakah kamu hafal surat Al-Baqarah?”.
AK : “Iya”. (Diapun membacanya tanpa salah, lalu aku bertanya kembali)
GQ : “Hai anakku, apakah kamu hafal Al-Quran?”.
AK : “Iya”
GQ : “Subhanallah, masya Allah, tabarakallah”.
Lalu aku pun memintanya untuk datang besok beserta ayahnya. Saat itu aku terheran-heran dengan peristiwa tadi, bagaimana ayahnya bisa mengajarkannya demikian. Kemudian yang membuat aku tambah tekejut adalah pada saat ayahnya tiba, aku melihat dari penampilannya tidak seperti orang yang suka melaksanakan sunnah Rasululllah SAW),
maka diapun serta merta berkata kepadaku : “Saya tau anda tercengang kalau aku adalah ayahnya, tapi saya akan hapus kebingungan anda, sesungguhnya di balik anak ini ada seorang wanita yang sebanding dengan 1000 laki-laki, dan saya beri kabar gembira kepadamu bahwa di rumah ada 3 anak yang semuanya hafal Al-Quran (30 juz), dan saya mempunyai seorang putri yang baru berusia 4 tahun sudah hafal juz ‘Amma (Juz 30). Aku pun bertambah heran, bagaimana itu bisa terwujud??!!
Sang ayah anak kecil itu pun berkata : “Sesungguhnya sang ibu ketika anaknya mulai bisa berbicara, dia memulainya dengan hafalan Al-Quran terus memberi motivasi untuk menghafal, siapa diantara mereka yang hafal terlebih dahulu, maka dia yang paling berhak untuk memilih hidangan makan malam pada malam itu, dan barang siapa yang mengulang hafalan terlebih dahulu, dialah yang paling berhak untuk memilih tempat liburan pekanan, dan barang siapa yang khatam terlebih dahulu dialah yang berhak untuk memnentukan ka mana akan melakukan safar dihari liburan nanti. Dengan demikian terciptalah suasana saling berlomba dalam meghafal dan murajaah diantara mereka.
Tuesday, November 5, 2013
10 Adab Jima’
1. Bersih Diri dan berwudhu
Mengkondisikan tubuh bersih (dengan mandi dan gosok gigi) adalah bagian dari adab jima’ sekaligus membuat suami atau istri lebih tertarik. Sebaliknya, tubuh yang tidak bersih cenderung mengganggu dan menurunkan daya tarik.
Abu Rafi’ radhiyallahu ‘anhu berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu hari pernah menggilir istri-istri beliau, beliau mandi tiap kali selesai berhubungan bersama ini dan ini. Aku bertanya, “Ya Rasulullah, bukankah lebih baik engkau cukup sekali mandi saja?” Beliau menjawab, “Seperti ini lebih suci dan lebih baik serta lebih bersih.” (HR. Abu Daud dan Ahmad)
2. Memakai parfum/wewangian
Wewangian adalah salah satu sunnah Nabi. Beliau bersabda: “Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah” (HR. Tirmidzi).
Bagi istri, memakai parfum/wewangian yang dianjurkan adalah saat-saat seperti ini, bukan pada waktu keluar rumah yang justru dilarang Rasulullah.
“Perempuan manapun yang menggunakan parfum kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium wanginya maka dia seorang pezina” (HR Ahmad)
Yang perlu diperhatikan di sini ialah, aroma atau jenis wewangian yang dipakai hendaknya yang disukai suami atau istri. Sebab, ada suami atau istri yang tidak menyukai aroma wewangian tertentu. Wewangian yang tepat membuat hasrat suami atau istri semakin meningkat.
3. Shalat dua raka’at
Adab ini terutama bagi pengantin baru. Sebagaimana atsar Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu yang menasehati pengantin baru agar mengajak istrinya shalat dua raka’at terlebih dahulu ketika memulai malam pertama.
4. Berdandan dan berpakaian yang disukai suami atau istri
Adakalanya istri malu memakai pakaian minim yang disukai suaminya. Padahal dalam sebuah hadits disebutkan “Sebaik-baik istri kalian adalah yang pandai menjaga diri lagi pandai membangkitkan syahwat. Yakni keras menjaga kehormatan dirinya lagi pandai membangkitkan syahwat suaminya.” (HR. Ad Dailami).
Senada dengan hadits itu, Muhammad Al Baqir, cicit Husain bin Ali menjelaskan: “Sebaik-baik wanita diantara kalian adalah yang membuang perisai malu ketika menanggalkan pakaian di hadapan suaminya dan memasang perisai malu ketika ia berpakaian kembali.”
Hadits dan maqalah ini juga menjadi dalil bahwa di dalam jima’, suami istri boleh menanggalkan pakaian dan tidak haram melihat aurat masing-masing.
5. Jima’ di tempat tertutup
Islam mengatur kehidupan umat manusia agar kehormatan dan kemuliaannya terjaga. Demikian pula dengan jima’. Ia harus dilakukan di tempat tertutup, tidak diketahui oleh orang lain meskipun ia adalah anak atau keluarga sendiri. Karenanya saat anak berumur 10 tahun, Islam mensyariatkan untuk memisahkan kamar anak-anak. Kamar anak laki-laki terpisah dari kamar anak perempuan.
Bagaimana jika anak masih kecil dan tidurnya bersama orang tua? Pastikan ia tidak melihat aktifitas suami istri tersebut. Caranya bisa Anda berdua yang pindah kamar.
6. Berdoa sebelum jima’
Yakni membaca doa:
بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
7. Melakukan mubasharah, ar rasuul, foreplay, atau pemanasan
Hendaknya suami tidak langsung ke inti, tetapi ada mubasharah/ar rasuul/ foreplay terlebih dulu.
“Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu,” (HR. Tirmidzi)
8. Membawa ke puncak, saling memberi hak
“Apabila salah seorang diantara kamu menjima’ istrinya, hendaklah ia menyempurnakan hajat istrinya. Jika ia mendahului istrinya, maka janganlah ia tergesa meninggalkannya.” (HR. Abu Ya’la)
9. Mencuci kemaluan dan berwudhu jika mau mengulangi
“Jika salah seorang di antara kalian mendatangi istrinya, lalu ia ingin mengulanginya, maka hendaklah ia berwudhu.” (HR. Muslim)
10. Mandi besar (janabat) setelah jima’
Demikian 10 Adab Jima’ yang disarikan dari berbagai sumber, khususnya Bahagianya Merayakan Cinta karya Salim A. Fillah dan Sutra Ungu karya Abu Umar Baasyir. [Bersamadakwah]
Sunday, June 16, 2013
Cara Mengatasi Sembelit pada Bayi
Sembelit merupakan jenis gangguan pencernaan yang rasanya lumayan
sakit dan melilit dan membuat penderita merasa sakit di bagian perut.
Selain pada orang dewasa, sembelit juga bisa terjadi terhadap bayi yang
masih berumur di bawah 1 tahun.
Gejala yang mungkin muncul berupa bayi yang sering nangis dan dia jarang buang air besar. Apabila bayi anda mengalami kejadian seperti itu, bisa jadi sang buah hati terkena sembelit. Jika orang dewasa saja merasa sakit apalagi sang bayi yang masih kecil dan tak berdaya, makanya ia sering nangis-nangis.
Nah berikut ini adalah beberapa Cara Mengatasi Sembelit pada Bayi:
1. Gunakan obat pencahar alami
Anda tak usah khawatir mencari-cari obat ke dokter untuk mengatasi sembelit pada bayi. Anda bisa buat sendiri di rumah dengan bahan-bahan alami yaitu dengan merendam buah plum dengan air panas lalu biarkan semalaman. Apabila anda sulit menemukan buah plum, anda bisa juga memakai apel yang dicincang, pir, apel, buah persik, kadang polong dan bayam. Caranya dengan meminumkan satu sendok air ramuan tersebut pada bayi. Senyawa larutan tersebut dipercaya mampu mengencerkan tinja dan mengatasi sembelit pada bayi.
2. Berikan asupan ASI pada bayi
Air susu ibu merupakan nutrisi alami yang memiliki banyak manfaat kesehatan bagi bayi. Oleh karena itu, sang ibu juga harus memperhatikan asupan makanan yang dimakan untuk menjaga kualitas ASI. Perbanyak minur air serta mengkonsumsi buah dan sayuran.
3. Pijat perut Bayi
Cara lainnya yaitu dengan cara memijat perut sang buah hati searah dengan putaran jarum jam. Pijat secara pelan dan rileks kemudian mandikan dengan air panas. Cara ini bisa membuat bayi merasa rileks dan air hangat bisa melancarkan pencernaannya.
4. Hindari makanan tertentu
Beberapa makanan tertentu yang dikonsumsi oleh bayi bisa mengakibatkan pencernaannya terganggu. Hal ini karena pencernaan bayi yang masih belum optimal dalam mencerna makanan. Jenis makanan seperti pisang yang masih mentah serta telur bisa memicu terjadinya sembelit pada bayi.
5. Latihan ringan pada bayi
Lakukan latihan ringan pada bayi dengan cara membaringkannya kemudian membiarkan kakinya menendang-nendang seperti sedang bersepeda. Cara ini bermanfaat untuk melonggarkan gesekan pada saluran usus dan mengurangi gas.
Demikian tadi beberapa Cara alami Mengatasi Sembelit pada Bayi. Semoga bayi anda lekas sembuh ya?
Sumber: HealthDetik,
Gejala yang mungkin muncul berupa bayi yang sering nangis dan dia jarang buang air besar. Apabila bayi anda mengalami kejadian seperti itu, bisa jadi sang buah hati terkena sembelit. Jika orang dewasa saja merasa sakit apalagi sang bayi yang masih kecil dan tak berdaya, makanya ia sering nangis-nangis.
1. Gunakan obat pencahar alami
Anda tak usah khawatir mencari-cari obat ke dokter untuk mengatasi sembelit pada bayi. Anda bisa buat sendiri di rumah dengan bahan-bahan alami yaitu dengan merendam buah plum dengan air panas lalu biarkan semalaman. Apabila anda sulit menemukan buah plum, anda bisa juga memakai apel yang dicincang, pir, apel, buah persik, kadang polong dan bayam. Caranya dengan meminumkan satu sendok air ramuan tersebut pada bayi. Senyawa larutan tersebut dipercaya mampu mengencerkan tinja dan mengatasi sembelit pada bayi.
2. Berikan asupan ASI pada bayi
Air susu ibu merupakan nutrisi alami yang memiliki banyak manfaat kesehatan bagi bayi. Oleh karena itu, sang ibu juga harus memperhatikan asupan makanan yang dimakan untuk menjaga kualitas ASI. Perbanyak minur air serta mengkonsumsi buah dan sayuran.
3. Pijat perut Bayi
Cara lainnya yaitu dengan cara memijat perut sang buah hati searah dengan putaran jarum jam. Pijat secara pelan dan rileks kemudian mandikan dengan air panas. Cara ini bisa membuat bayi merasa rileks dan air hangat bisa melancarkan pencernaannya.
4. Hindari makanan tertentu
Beberapa makanan tertentu yang dikonsumsi oleh bayi bisa mengakibatkan pencernaannya terganggu. Hal ini karena pencernaan bayi yang masih belum optimal dalam mencerna makanan. Jenis makanan seperti pisang yang masih mentah serta telur bisa memicu terjadinya sembelit pada bayi.
5. Latihan ringan pada bayi
Lakukan latihan ringan pada bayi dengan cara membaringkannya kemudian membiarkan kakinya menendang-nendang seperti sedang bersepeda. Cara ini bermanfaat untuk melonggarkan gesekan pada saluran usus dan mengurangi gas.
Demikian tadi beberapa Cara alami Mengatasi Sembelit pada Bayi. Semoga bayi anda lekas sembuh ya?
Sumber: HealthDetik,
Tips Melahirkan Normal Tanpa Rasa Sakit
Melahirkan adalah sebuah moment luar biasa bagi seorang ibu terutama bagi mereka yang hendak merasakan rasanya melahirkan untuk yang pertama kali. Setiap wanita memang memiliki pengalaman yang berbeda-beda berkaitan dengan proses kelahirannya. Jadi akan ada jawaban yang berbeda antara orang satu dengan yang lainnya.
Bagi ibu-ibu yang sedang menantikan kedatangan anak pertama wajar saja merasa takut dan was-was lebih lagi jika ini adalah pertama kali menghadapi kelahiran. Namun tak usah khawatir dengan itu semua beberapa tips di bawah ini dapat anda coba dan mudah-mudahan membantu proses kelahiran dengan mulus. Sebaiknya anda juga berkonsultasi ke dokter dan mengikuti saran-saran yang harus dilakukan apa saja. Oke para ibu-ibu? :D
Tips Melahirkan Normal Tanpa Rasa Sakit
1. Siapkan posisi yang tepat untuk bayi
Supaya proses kelahiran bayi lancar, anda juga perlu mengatur ruang luncur bagi sang bayi. Posisi bayi sedikit miring dengan kepala di bawah akan memudahkan keluarnya bayi. Anda bisa melakukan latihan disaat calon bayi berumur 3-4 tahun yaitu dengan melakukan latihan berlutut di lantai atau dengan posisi sedikit agak condong ke belakang. Kemudian bersandarlah pada bola fitness atau sebuah kursi sehingga lutut lebih rendah dari bokong. Dengan latihan ini sang calon bayi akan mengarah turun dan membantu pada saat bayi lahir.
2. Jaga selalu kesehatan
Agar pada saat melahirkan berjalan lancar, kesehatan sang ibu juga perlu diperhatikan. Para ibu direkomendasikan agar mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, minum susu, suplemen dari dokter, istirahat yang cukup dan banyak bergerak. Hal ini dilakukan karena dalam proses melahirkan anda membutuhkan banyak tenaga untuk mendorong sang bayi keluar.
3. Lakukan pijatan
Anda juga bisa melakukan pijatan-pijatan untuk melancarkan proses kelahiran sang bayi di minggu ke 3-4 bulan. Lakukan pijatan antara vagina dan daerah rektum supaya daerah tersebut lebih fleksibel, dapat membuka dan meregang dengan mudah serta mengurangi terjadinya robekan saat melahirkan.
4. Selalu aktif ketika kontraksi
Ketika mengalami kontraksi, para ibu cenderung jadi malas dan tidak ingin bergerak. Hal ini sangat tidak disarankan. Ketika kontraksi anda boleh beristirahat dan tiduran namun ketika sudah berhenti anda boleh berjalan-jalan sejenak. Jagalah posisi tubuh anda selalu tegak untuk mempercepat pembukaan dan membuat bayi turun dengan mudah.
5. Posisi Jongkok
Melakukan posisi dengan cara berjongkok bisa mempermudah anda ketika melahirkan. Selain posisi jongkok anda juga bisa mencoba dengan posisi seperti bersujud dengan kepala dialasi dengan bantal.Posisi tersebut bisa membantu bayi keluar ke dalam serviks.
6. Minum Teh raspery
Teh raspery diyakini berkhasiat membantu melancarkan proses kelahiran. Minum hingga 4 cangkiir teh raspery setiap hari. Teh raspery juga tersedia dalam bentuk tablet siapminum.
Demikian beberapa Tips Melahirkan Normal Tanpa Rasa Sakit. Semoga tips-tips di atas bisa berguna bagi para ibu hamil. Jangan lupa berdoa juga ya agar diberi kelancaran pada saat proses kelahiran bayi.
Semoga bermanfaat
Apakah Pria Juga Bisa Menopause? Perkenalkan Andropause.
Berikut keterangan mengenai andropause dari Dr. G.P. Sharma, Senior Konsultan Urologi di Sri Balaji Action Medical Institute India, baru-baru ini. “Andropause adalah berkurangnya hormon pada pria. Dengan kata lain andropause terjadi berkaitan dengan penurunan produksi hormon testosterone dan dehydroepiandrosterone secara lambat namun stabil pada pria paruh baya.”
“Andropause biasanya terjadi pada pria di usia paling muda 40 tahun,” tambah Dr. G.P. Sharma. Sekitar 2-5% pria mengalaminya pada usia 40 tahun, dan sebagian besar pada usia 50 tahun
Adapun gejala-gejala fase andropause pada pria adalah :
• Kehilangan konsentrasi
• Tingkat energi yang menurun
• Mudah lelah
• Perubahan sikap
• Depresi
• Libido rendah
• Kerontokan pada rambut
• Tulang keropos
• Peningkatan lemak
Gejala paling umum dari andropause yaitu menurunnya tingkat libido dan sekitar 80% pria mengalaminya.
Masih menurut Dr. G.P. Sharma, “Hormone replacement therapy atau terapi penggantian hormon adalah salah satu cara pengobatan untuk masalah andropause pada pria.”
Metode terapi penggantian hormon akan membantu mencegah gejala-gejala andropause yang disebutkan di atas, seperti dapat meningkatkan kembali hormon Anda, meningkatkan kepadatan tulang, dan sistem kardiosvakular.
Dan tentu saja menerapkan pola hidup yang sehat sejak dini seperti diet sehat dan berolahraga untuk menjaga kebugaran pria dapat membantu mencegah andropause terjadi lebih awal.
Sumber: DuniaFitnes.com
Saturday, June 8, 2013
Mukjizat Kamar Tidur
Mohammad Al-Khady dalam buku Renew Your Marriage mengisahkan
seorang temannya yang merasakan “mukjizat” kamar tidur. Lelaki itu
bersepakat dengan istrinya untuk tidak pernah membawa masalah ke tempat
tidur mereka.
“Hendaknya kita menjaga kamar tidur dari berbagai pertentangan ataupun masalah,” kata sang suami, disetujui istrinya.
Seperti halnya rumah tangga lain, rumah tangga mereka juga tidak selamanya bebas masalah. Mereka pernah bertengkar, suami pernah marah pada istri, istrinya juga pernah marah pada suami.
“Namun di kala kami memasuki kamar tidur,” lanjut sang suami, “semua pertengkaran dan marah itu sirna, seolah tak terjadi apa-apa diantara kami.”
“Pagi harinya di saat kami terbangun, kami pun sudah lupa dengan pertengkaran kami,” pungkasnya.
Anda para suami dan istri juga bisa membangun kesepakan serupa, lalu merasakan “mukjizat” yang sama.
Satu hal yang perlu dipahami oleh suami maupun istri adalah, bahwa keluarga bahagia bukanlah keluarga tanpa masalah. Maka di dalam hati istri dan suami, keduanya menyisakan ruang untuk masalah yang mungkin timbul. Dengan adanya ruang itu, suami dan istri mampu menampung masalah yang terjadi, tidak depresi apalagi menyikapi sedikit masalah dengan bercerai. Na’udzubillah.
Bahkan keluarga Rasulullah pun pernah didera masalah. Aisyah pernah cemburu hingga membuat jatuh nampan berisi makanan dari istri lainnya yang diantar oleh pembantunya. Rasulullah juga pernah dibuat “susah” oleh istri-istrinya yang cemburu kepada Zainab binti Jahsy karena di sana Rasulullah dijamu madu. Demi “berdamai” dengan istri-istrinya itu, Rasulullah sempat mengharamkan madu untuk dirinya sendiri. Namun kemudian Allah mengingatkannya dengan menurunkan surat At-Tahrim.
Rasulullah bahkan pernah dituntut oleh istri-istrinya untuk menaikkan nafkah kepada mereka, lalu Allah member petunjuk apakah tetap dengan kezuhudan dalam keluarga Rasulullah atau diberi harta yang banyak tapi dicerai. Mereka pun memilih tetap bersama Rasulullah.
Menyadari masalah bisa timbul, suami istri kemudian perlu mekanisme untuk menyelesaikannya. Salah satunya, dengan tidak memperlama masalah dan membuat masalah kecil segera diselesaikan. Mensterilkan kamar tidur dari masalah bisa menjadi alternatifnya. Biarkan kehangatan dan kemesraan di sana menggilas masalah-masalah itu hingga tak tersisa. Dan ternyata, cara itu bukan hanya diterapkan teman Mohammad Al-Khady.
“Apapun masalah yang kami alami,” seorang suami menuturkan, “atau berselisih dalam berbagai hal, setelah aktifitas di kamar tidur segalanya menjadi lebih baik, yang hadir kemudian adalah senyuman.”
Mengapa? Sebab di kamar tidur, kadar mawaddah bisa bertambah. Di kamar tidur, kepuasan biologis dan ketenangan psikis bisa didapatkan. Di saat seperti itu, dada semakin lapang. Jiwa makin luas menerima pasangan. Dan suami istri lebih mudah saling memaafkan.
Mungkin karena pentingnya urusan kamar tidur inilah, ia menjadi salah satu “terapi” dalam Islam jika istri melakukan pelanggaran atau durhaka. Namun, ia bukan langkah pertama, melainkan langkah berikutnya. Yakni langkah mengingatkan atau nasehat tak lagi berguna, barulah istri dibiarkan sendiri di tempat tidurnya.
Maka jika malam tiba
Berhiaslah untuknya
Bilik cinta adalah istana dua jiwa
Peraduan selaksa pesona
Hanya ada cumbu canda dan kasih mesra
Lalu biarlah ia menyapu sgala problema
Sumber: .dudung.net
“Hendaknya kita menjaga kamar tidur dari berbagai pertentangan ataupun masalah,” kata sang suami, disetujui istrinya.
Seperti halnya rumah tangga lain, rumah tangga mereka juga tidak selamanya bebas masalah. Mereka pernah bertengkar, suami pernah marah pada istri, istrinya juga pernah marah pada suami.
“Namun di kala kami memasuki kamar tidur,” lanjut sang suami, “semua pertengkaran dan marah itu sirna, seolah tak terjadi apa-apa diantara kami.”
“Pagi harinya di saat kami terbangun, kami pun sudah lupa dengan pertengkaran kami,” pungkasnya.
Anda para suami dan istri juga bisa membangun kesepakan serupa, lalu merasakan “mukjizat” yang sama.
Satu hal yang perlu dipahami oleh suami maupun istri adalah, bahwa keluarga bahagia bukanlah keluarga tanpa masalah. Maka di dalam hati istri dan suami, keduanya menyisakan ruang untuk masalah yang mungkin timbul. Dengan adanya ruang itu, suami dan istri mampu menampung masalah yang terjadi, tidak depresi apalagi menyikapi sedikit masalah dengan bercerai. Na’udzubillah.
Bahkan keluarga Rasulullah pun pernah didera masalah. Aisyah pernah cemburu hingga membuat jatuh nampan berisi makanan dari istri lainnya yang diantar oleh pembantunya. Rasulullah juga pernah dibuat “susah” oleh istri-istrinya yang cemburu kepada Zainab binti Jahsy karena di sana Rasulullah dijamu madu. Demi “berdamai” dengan istri-istrinya itu, Rasulullah sempat mengharamkan madu untuk dirinya sendiri. Namun kemudian Allah mengingatkannya dengan menurunkan surat At-Tahrim.
Rasulullah bahkan pernah dituntut oleh istri-istrinya untuk menaikkan nafkah kepada mereka, lalu Allah member petunjuk apakah tetap dengan kezuhudan dalam keluarga Rasulullah atau diberi harta yang banyak tapi dicerai. Mereka pun memilih tetap bersama Rasulullah.
Menyadari masalah bisa timbul, suami istri kemudian perlu mekanisme untuk menyelesaikannya. Salah satunya, dengan tidak memperlama masalah dan membuat masalah kecil segera diselesaikan. Mensterilkan kamar tidur dari masalah bisa menjadi alternatifnya. Biarkan kehangatan dan kemesraan di sana menggilas masalah-masalah itu hingga tak tersisa. Dan ternyata, cara itu bukan hanya diterapkan teman Mohammad Al-Khady.
“Apapun masalah yang kami alami,” seorang suami menuturkan, “atau berselisih dalam berbagai hal, setelah aktifitas di kamar tidur segalanya menjadi lebih baik, yang hadir kemudian adalah senyuman.”
Mengapa? Sebab di kamar tidur, kadar mawaddah bisa bertambah. Di kamar tidur, kepuasan biologis dan ketenangan psikis bisa didapatkan. Di saat seperti itu, dada semakin lapang. Jiwa makin luas menerima pasangan. Dan suami istri lebih mudah saling memaafkan.
Mungkin karena pentingnya urusan kamar tidur inilah, ia menjadi salah satu “terapi” dalam Islam jika istri melakukan pelanggaran atau durhaka. Namun, ia bukan langkah pertama, melainkan langkah berikutnya. Yakni langkah mengingatkan atau nasehat tak lagi berguna, barulah istri dibiarkan sendiri di tempat tidurnya.
Maka jika malam tiba
Berhiaslah untuknya
Bilik cinta adalah istana dua jiwa
Peraduan selaksa pesona
Hanya ada cumbu canda dan kasih mesra
Lalu biarlah ia menyapu sgala problema
Sumber: .dudung.net
INDAHNYA CANDA SUAMI ISTRI
Ummi : "Ahh.. gpp koq bi.. emangnya kenapa?"
Abi : "Soalnya tiap hari abi jadi kuli."
Ummi : "Yang bener bi.. di manaaa?"
Abi : "Di hati ummi.. Abi sedang buatin istana cinta buat kita berdua.." [hahahaha ampuuuuuun]
Abi : "Ummi.. ayah kamu astronout yaaa..?"
Ummi : "Nggak kooqq."
Abi : "Kalo gitu pasti kakek kamu."
Ummi : "Nggak jugaaa."
Abi : "Trus yang astronout siapa?"
Ummi : "Nggak adaaa."
Abi : "Tapi koq ada berjuta-juta bintang di mata kamuuu.."
[assyeeek...]
Ummi : "Abi sayyaaang... kamu capek ya..?"
Abi : "Haaahhh, koq ummi tau..?"
Ummi : "Soalnya Abi berlari-lari terus di pikiran ummi.."
[priiikitiuwwwwwww]
Abi : "Kenapa kita cuma bisa ngeliat pelangi setengah doang?"
Ummi : "Ga tau.. emang kenapa bi..?"
Ummi : "Boleh pinjem flashdisknya Abi?"
Abi : "Boleh, mau buat apa mi?"
Ummi : "Buat transfer hati umi ke hati abi.." [wkwkwkwkwkwk]
Abi : "Pamit dulu mi..!" [nyelonong ajja... ;-)]
Ummi : "Lho, bi... mau kemana..?"
Abi : "Cari ummi lagi.."
Ummi : "Koq..?!" ¿¿
Abi : "Lha.. satu aja bahagianya begini.. apalagi dua..."
Ummi : "Abiiiiii......?!?! ¿¿¿"
Thursday, May 2, 2013
Seringan Itukah Engkau Menjatuhkan Thalaq (cerai) Kepada Diriku
Ditulis oleh Abu Ibrahim Abdullah Al-Jakarty
Ada seseorang suami yang mempunyai empat orang istri, namun sang suami ini mempunyai akhlak yang buruk. Suatu hari dia masuk ketempat mereka yang sedang berkumpul disana, ternyata mereka sedang bertengkar, maka dia berkata: “Sampai kapan pertengkaran ini terjadi” menurutku semua ini sebabnya adalah kamu (dia menunjuk salah satu istrinya)”, ‘pergilah kamu dengan terthalaq (tercerai)’ istri yang kedua berkata : “Kamu terburu-buru menceraikannya, kenapa tidak kamu didik dulu dengan cara yang lain niscaya ia akan menjadi lebih baik”. Maka sang suami berkata : “Kamu juga tertalaq (tercerai).” Istri ketiga berkata : “Semoga Allah memburukkan mu, keduanya selama ini telah berbuat baik kepadamu”. Dia berkata : “Kamu juga wahai penghitung kebaikkan mereka berdua, tertalak (tercerai)”. Istri keempat berkata: “ Kamu tidak puas selain menididik para istrimu dengan cara mentalak.” Dia berkata : “kamu juga tertalak.”
Berita itu terdengar oleh seorang wanita tetangganya, maka ia datang menemui laki-laki tersebut
dan berkata:
“Demi Allah,
bangsa Arab tidak pernah menyaksikan kelemahanmu dan kaummu selain
setelah mereka menguji kalian sehingga mereka mendapati kelemahan itu
pada kalian. Kok kamu tega-teganya menceraikan semua istrimu dalam satu
waktu yang sama?”.
Lelaki tersebut berkata : “Dan kamu wahai yang
berbicara dalam bukan urusanmu, juga tertalak (tercerai) jika suami mu
menyerahkan hak talakmu kepadaku, maka suaminya berkata”saya telah
menyerahkannya padamu”
“Luar biasa” ada seorang suami dalam satu hari menceraikan lima orang
istri, empat istrinya dan satu istri orang. Dan pada sebagian suami
ucapan thalaq sangat mudah keluar dari lisannya.
Sungguh hal ini adalah
sebuah realita yang menyedihkan, sehingga banyak rumah tangga yang
hancur, wanita-wanita menjadi janda dan anak-anak mengalami trauma.
Diantara sebabnya adalah sebagian suami tidak bisa menahan emosi dan
amarahnya ketika marah. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
pernah berpesan kepada seseorang yang meminta nasihat kepada beliau,
lalu Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda
Begitu juga Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda :
وَإِذَا غَضِبْتَ فَاسْكُتْ ، مَرَّتَيْنِ.
“… Jika engkau sedang marah maka diamlah. (Diucapkan dua kali)” (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad : 1320, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)Tidak bisa menahan marah dan emosi adalah perkara yang sangat berbahaya karena hal ini menjadi sebab pertengkaran dengan orang-orang yang dicintai atau bahkan saudara dan kerabat, menjadi sebab perceraian antara suami istri dan dampak buruk lainnya. Sebaliknya sesesorang yang dapat menahan emosi dan amarahnya akan membawa kebaikan untuk dirinya didunia dan diakhirat.
Allah memuji orang-orang yang dapat menahan marahnya.
“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Qs. Al-Imran :134)
Begitu juga Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam menyebutkan dalam sebuah hadits tentang agar seseorang menahan marahnya
“Bukanlah orang yang kuat dengan kekuatan dalam bergulat, namun orang yang kuat adalah yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Mutafaqun Alaih)
Orang yang tidak dapat menahan marah dan luapan emosinya maka kesudahannya adalah penyesalan. Berapa banyak rumah tangga hancur hanya gara-gara sang suami meluapkan emosi dan amarahnya sesaat yang berujung pada keluarnya kalimat cerai dari sang suami kepada istrinya, namun setelah mereda amarah dan emosinya penyesalan yang dia rasakan.
Maka bagi seorang muslim atau seorang suami terkhusus untuk dapat menahan marah dan luapan emosinya, diantaranya dengan beberapa perkara dibawah ini:
Pertama : Mengingat Allah disetiap tempat khususnya ketika sedang marah
Allah Ta’aala berfirman :
إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, Maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.” (Qs. Al-A’raaf : 201)Kedua : Mengingat dan mengikuti nasehat Nabi untuk seseorang menahan marahnya.
Dimana beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Janganlah engkau marah, maka beliau mengulang-ngulangi perkataan tersebut, beliau berkata “janganlah engkau marah.” (HR. Bukhari)
Keiga : Mengingat pahala Allah bagi orang yang menahan amarahnya
Allah Subhaanahu wata’ala berfirman:
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
“Jadilah Engkau Pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (Qs. Al-A’raaf :199)Allah Subhaanahu wata’ala berfirman
وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الأُمُورِ
“Tetapi orang yang bersabar dan mema’afkan, Sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diutamakan.” (Qs. As-Syuuraa’ : 43)Keempat : Berlindung kepada Allah dari godaan syaithan ketika marah
Allah Subhaanahu wata’ala berfirman
وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan Maka berlindunglah kepada Allah.” (Qs. Al-A’raaf : 200)Kelima : Berwudhu
Berwudhu ketika sedang marah dan emosi diantara obat untuk meredam marah.
Keenam : Berusaha untuk diam, menjaga lisan dan tidak berbicara ketika emosi sedang memuncak. Dikarenakan penyesalan yang akan di dapatkan jika ia tidak menjaga lisannya ketika marah
Ketujuh : Menyadari akibat buruk yang ia akan dapatkan kalau dia tidak bisa menahan rasa marahnya. Kalau dia sampai menceraikan istrinya maka banyak akibat buruk yang ia dapatkan bahkan anak-anaknya dapatkan, yang akhirnya berakhir pada sebuah penyesalan.
Itu diantara perkara-perkara yang dapat meredam amarah seseorang suami ketika sedang naik amarah dan emosinya. Semoga Allah melindungi para suami dari tipu daya syaithan.
Sumber :http://nikahmudayuk.wordpress.com
Wednesday, April 17, 2013
~::*SANDAL JEPIT ISTRIKU*::~
Selera makanku mendadak punah.
Hanya ada rasa kesal dan jengkel yg memenuhi kepala ini. Duh ....
betapa tidak gemas ,dalam keadaan lapar yg memuncak seperti ini,makanan yg tersedia tidak ada yang memuaskan lidah. Sayur sop ini rasanya manis bak kolak pisang,
sedang perkedelnya asin nggak ketulungan. ''Ummi...Ummii,kapan kau dapat masak dgn benar?
.....Selalu saja, kalau tak keasinan... kemanisan, kalau tak keaseman...ya kepedesan!
'' Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tidak mennggerutu. ''Sabar bi.....,
Rosulullah juga sabar terhadap masakan Aisyah dan Khodijah. Katanya mau kayak Rasul...?'' Ucap isrtiku kalem. ''Iya...tapi Abikan manusia biasa. Abi belum bisa sabar seperti Rasul. Abi tak tahan kalau makan terus menerus seperti ini....!'' Jawabku dengan nada tinggi. Mendengar ucapanku yang benada emosi,
kulihat itriku menundukan kepaa dalam-dalam.
Kalau sudah begitu, aku yakin pasti air matanya sudah merebak.
Sepekan sudah aku keluar kota. Dan tentu,
ketika pulang benak ini penuh dgn jumput-jumput harapan untuk menemukan ''baiti jannat'' di rumahku.
Namun apa yang terjadi....? Ternyata kenyataan tidak sesuai dengan yang kuimpikan.
Sesampainya di rumah, kepalaku malah mumet tujuh keliling.
Bayangkan saja, rumah kontrakanku tak ubahnya laksana kapal burak ( pecah).
Pakaian bersih yang belum di setrika menggunung di sana sini. Piring-piring kotor berpesta pora di dapur, dan cucian.... ouwww.... berember-ember. Ditambah lagi aroma bau busuknya yang menyengat, karena berhari-hari di rendam dengan detergent tapi tak juga di cuci.
Melihat keadaan seperti itu aku hanya bisa ber istighfar sambil mengurut dada. ''Ummi....ummi,
bagaimana abi tak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini.....?
'' Ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala.
''Ummi....istri sholehat itu tak hanya pandai ngisi pengajian,
tapi dia juga harus pandai dalam mengatur segala sesuatu urusan rumah tangga.
Harus bisa masak, nyetrika, nyci, jait baju,beresin rumah....?
'' Belum sempet kata-kataku habis sudah terdenga ledakan tangis istriku yang kelihatan begitu pilu.
''Ahh..... wanita gampang sekali untuk menangis....'' batinku berkata dalam hati. '' Sudah diam Mi,
tak boleh cengeng.
Katanya mau jadi istri shalehat...? Isrti shalehat itu tidak cengeng,'' bujukku hati-hati setelah melihat airmatanya menganak sungai di pipinya. ''Gimana nggak nangis! Baru aja pulang udah ngomel-ngomel terus.
Rumah ini berantakan karena memang ummi tak bisa mengerjakan apa-apa.
jangankan untuk kerja, untuk jalan aja susah. Ummi kan muntah-muntah terus,
ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali,'' ucap isriku di selingi isak tangis. '' Abi nggak ngerasain sih bagaimana maboknya orang hamil muda.... ''
Ucap isrtiku lagi, sementara air matanya kulihat tetep merebak
''Bii.... siang nanti antar Ummiii ngaji ya...?'' pinta istriku. ''Aduh, Mi... abi kan sibuk sekali hari ini. Berangkat sendiri aja ya?'' ucapku. ''Ya sudah,kalau Abi sibuk, Ummi naik bis umum saja,
mudah-mudahan nggak pingsan di jalan,'' jawab isrtiku. ''Lho, kok bilang giti...?'' selaku. ''Iya, dalam kondisi muntah-muntah seperti ini kepala ummi gampang pusing kalau mencium bau bensin. Apalagi di tambah berdesak-desakan di dalam bus dengan suasana panas menyengat.
Tapi mudah-mudahan sih nnggak kenapa-kenapa,''Ucap istriku lagi ''Ya sudah, naik bajai saja,'' jawabku ringan.
Pertemuan hari ini ternyata di undur pekan depan.
Kesempatan waktu luang ini ku gunakan untuk menjemput istriku.
Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindi padanya.
Motorku sudah sampai di tempat istriku mengaji.
Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai.
Ku perhatikan sepatu yang brejumlah delapan pasang itu satu persatu.
Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu mahal.
''Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuk sepatu pun lucu-lucu,'' aku membathin sendiri.
Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada sebuah sandal jepit yang di apit sepasng sepatu indah.
Dug! Hati ini menjadiluruh. ''Oh......bukankah ini sandal jepit istriku?''tanya hatiku.
Lalu segera ku ambil sandal jepit kumalyang tertindih sepatu indah itu. Tes! Air mataku jatuh tak terasa.
Perih nian rasanya hati ini, kenapa baru sekarang sadar bahwa aku tak pernah menperhatikan istriku.
Sampai-sampai kemana ia pergi harusbersandal jepit kumal.
Sementara teman-temannya bersepatu bagus. ''Maafkan aku Maryam'',pinta hatiku
''Krek....'' suara pintu terdengar di buka.Aku terlonjak,
lantas menyelinap ketembok samping.
Ku lihat dua Ukhti berjalan melintas sambil menggendong bocah mungil yang berjlbab indah nan cerah,
secerah warna baju dan jilbab Umminya.
Beberap menit setelah kepergian dua Ukhti itu, kembali melintas Ukhti-ukhti yang lain.
Namun, belum juga kutemukan Maryam ku.
Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi istriku belum juga keluar.
Penantianku berakhir ketika sesosok tubuh berbaya gelap dan berjilbab hitam melintas.
''Ini dia mujahidahku!'' pekik hatiku.
Ia beda dengan yang lain, ia begitu bersahaja.
Kalau yang lain memakai baju berbunga cerah indah,
ia hanya memakai baju warnagelap yang sudah lusuh pula warnanya.
Diam-daim hatiku kembali di rayapai perasaan derdosa karena selama ini kurang memperhatikan istri.
Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya.
Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan istriku,
padahal di balik semua itu begitu banyk kelebihanmu,
Wahai Maryamku.
Aku benar-benar menjadi malu pada Alllah dan Rosul-Nya.
Selama ini aku terlalu sibuk mengurus orang lain, sedang istriku tak pernah ku urusi.
Padahal Rosul telah berkata; ''Yang terbaik diantara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya.''
Sedang aku...?Ah, kenapa pula aku lupa bahwa Alllah menyuruh para sumi agar menggauli istrinya dengan baik.
Sedang aku...? terlalu sering mgomel dan menuntut istri dengan sesuatu yang ia tak mampu melakukannya.
Aku benar-benar merasa nenjadi suami terdzolim!!!
''Maryam....!'' panggilku, ketika tubuh berbaya gelap itu melintas.
Tubuh itu lantas membalik kearahku, pandangan matanya menunjukan ketidak percayaan atas
kehadiranku di tempat ini.
Namun, kemudian terlihat perlahan bibirnya mengembangkan senyum.
Senyum bahagia. ''Abi....!'' bisiknya pelan dan girang.
Sungguh, aku baru melihat istriku segirang ini.
''Ah, kenapa tidak dari dulu ku lakukan menjemput istriku?'' sesal hatiku..
Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk istriku.
Ketika tahu hal itu, senyum bahagia senyum bahagia kembali mengembang dari bibirnya. ''Alhamdulillah....Jazakallahu...,'' ucapnya dengan suara tulus.
Ah, Maryam, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu.
Kenapa baru sekarang aku bisa bersyukur memperoleh istri zuhud dan 'iffah sepertimu....
Kenapa baru sekarang pula ku tau betapa nikmatnya menyaksikan matamu yang berbinar-binar karena perhatianku...
%%%%%%%%%%%%%%
Wednesday, April 10, 2013
Berlomba-lomba Memuliakan Pasangan
JIKA ada
yang bertanya, siapakah pasangan suami istri paling bahagia, maka
jawabnya adalah Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam bersama Sayyidah
Khadijah radhiyallahu anha.
Sekalipun Muhammad ketika itu lebih muda, mantan karyawannya, dan tidak memiliki kekayaan seperti dirinya, Khadijah tetap memuliakan, menghormati bahkan mentaati Muhammad sebagai suaminya dengan sepenuh hati.
Khadijah sering sekali meneguhkan pendirian Muhammad, menghibur dan memuliakannya. “Engkau adalah manusia yang paling jujur di bumi ini wahai suamiku, engkau tidak pernah membalas kecuali kebaikan, meskipun engkau menerima keburukan dan penderitaan.
Bahkan, engkau tidak pernah memutus tali persaudaraan. Sungguh aku yakin, engkau adalah suamiku yang akan menerangi kehidupan ini,” demikianlah ungkap Khadijah dalam suatu kesempatan.
Demikian pula Muhammad, sekalipun istrinya jauh lebih tua dan janda dari beberapa suami, Muhammad sangat-sangat memuliakan Khadijah sebagai istrinya. Pernah suatu ketika, Aisyah cemburu tidak suka Nabi menyebut nama Khadijah, Nabi pun menjelaskan bahwa Khadijah adalah istri yang paling dimuliakannya.
“Dia menerimaku pada saat orang mendustakanku. Dia yang memuliakanku pada saat semua orang menghinakanku. Dia telah menyerahkan seluruh hartanya demi dakwah ini. Bahkan dia pula yang melahirkan anak-anakku,” demikian kenang Nabi sebagai bentuk hormat dan kasih yang mendalam beliau yang mulia kepada istri pertamanya Khadijah radhiyallahu anha.
Khadijah menemani hidup Nabi selama 25 tahun sampai dirinya berpulang 3 tahun sebelum Nabi hijrah ke Madinah. Meninggalnya Khadijah membuat Nabi berduka sehingga tahun wafatnyanya dinamai oleh Nabi dengan ‘Am Al-huzni' (tahun duka cita). Khadijah adalah istri yang paling di cintai Nabi sehingga sampai sekian lama setelah ketiadaannya Nabi senantiasa menyebut namanya, hal itu pernah membuat ‘Aisyah cemburu.
Akar Kebahagiaan
Sikap saling memuliakan adalah akar kebahagiaan. Sikap tersebut tidak akan muncul kecuali suami istri benar-benar mengamalkan ajaran Islam. Oleh karena itu, sudah seharusnya, seluruh rumah tangga Muslim bersegera untuk memperbaiki kondisi keluarganya dengan bersegera untuk saling memuliakan antara suami dan istri.
Ibn Abbas radhiyallahu anhu adalah sosok sahabat yang sangat mengerti bagaimana cara memuliakan istrinya. Dia berkata, “Aku sungguh senang berdandan untuk istriku, sebagaimana aku senang jika dia berdandan untukku, karena Allah Ta’ala berfirman;
وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ
“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.” (QS: al Baqarah [2]: 228).
Sungguh tak elok, jika seorang suami hanya menuntut istrinya berdandan, sementara dirinya tidak memperhatikan dandanannya. Adalah suatu kebaikan suami istri saling bersikap ramah, lemah lembut, penuh kasih, melayaninya dengan sebaik-baik pelayanan dan saling memuji serta saling mendoakan.
Dengan cara seperti itu, Insya Allah istri akan bangga kepada suami begitu juga sebaliknya. Bahkan jika sang istri menemui ajal lebih dahulu dari suami, sementara suami ridha dengan sikap dan perilaku istrinya selama bersamanya, maka surga sudah siap menjemputnya.
Rasulullah bersabda, “Setiap istri yang meninggal, dan suaminya ridha, maka dia akan masuk surga.” (HR:Tirmidzi).
Dengan demikian, jika suami istri ingin langgeng pernikahannya, berhasil mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah, bahkan bisa melahirkan generasi kebanggaan, maka sudah seharusnya setiap pasangan menanam dalam-dalam akar kebahagiaan ini, yaitu saling memuliakan antara istri dan suami.
Seperti itulah yang juga dicontohkan oleh Ashim bin Umar bin Khaththab ketika menikah dengan gadis miskin penjual susu. Ashim tidak melihat istrinya dari status sosialnya, tetapi dari ketakwaannya yang telah mempesona sang ayah, sehingga memerintahkan Ashim untuk menikah dengannya.
Ashim pun memuliakan istrinya dengan sebaik-baiknya hingga akhirnya lahirlah putri mereka yang diberi nama Laila yang kemudian dikenal sebagai Ummu Ashim. Ummu Ashim pun kemudian dinikahi oleh Abdul Aziz bin Marwan, sampai akhirnya lahirlah seorang cucu yang ketika besarnya menjadi kebanggaan umat Islam, Umar bin Abdul Aziz.
Resep Kebahagiaan
Adalah idaman siapapun, pernikahannya menjadi pernikahan yang berkah dunia akhirat. Dan, saling memuliakan antara suami dan istri adalah akar dari terwujudnya dambaan tersebut.
Atas halitu Asma ibn Kharijah memberi nasehat yang sangat bagus kepada putrinya pada saat melangsungkan pernikahannya.
“Wahai anakku, sesungguhnya engkau
telah keluar dari kehidupan yang engkau jalani menuju ke peraduan yang
tidak engkau kenali sebelumnya dan hidup bersama dengan orang yang
sebelumnya tidak engkau kenal.
Maka jadilah engkau sebagai bumi bagi
suami niscaya dia akan menjadi langit bagimu, jadilah engkau sebagai
tempat tidur baginya niscaya dia menjadi tiang penyanggamu. Jadilah
engkau sebagai seorang hamba sahaya wanitanya, niscaya dia akan menjadi
soerang hamba sahaya laki-lakimu.
Janganlah engkau menjauh darinya
hingga ia akan melupakanmu, kalau ia memanggilmu, maka dekatilah ia,
jagalah penciuman, pendengaran dan matanya. Ia tidak akan mencium apapun
darimu kecuali yang indah.”
ini dan kelak di akhirat. Semoga.*/Imam Nawawi
Senda Gurau Suami Istri
Suatu Ketika Seorang Istri bertanya kepada suaminya
Istri : “Wahai Suamiku, adakah wanita lain yang lebih cantik daripada diriku?”
Suami : “Aku Tidak tahu”
Sang Istri pun bertanya kembali
Istri : “Wahai Suamiku, adakah wanita lain yang lebih baik daripada diriku?”
Suami : “Aku Tidak tahu”
Sang Istri pun geram dengan jawaban sang suami
Istri : “Wahai suamiku, mengapa engkau selalu menjawab tidak tahu?"
Suami : “Wahai Istriku, ibu dari anak-anakku, Bagaimana aku tahu dan bagaimana aku bisa sibuk dengan wanita lain sedangkan di hadapanku ada seorang bidadari yang rupawan yang mampu membuat hatiku tertawan dengan akhlaqnya yang menawan.
Ketahuilah istriku, kiranya raja tak akan sempurna tanpa seorang ratu, maka begitupun diriku tak akan sempurna tanpa kehadiranmu di sisiku.”
Istri : (tersenyum dan tertunduk malu)
****************************
Tuesday, February 26, 2013
Kamu, Milikku Yang Paling Berharga
Aku sangat
menyukai ucapan mama: "Barang milikku yang paling berharga adalah kamu!"
Ucapan yang sangat menyejukkan hati dan sampai sekarang aku masih
mengingatnya terus!
Papa dan
mama menikah karena dijodohkan orang tua, demikianlah yang dialami para
muda-mudi di jaman itu, tapi hal ini sudah umum. Di jaman sekarang
peristiwa itu sudah jarang terjadi, kebanyakan adalah hasil pilihan
sendiri. Tapi mama sangat mencintai papa, demikian juga dengan papa dan
mereka tampak selalu mesra, akur bagaikan sejoli yang tak terpisahkan.
Sangat sulit dibayangkan bahwa pernikahan mereka pernah diterjang badai!
Badai itu
nyaris memisahkan mereka hanya karena emosi sesaat saja! Papa dan mama
bekerja diinstansi yang sama, oleh karena itu setiap hari berangkat dan
pulang bersama. Suatu hari mereka kerja lembur, mengadakan stock opname di gudang, hingga pukul 2.00 dinihari dan baru pulang kerumah.
Papa sangat
letih dan lapar, sampai di rumah tidak ada makanan maupun minuman yang
siap disaji. Papa yang lapar minta mama untuk menyiapkan makanan dan
minuman. Beberapa hari belakangan ini emosi mama memang tidak stabil,
ditambah lagi dengan adanya lembur, badan dan pikiran sungguh
melelahkan, sehigga denagn kondisi yang labil itu, mama spontan menjawab
dengan nada keras, "Mau makan dan minum, memangnya tidak bisa masak
sendiri? Apa tidak punya tangan dan kaki lagi, ya?"
Karena papa
juga terlalu capek, langsung menjawab dengan acuh tak acuh, "Kamu ini
isteriku, memasak adalah sudah menjadi kewajibanmu!" Mama langsung
merespon, "Tengah malam begini mau masak apa? Sudah lewat waktunya
makan, orang laki seharusnya lebih kuat dari pada perempuan!"
Mendengar
itu, marahlah papa, beliau langsung berteriak dengan emosi, "Kamu salah
makan obat apa kemarin? Mau sengaja cari ribut ya? Istri memasak untuk
suami adalah wajar, kenapa harus tergantung pada waktu?
Kamu tidak senang, ya? Kalau tidak senang, kamu pergi saja sekarang dari rumah ini!!!"
Mama tidak
menyangka akan menerima reaksi yang begitu keras. Setelah terdiam
sesaat, mama kemudian berkata sambil menitikkan air mata, "kamu ingin
aku pergi, baik aku akan pergi sekarang!" Mama segera kembali ke kamar
untuk mengemasi barang-barangnya. Melihat mama masuk kamar dan
berkemas-kemas, papa berkata kepada mama yang membelakanginya, "Bagus!
Pergi sana! Ambil semua barang-barangmu mu dan jangan kembali lagi!"
Beberapa
saat kemudian suasana menjadi sunyi senyap, tak ada kata-kata kebencian
lagi yang muncul, menit demi menit berlalu, tapi mama tetap tak kunjung
keluar dari kamar. Merasakan keanehan itu, papa kemudian
menyusul
masuk kamar dan melihat mama sedang duduk diranjang penuh dengan
linangan air mata. Sambil menatap koper kulit besar yang masih
tergeletak di atas ranjang, melihat papa datang, dengan terisak-isak
mama berkata, "duduklah di atas koper kulit itu, supaya aku boleh
mengenang masa-masa perpisahan kita yang terakhir."
Merasa aneh,
maka dengan sendu papa akhirnya tidak tahan juga untuk tidak bertanya, "
"Untuk apa?" Sambil menangis denagn terputus-putus mama berkata, "Emas
dan perak aku tidak memilikinya, "Tapi milikku yang paling berharga
adalah kamu!" Kamu dan anak-anakku, aku tidak memiliki apapun...."
Meskipun
kejadian itu telah lewat lama sekali, tapi aku masih mengingatnya terus
sampai sekarang. Apalagi ketika mama mengucapkan kata-kata terakhir itu,
papa merasa sangat tergoncang. Sejak malam itu, papapun sadar dan
kembali menghormati dan menyayangi mama. Menggandeng tangan anak-anak,
merangkul mama serta saling berpelukan. Kelak aku juga bercita-cita
ingin mendapatkan pasangan seperti papa.
Bagaimanapun
kehidupan yang kita jalani dan kita hadapi tidaklah penting. Namun yang
terpenting adalah bagaimana sikap kita dalam menghadapi peristiwa dan
kejadian dalam hidup ini, terutama di saat-saat muncul 'badai' yang
menguji kita.
Kisah Ketegaran Seorang Suami
“Kalau bukan karena kedua anakku yang
masih kecil.. maka aku sudah mengikuti nafsuku untuk segera meninggalkan
dan menceraikan istriku yang tidak berbakti itu. Aku tidak mau
meninggalkan apa yang menjadi amanat-Mu dalam keadaan lemah Ya Allah.”
Itulah jeritan hati Yudi di malam itu..
di tengah heningnya malam, Yudi sudah biasa melewatkan malam malamnya
dengan kemesraan bersama Tuhannya, Allah Swt.
Di samping ruangan tempat sholatnya,
terbaring kedua anaknya yang masih balita, tertidur pulas, ditemani
istrinya yang enggan bangun untuk menemaninya shalat tahajjud, walaupun
Yudi sudah mencoba untuk membangunkannya.
Pagi hari.. Yudi bangun paling awal,
sholat shubuh dan langsung beranjak membereskan seluruh isi rumah,
mengepel, mencuci piring dan memasak, semuanya sudah menjadi rutinitas
Yudi di pagi hari. Setelah selesai, Yudi pun langsung membuka laptopnya
dan mulai bekerja melayani jasa para konsumennya.
Yudi adalah seorang konsultan bisnis,
banyak sekali pengusaha dan para pebisnis yang mengkonsultasikan masalah
bisnis mereka kepada Yudi. Dari penghasilan sebagai konsultan yang bisa
dikatakan cukup menjanjikan, Yudi tetap saja ikhlas menjalankan rumah
tangga yang sudah hampir 7 tahun dijalaninya tanpa keseimbangan
kewajiban suami istri.
Setiap kali Yudi mengajak istrinya untuk
melakukan hubungan, istrinya selalu menolak dengan beralasan kurang enak
badan. Saat Yudi bekerja, jika ada anaknya yang ingin BAB atau BAK,
maka istrinya teriak kepada Yudi untuk mengurusinya. Yudi pun menunda
dulu pekerjaannya, meraih anaknya kemudian membawanya ke kamar mandi.
Saat anaknya ingin diantar jajan, maka Yudi pun diteriaki kembali untuk mengantarkannya ke warung.
Saat istrinya ingin sarapan, maka Yudi diminta pergi ke tukang bubur atau tukang gorengan dekat rumahnya.
Itulah keadaan yang dialami Yudi setiap
hari. Hal ini dialaminya semenjak beberapa bulan lalu, sepulangnya dari
dinas di luar negeri, selama satu tahun lamanya.
Malam hari, saat adzan isya berkumandang,
Yudi langsung beranjak ke masjid sambil mengingatkan istrinya untuk
sholat isya. Sepulangnya dari masjid, Yudi sudah terbiasa melihat istri
dan kedua anaknya sudah terbaring di tempat tidur dan terlelap dalam
mimpi. Yudi pun mencoba membangunkan istrinya dan bertanya, “udah sholat
Isya Bu???” Istrinya menggeleng dengan mata yang sulit untuk dibuka
karena rasa kantuknya. Yudi pun mencoba membangunkan dan memintanya
untuk sholat isya dulu, tetapi istrinya tetap menggeleng, bahkan sampai
berkata “tidak akh Pa.. nanti saja”..
Itulah ketegaran Yudi dalam rumah
tangganya.. aku pun sebagai temannya baru tahu keadaannya seperti itu
saat kudesak Yudi untuk mengutarakan masalahnya, karena beberapa minggu
ini kulihat wajahnya sangat sendu dan selalu murung.
Saat kubilang “kalau aku.. punya istri seperti itu.. sudah kuceraikan dia Di..!” Tapi, Yudi menjawab dengan tenang dan bijak.
“Kalau urusan menceraikan, itu hal yang
mudah.. namun efek yang ditinggalkannya akan terasa sulit bagi anak
anak. Bukankah ada ayat Allah yang menyuruh kita agar jangan
meninggalkan anak anak kita dalam keadaan lemah. Itulah, saya takut anak
anak tidak mendapatkan kasih sayang, pengertian, perhatian serta
kecukupan hidup yang layak, sehingga anak anak menjadi manusia yang
lemah”
“Lalu.. bagaimana dengan hasrat biologismu Yud?? Sampai kapan kamu bisa bertahan??” Tanyaku..
“Sampai dia mau.. kalaupun seumur
hidupnya dia tidak mau, tetap saya tidak akan mencari yang lain.
Biarlah
kesabaranku, keikhlasanku terhadap istriku sebagai jalanku untuk
mencapai Ridho-Nya. Allah Swt. Pasti tahu yang terbaik bagiku.. dan
makhluk yang paling indah, paling cantik dan paling membahagiakan bagiku
adalah mendapatkan bidadari di syurga..”
Saya tidak bisa berkata apa apa lagi..
setalah mendengar jawabannya..!! Semuanya pasti sudah Yudi
pertimbangkan, sehingga dia begitu kuat menghadapi kehidupan rumah
tangga yang seperti itu.
Saat banyak orang yang dengan mudahnya
bercerai tanpa alasan yang kuat, saat banyak orang tua yang tidak
bertanggung jawab terhadap anaknya, saat orang seenaknya menyalurkan
hasrat biologis dengan membabi buta, ternyata masih ada orang setegar
dan seikhlas Yudi...
Saya pun mendapatkan pelajaran darinya,
hidup ini adalah ujian.. seberat apapun keadaannya, semuanya akan bisa
dihadapi dengan kesabaran, keikhlasan, dan pengertian bahwa hidup ini
hanyalah sebentar.. hanya sekejap saja, jika dibandingkan dengan
kehidupan akhirat..
Betapapun beratnya, sulitnya serta
banyaknya masalah yang dihadapi.. maka hadapilah dengan sabar, untuk
urusan kebahagiaan.. semoga kita mendapatkan yang hakiki dan abadi di
syurga-Nya Allah Swt. Amiin.
- Jaga anakmu.. karena itu adalah amanat dan investasi buatmu,
- Janganlah mengikuti nafsumu, karena itu hanya akan menjerumuskanmu ke dalam kehinaan,
- Janganlah terpesona dengan keindahan dan kecantikan wanita dunia, karena bidadari lebih indah dan lebih cantik dibandingkan wanita tercantik di dunia, bahkan kecantikan wanita di dunia tidak ada seujung kukunya bidadari syurga,
- Sabar dan ikhlaslah.. Allah mengetahui balasan yang terbaik untukmu..
Semoga kisah ini menjadi pelajaran dan i’tibar bagi kita semua.. Amiin..
Kenali Karakter Suami
"Selama dua puluh tahun berumah tangga," kata seorang suami kepada temannya, "aku belum pernah mendapati pada istriku sesuatu yang membuatku marah."
"Bagaimana hal itu bisa terjadi?" tanya si teman, keheranan.
"Sejak malam pertama aku bertemu istriku, aku mendatanginya dan aku ulurkan tanganku kepadanya. Ia berkata: 'Sabar dulu wahai Abu Umayyah, tunggu sejenak.'
Kemudian ia berkata: 'Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah atas Rasulullah… sesungguhnya aku adalah wanita yang asing bagi dirimu, aku tidak tahu karaktermu. Jelaskanlah kepadaku apa saja yang engkau sukai sehingga aku bisa melakukannya dan apa saja yang engkau benci sehingga aku dapat meninggalkannya. Aku katakan ini dan aku memohon ampun kepada Allah untuk diriku dan dirimu.'”
"Demi Allah," lanjut lelaki itu bercerita, disimak serius oleh temannya, "ia memaksa diriku untuk berbicara pada saat itu maka aku pun berkata: 'Segala puji hanya bagi Allah, aku bershalawat dan mengucapkan salam atas nabiNya dan atas keluarga beliau, wa ba’du. Sesungguhnya engkau telah mengucapkan sebuah perkataan jika engkau teguh memegangnya maka itu akan menjadi keberuntunganmu. Dan bila engkau tinggalkan akan menjadi hujjah yang menghujat dirimu. Sesungguhnya aku suka ini dan ini… dan aku membenci ini dan ini… apabila engkau melihat kebaikan, maka sebarkanlah dan apabila engkau melihat keburukan, maka tutuplah.'
Istriku bertanya: 'Apakah engkau menyukai kunjungan sanak familiku?'
Aku menjawab: 'Aku tidak suka dibuat bosan oleh mertua dan iparku (yakni ia tidak suka mereka sering mengunjunginya)'
'Siapakah tetangga yang engkau suka masuk ke dalam rumahmu sehingga aku memberinya izin dan siapakah yang tidak engkau sukai?'
Aku menjawab: 'Bani Fulan A adalah orang-orang shalih sedangkan bani Fulan B adalah orang-orang yang buruk.'
Maka aku pun melewati malam yang paling nikmat bersamanya. Satu tahun aku hidup bersamanya tidak pernah aku melihat apa-apa yang tidak aku sukai. Sehingga permulaan pada tahun kedua ketika aku pulang dari kerjaku, ternyata aku dapati ibu mertuaku di rumahku.
Ibu mertuaku bertanya kepadaku: 'Bagaimana pandanganmu tentang istrimu?'
Aku menjawab: “Sebaik-baik istri”
Ia berkata: 'Wahai Abu Umayyah, demi Allah, tidaklah seorang lelaki mendapatkan yang lebih buruk dalam rumahnya daripada wanita yang manja. Bimbing dan didiklah ia menurut kehendakmu.'
“Ia hidup bersamaku selama dua puluh tahun dan aku tidak pernah menghardiknya karena masalah apapun kecuali sekali, dan itupun karena aku yang menzaliminya,” kata lelaki itu memungkasi ceritanya.
Sauadaraku… Betapa bahagia hidup seperti itu. Dan saya tidak tahu, ke mana rasa takjub harus diarahkan; takjub kepada si istri dengan kebijaksanaannya? Atau kepada si mertua dengan tarbiyahnya? Atau kepada si suami dengan hikmahnya?
Wallahu a’lam. []
Penulis:Oktarizal Rais
Sumber:http://www.bersamadakwah.com/
Wednesday, February 20, 2013
Sebuah doa Suami sholeh untuk Istri Tercinta
Terimakasih, yaa Robbiii…
Engkau telah menyatukan kami dalam ikatan pernikahan ini. Menghalalkan yang sebelumnya belum halal atas kami. Mengharamkan yang sebelumnya belum haram atas kami. Mengikuti sunnah Rasul-Mu. Menyempurnakan separuh dien-Mu. Menyemai ibadah dalam bilik kemesraan kami. Sembari terus–menerus mengharapkan ridho dan ampunan-Mu…
Penantian panjang yang kami jalani dengan harap-harap cemas bersama doa-doa yang dilantunkan di sudut hening malam, di pagi berkabut, maupun di terik siang yang membakar peluh, telah Engkau usaikan dalam majelis pernikahan yang sederhana dan takzim itu. Ijab Qabul dan Ikrar suci yang diucapkan lirih pada sore hari itu, merambatkan segala rasa yang terpatri dalam di lubuk batin kami. Menggema memenuhi rongga kepala dan hati kami. Hingga air mata haru dan isak tangis kami pun tak kan mampu melukiskannya.
Sembari terus-menerus mengharapkan ridho dan ampunan-Mu, atas dosa-dosa yang telah dan mungkin akan terjadi, kami memohon kepada-Mu, dengan segenap harapan dan kerendahan hati, sudilah kiranya Engkau menuntun kami ke jalan yang Engkau ridhoi. Jauhkanlah kami dari jalan orang-orang yang Engkau murkai. Jauhkanlah kami dari jalan orang-orang yang sesat. Jauhkanlah kami dari jalan orang-orang yang dzhalim. Jauhkanlah kami dari jalan orang-orang yang fasik. Jauhkanlah kami dari jalan orang-orang yang kafir. Selamatkanlah kami dalam kehidupan kami di dunia dan di akhirat kelak.
Yaa Robbiii…
Jadikanlah isteriku isteri yang taat menjalankan perintah-Mu, dan tegas meninggalkan larangan-Mu. Jadikanlah ia isteri yang taat kepadaku dalam perjalanan menggapai ridho-Mu. Jauhkanlah ia dari sifat-sifat buruk dan bejat, dari sifat ujub dan khianat, dari sifat dzhalim dan fasik, dan sifat-sifat yang mendatangkan murka-Mu. Jadikanlah ia isteri shalehah, sebaik-baik perhiasan dunia bagiku. Jadikanlah ia sahabat terbaikku dalam mengarungi hidup dan kehidupan ini. Jadikanlah ia sahabat terbaikku dalam menuntut ilmu. Menjadi guruku. Menjadi muridku. Menjadi teman belajarku. Menjadi rekan sejawatku dalam berlomba-lomba di jalan kebaikan.
Yaa Robbiii…
Jadikanlah aku imam bagi keluargaku. Imam yang adil dan mengajak kepada jalan yang Engkau ridhoi. Bimbinglah aku dalam memimpin. Tegurlah aku dikala lalai dari tanggung jawabku, dengan teguran Rahman dan Rahim-Mu. Jauhkanlah aku dari sifat-sifat buruk dan bejat, dzhalim dan fasik, dari sifat ujub dan khianat, dan dari segala sifat yang mendatangkan mudharat dan murka-Mu. Kuatkanlah keimananku, sebagai obor penerang bagi keluargaku dalam mengarungi gelapnya kehidupan akhir zaman ini. Bimbinglah kami, yaa Robbal ‘aalamiiin…
Yaa Robbiii…
Ampunilah dosa-dosa kami sebelum dan sesudah hari pernikahan kami. Ampunilah dosa-dosa kami sebelum dan sesudah hari pernikahan kami. Ampunilah dosa-dosa kami sebelum dan sesudah hari pernikahan kami. Baik yang kami sadari maupun yang tidak kami sadari. Ampunilah dosa Ibu dan Bapak kami. Ampunilah dosa saudara-saudara kami. Ampunilah dosa kerabat-kerabat kami. Ampunilah dosa sahabat-sahabat kami. Ampunilah dosa guru-guru kami. Ampunilah dosa seluruh kaum muslimin dan muslimat, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.
Yaa Robbiii…
Karuniailah kami keturunan yang shaleh dan shalehah. Anak-anak yang taat menjalankan perintah-Mu dan tegas meninggalkan larangan-Mu. Anak-anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya. Karuniailah kami keturunan yang akan teguh memperjuangkan tegaknya dien-Mu di bumi ciptaan-Mu ini.
Yaa, Robbiii…
Karuniailah kami keturunan yang menggenggam erat sunnah Rasul-Mu. Memperjuangkan kembalinya kehidupan Islam di persada bumi ini. Generasi yang siap mengorbankan segala yang ada padanya untuk mempertahankan aqidahnya, memperjuangkan al-Haq dan mengingkari al-bathil.
Robbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah waqinaa ‘adzaaban naar…
Allohummaghfirlanaa bikaroomika ajma’iiin, watubuwazaqi wa’fu ‘an man yaquulu aamiiin aamiiiin aaamiiin….
Washollollohu ‘alaa sayyiidinaa Muhammad wa ‘alaa aalihi ajma’iiin
Walhamdulillahi robbil ‘aalamiiin…
Monday, June 4, 2012
MAUKAH KAU HIDUP BERSAMAKU SAMPAI MATI?

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim …
Pada suatu malam, setelah selesai Qiyamul Lail berjama’ah, suamiku mengenggam tanganku. “Mataku tidak bisa tidur, bagaimana jika kita ke balkon depan menikmat…i bintang2 di angkasa”, ucap suamiku.
Aku mengangguk pelan, “sebentar, aku buatkan wedang jahe dulu”, ucapku pula. Ku lirik jam di dinding, sudah pukul 3.56 menit. Dengan ditemani suamiku, aku turun ke dapur membuat minuman hangat itu. Lalu kami naik lagi ke lantai dua, menuju balkon yg memang tidak jauh dari kamar utama.
Udara dingin menelusup ke pori2 tubuh, diam2 kupandangi suamiku yg sedang santai memegang cangkirnya sambil memandangi bintang2 di angkasa.
Biasanya saat seperti inilah kami bisa bicara dari hati ke hati, saat anak2 telah nyenyak terlelap. Lumayan ngobrol sambil menunggu waktu subuh tiba.
“Pa..,” ucapku pelan membuka pembicaraan. “mmh.. ya ma..,” jawab suamiku. “Masih ingat gak, adegan sepasang kakek dan nenek yg berpelukan ketika kapal Titanic hampir tenggelam..? itu loh yg di filem Titanic”, ucapku.
“Ya.. terus..,” suamiku manggut2 berusaha mengingat. “Aku ingin kita seperti itu.. sudah tua dan sampai meninggal pun bersama”, ku sampaikan harapanku.
Lalu suamiku menoleh dan berujar, “gak mau ah..”.
Aku kaget setengah mati, bibirku rasanya kelu.. “kok gak mau..? jadi mau nya berdua pas masih muda aja.. gak mau menghabiskan masa tua denganku..?” rajukku kesal.
“Pokoknya gak mau.. Udah ah.. ganti topik aja,.. tuh udah azan shubuh, lebih baik kita wudhu terus ke mesjid,” ucap suamiku sambil meletakkan cangkirnya yg sudah kosong di meja dan meninggalkan aku yg masih manyun dan terpaku di balkon.
“ayuuk.. ma,” ajak suamiku lagi. Dengan langkah gontai karena menahan sedih, kuikuti langkah suamiku berwudhu dan siap2 menuju mesjid yg tidak begitu jauh dari rumahku.
Setelah selesai sholat shubuh di mesjid, bibirku masih terkunci namun tetap berusaha tidak merengut di depan suamiku. Duh.. betapa susahnya bersandiwara.. kala hati sedang gundah, tapi tidak tega bermuka masam pada suami tercinta, yg telah bersusah payah menafkahi ku dan anak2.. yg telah memperlakukan aku selayak permaisuri di hatinya..
Namun mengapa dengan teganya dia tidak ingin hidup berdua denganku sampai mati.. mengapa..? atau jangan2… Dia punya niat lain, jika separuh umur kelak, akan mengambil perempuan lain sebagai maduku..? Setan laknatullah menguasai pikiran ku..
Telah hari kedua sejak dialog kami di balkon tempo hari. Sepertinya suamiku bisa merasakan perubahan pada diriku. Aku jadi banyak diam, padahal aku termasuk cerewet dan bawel.
Setelah sholat Isya berjama’ah, dan menidurkan anak2, suamiku kembali mengajakku untuk duduk di balkon lagi. Dengan setengah hati, kupenuhi inginnya.
“Ada apa, ma..?,”tanya suamiku pelan sambil menatap ke manik mataku dan menggenggam jemariku. Aku diam saja, namun tak terasa dua bulir airmata menetes di pipi. “kamu kecewa sama aku..?,” tanyanya lagi. Bibirku masih terkunci. “pasti gara2 ucapanku kemarin dulu ya..” Suamiku mulai menebak..
“Begini ma, aku memang tidak ingin hidup berdua denganmu sampai mati..,” ucapnya pelan namun menghujam hatiku.
Dengan terisak kutepis tangannya, hendak berlari meninggalkannya. Lengannya yg kuat kembali menarik lembut jemariku. “Dengarkan dulu..” pintanya. Baiklah, aku berikan kesempatan sekali ini lagi, pikirku.
“Aku memang tidak mau hidup berdua hanya sampai mati denganmu, namun aku ingin berdua denganmu sampai di kehidupan setelah kematian.
Aku ingin berkumpul dengan mu di Syurga ALLAH Subhana Hu Wa Ta’Ala. Tak kan kugantikan dirimu dengan seratus bidadari sekalipun, karena aku telah memilikimu bidadariku, istri sholehahku, pasangan jiwaku, di dunia dan di akherat kelak..” suara suamiku pelan menelusup lembut ke rongga hatiku..
“Tidak sedikit pun, aku ragu menitipkan hartaku padamu untuk kau jaga, karena engkau amanah membelanjakannya, tidak sedikit pun aku ragu menitipkan anak2 kita untuk kau jaga dan kau didik karena aku yakin mereka mengenal Rabb nya dengan baik melalui keluhuran budimu, tidak sedikitpun pula aku takut meninggalkanmu di kala aku sedang mencari nafkah, karena aku yakin kau mampu menjaga kehormatanmu dikala aku jauh dari sisimu..”
Ya Allahu Rabbi,....
Tidak mampu aku menahan air mata haruku, begitu besar nikmat yg KAU beri… Tiada mungkin rasa cinta kasih ini sedemikian dalam jika tanpa kuasa dan kehendakMu menyatukan kami dalam Rahmah Mu, ya Allah..
Ya kariim… Ya Arrahman Arrahimiin..
Jadikanlah hidup kami ladang amal bagi kami dalam menggapai kasih sayangMu dan RidhoMu.. masukkanlah kami ke dalam golongan Hamba2Mu yg KAU kasihi, yg KAU rahmati dan yg KAU cintai…Allohumma Sholi’ala Sayyidina Muhammad..
Tuesday, May 29, 2012
Alhamdulillah, Aku Dikaruniai Istri Secantik Dirimu

Subhanallah, Sungguh seorang wanita adalah cantik.
Kecantikan seorang istri mengisikan kekosongan keteduhan dalam jiwa
dan hati suami. Dia adalah peneduh yang tiada dapat terbeli dengan
hitungan rupiah, kecuali hanya dengan kemuliaan sebuah mahar.
Kecantikan seorang istri bukan hanya terletak di atas sebuah kulit ari. Lebih dalam lagi, makhluk yang berada disekitarnya pun dapat merasakan kelembutan anugrah Allah yang ada dalam calon bidadari surga itu.Dia terpancar dalam Keikhlasan pengabdian, keteduhan jiwa, kelembutan hati, tunduknya mata, halusnya ucapan, serta keindahan perilaku.
Kecantikan seorang istri terletak dalam imannya. Dia sadar dan mengerti untuk apa dia hidup, dan dia mengerti mengapa dan kepada siapa dia harus mengabdi.
Kecantikan seorang istri terletak pada lidahnya, yaitu ketika dia dapat meredam galau, amarah dan kesedihan sang suami dengan kata- kata indah yang menyejukkan hati. Kebutuhan batin akan ketenangan sang suami dalam hebatnya deraan cobaan hidup telah terpenuhi. Dan semua terasa istimewa ketika hal itu justru didapatkannya dari separoh jiwanya yang sangat mengerti, bahkan mungkin dari pada dirinya sendiri. Kecerdasan belahan hatinya tersebut dalam mengatur kata dan kepintarannya dalam membaca situasi hati sang suami agar selalu tenang, menjadikannya "hadiah" yang tak ternilai.
Kecantikan seorang istri adalah dari penerimaannnya. Keridhoaannya terhadap apa yang digariskan Allah sang maha pengatur dalam menerima suami apa adanya, serta bagaimana dia merawat serta telaten dalam menyiasati kekurangan sang suami agar tersimpan rapi hanya sebagai aibnya saja, menjadikannya penasehat kepercayaan sang nahkoda rumah tangga.
Kecantikan seorang istri terletak pada tangannya. Dengan tuntunan hati yang hanya karena Allah, dia menjadikan tangannya bukan hanya sebagai pemegang kekuasaan dan ratu dirumah, namun dia juga dapat merengkuh semua yang ada didalamnya, dalam kedamaian yang tak dapat terukur dan terbeli dengan apapun.
Kecantikan seorang istri terletak di matanya. Kelembutan pandangan
saat berada diantara keluarga dan atau ketika dia berhadapan dengan
sesama makhluk menjadikan dia peneduh serta perwujudan kasih sayang
Allah yang maha rahman. Kecantikan seorang istri bukan hanya terletak di atas sebuah kulit ari. Lebih dalam lagi, makhluk yang berada disekitarnya pun dapat merasakan kelembutan anugrah Allah yang ada dalam calon bidadari surga itu.Dia terpancar dalam Keikhlasan pengabdian, keteduhan jiwa, kelembutan hati, tunduknya mata, halusnya ucapan, serta keindahan perilaku.
Kecantikan seorang istri terletak dalam imannya. Dia sadar dan mengerti untuk apa dia hidup, dan dia mengerti mengapa dan kepada siapa dia harus mengabdi.
Kecantikan seorang istri terletak pada lidahnya, yaitu ketika dia dapat meredam galau, amarah dan kesedihan sang suami dengan kata- kata indah yang menyejukkan hati. Kebutuhan batin akan ketenangan sang suami dalam hebatnya deraan cobaan hidup telah terpenuhi. Dan semua terasa istimewa ketika hal itu justru didapatkannya dari separoh jiwanya yang sangat mengerti, bahkan mungkin dari pada dirinya sendiri. Kecerdasan belahan hatinya tersebut dalam mengatur kata dan kepintarannya dalam membaca situasi hati sang suami agar selalu tenang, menjadikannya "hadiah" yang tak ternilai.
Kecantikan seorang istri adalah dari penerimaannnya. Keridhoaannya terhadap apa yang digariskan Allah sang maha pengatur dalam menerima suami apa adanya, serta bagaimana dia merawat serta telaten dalam menyiasati kekurangan sang suami agar tersimpan rapi hanya sebagai aibnya saja, menjadikannya penasehat kepercayaan sang nahkoda rumah tangga.
Kecantikan seorang istri terletak pada tangannya. Dengan tuntunan hati yang hanya karena Allah, dia menjadikan tangannya bukan hanya sebagai pemegang kekuasaan dan ratu dirumah, namun dia juga dapat merengkuh semua yang ada didalamnya, dalam kedamaian yang tak dapat terukur dan terbeli dengan apapun.
Kecantikan seorang istri terletak pada seberapa besar dia dapat menjaga rasa malunya. Dia tahu caranya menutup aib yang memang sudah tertutup rapi disimpan oleh Allah. Dia paham caranya agar tidak merusak kecantikannya sendiri dengan kata- kata kasar dan rendahan. Dihindarinya membuat mati rasanya sang suami dengan semua kerewelan dan tuntutan yang tidak wajar. Disimpannya dengan rapi karunia bakat genit, kemolekan tubuh dan kemanjaan sikap dan dipersembahkan kepada yang paling berhak yaitu suami.
Kecantikan wanita terletak dalam kebijaksanaannya. Seorang istri memang mempunyai kodrat sangat brlebihan dalam mencintai dan membenci, yang lantas kadang tidak mengenal pertengahannya, namun dia masih bisa bersikap dengan santun dalam logika. Dunia semakin damai saat dia tidak mengumbar air mata dengan dalih kodrat wanita. Tapi laporan kepenatan hanya teruntuk kepada sang maha menyelesaikan.
Kecantikan seorang istri terletak dalam kesabarannya. Dia mendidik diri agar tidak menjadi sebagai sebuah cobaan bagi keluarga, khususnya sang suami. Kesabarannya menuntunnya untuk tidak mengumbar amarah dan kerapuhan perasaan disembarang telinga. Kesabarannya juga terwujud dalam kesehariannya, yang menjadikan hari- hari adalah berkah untuk sang suami. Mengalahnya adalah untuk ketenangan, dan kemenangannya adalah untuk kebahagiaan, bukan hanya untuk diri dan sesamanya, namun juga untuk semua makhluk yang ada disekitarnya. Menjadi pelayan bagi sang suami adalah sebuah keridhoaan, dan istri yang "cantik" sangat menyadari bahwa dirinya akan terlayani oleh kebaikan Dari Allah sebagai upahnya.
Kecantikan seorang wanita terletak pada kejujurannya. Ketepatan kata- kata dengan kenyataan tanpa harus menyuguhkan konflik baru menjadikannya cantik dengan jujur, sangat alami dan apa adanya.
Subhanallah betapa wanita itu indah. Dan kecantikan abadi sang istri itu adalah tentang jiwanya. Keikhlasannnya mengabdi kepada suami hanya karena Allah yang tercermin dalam fisik, tutur kata, sikap, dan perilaku. Bahkan Allah pun tersenyum melihat seorang hambanya yang sedemikian cantik sehingga dia pantas dikategorikan sebagai bidadari surga kelak. Kecantikannya menuntun sang suami dengan sadar dan sepenuh hati berkata " alhamdulillah, aku bersyukur mempunyai istri secantik dirimu"
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
▼
2013
(187)
-
▼
November
(9)
- Cukuplah Allah yang Menyelesaikan Urusan Kita
- Kita dan Masalah
- Na’am! Kita Ahlus Sunnah wal Jamaah
- INILAH MENGAPA ISLAM MELARANG MENYAMBUNG RAMBUT
- Cerita Penasihat Presiden tentang Permintaan Puter...
- Kisah Keluarga Penghafal Qur'an yang Luar Biasa
- Menag: “Rahmah El Yunusiah Sangat Layak Menjadi Pa...
- Fathimah az-zahra R.ha dan Gilingan Gandum
- 10 Adab Jima’
-
▼
November
(9)













