Showing posts with label Bayi. Show all posts
Showing posts with label Bayi. Show all posts

Sunday, June 16, 2013

Hamil Setelah Melahirkan, Kok Bisa?

 


Beberapa orang kemudian hamil lagi padahal baru saja beberapa bulan melahirkan. Jangan kaget ya, Bun, hal ini bukan hal yang aneh dan sangat normal terjadi.

Pasca melahirkan, pada umumnya wanita akan mengeluarkan darah layaknya sedang haid, yang lebih dikenal dengan masa nifas. Sebenarnya pada masa ini yang terjadi adalah pembersihan dinding rahim yang mengeluarkan jaringan sisa-sisa plasenta. Masa nifas ini berlangsung kurang lebih 6 minggu atau 40 hari lamanya. Namun, kita perlu tetap berhati-hati karena walaupun kita dalam masa nifas, bukan berarti kita tidak subur.

Kemudian kapan wanita masuk dalam masa suburnya lagi?

Pada umumnya, mereka yang memberikan ASI eksklusif mengalami menstruasi lagi sekurang-kurangnya 6 minggu setelah melahirkan, dan adapula yang mengalaminya setelah 8-10 minggu. Nah, bila dihitung, sebulan setelah melahirkan, Anda sudah masuk pada masa subur.

Apakah masa subur ini akan datang teratur?

Tentu saja, tetapi khususnya bagi Anda yang memberi ASI eksklusif pada bayi, masa subur akan datang teratur setelah 12-18 bulan. Hal ini dipengaruhi oleh adaptasi tubuh setelah melahirkan, yang tak bisa berubah cepat saat itu juga.

Nah, kok bisa setelah melahirkan hamil lagi?

Karena menstruasi dialami setidaknya 6 minggu setelah melahirkan, memang ada kemungkinan wanita hamil lagi setelah melakukan hubungan intim (pasca melahirkan). Masa subur pada umumnya terhitung 14 hari sebelum menstruasi hari pertama. Jadi apabila Anda ingin mencegah kehamilan pasca melahirkan, lebih baik menggunakan alat kontrasepsi pada masa subur saat berhubungan intim dengan suami, terutama 21 hari setelah melahirkan.

 Sumber: vemale.com

Cara Mengatasi Sembelit pada Bayi

Sembelit merupakan jenis gangguan pencernaan yang rasanya lumayan sakit dan melilit dan membuat penderita merasa sakit di bagian perut. Selain pada orang dewasa, sembelit juga bisa terjadi terhadap bayi yang masih berumur di bawah 1 tahun.

Gejala yang mungkin muncul berupa bayi yang sering nangis dan dia jarang buang air besar. Apabila bayi anda mengalami kejadian seperti itu, bisa jadi sang buah hati terkena sembelit. Jika orang dewasa saja merasa sakit apalagi sang bayi yang masih kecil dan tak berdaya, makanya ia sering nangis-nangis.


Nah berikut ini adalah beberapa Cara Mengatasi Sembelit pada Bayi:

1. Gunakan obat pencahar alami
Anda tak usah khawatir mencari-cari obat ke dokter untuk mengatasi sembelit pada bayi. Anda bisa buat sendiri di rumah dengan bahan-bahan alami yaitu dengan merendam buah plum dengan air panas lalu biarkan semalaman. Apabila anda sulit menemukan buah plum, anda bisa juga memakai apel yang dicincang, pir, apel, buah persik, kadang polong dan bayam. Caranya dengan meminumkan satu sendok air ramuan tersebut pada bayi. Senyawa larutan tersebut dipercaya mampu mengencerkan tinja dan mengatasi sembelit pada bayi.

2. Berikan asupan ASI pada bayi
Air susu ibu merupakan nutrisi alami yang memiliki banyak manfaat kesehatan bagi bayi. Oleh karena itu, sang ibu juga harus memperhatikan asupan makanan yang dimakan untuk menjaga kualitas ASI. Perbanyak minur air serta mengkonsumsi buah dan sayuran.

3. Pijat perut Bayi
Cara lainnya yaitu dengan cara memijat perut sang buah hati searah dengan putaran jarum jam. Pijat secara pelan dan rileks kemudian mandikan dengan air panas. Cara ini bisa membuat bayi merasa rileks dan air hangat bisa melancarkan pencernaannya.

4. Hindari makanan tertentu
Beberapa makanan tertentu yang dikonsumsi oleh bayi bisa mengakibatkan pencernaannya terganggu. Hal ini karena pencernaan bayi yang masih belum optimal dalam mencerna makanan. Jenis makanan seperti pisang yang masih mentah serta telur bisa memicu terjadinya sembelit pada bayi.

5. Latihan ringan pada bayi
Lakukan latihan ringan pada bayi dengan cara membaringkannya kemudian membiarkan kakinya menendang-nendang seperti sedang bersepeda. Cara ini bermanfaat untuk melonggarkan gesekan pada saluran usus dan mengurangi gas.

Demikian tadi beberapa Cara alami Mengatasi Sembelit pada Bayi. Semoga bayi anda lekas sembuh ya?

Sumber: HealthDetik,

Wednesday, May 29, 2013

ASI Eksklusif Penunjang Kecerdasan Bayi

ASI Eksklusif Penunjang Kecerdasan Bayi


Pemberikan ASI eksklusif merupakan factor penunjang kecerdasan si bayi, memang tidak mudah karena sang ibu harus memberikannya selama 6 bulan, masa 6 bulan inilah yang di sebut ASI eksklusif. Pada masa 6 bulan bayi memang belum di beri makanan selain susu untuk itu ibu harus memberikan perhatian yang ekstra pada bayi.

Namun, seringkali kesalahan yang terjadi adalah setelah masa ASI eksklusif ini atau si bayi sudah bisa mengkonsumsi makanan lain selain ASI si ibu tidak memberikan ASI lagi. Padahal menurut standar kesehatan dunia WHO, bayi sebaiknya di sapih setelah 2 tahun usianya. 

Permasalah ASI eksklusi juga terjadi pada ibu yang bekerja di kantoran, untuk itu pemerintah mencoba memberikan keleluasaan pada ibu yang pada masa pemberian ASI eksklusif boleh membawa anak ikut serta bekerja atau mengijinkannya memberi jam khusus untuk menyusui bayinya.

Seberapa Penting Pemberian ASI Eksklusif

Pentingnya ASI eksklusif memang harus menjadi perhatian, dan tanggung jawab sebagai orang tua juga harus mulai menyadari akan dampak pada si bayi jika ASI eksklusif ini tidak di berikan pada bayi dengan maksimal. Pertumbuhan bayi pada usia 0-6 bulan bisa sangat terhambat dan kemungkinan besar juga bayi anda tidak sehat.

Seperti kita ketahui bersama dengan ibu memberikan ASI nya secara maksimal maka otomatis sang ibu akan mentrasfer imunitasnya kepada si bayi, sehingga apabila ibu sehat maka bayi juga bisa sehat. Kita harus coba bersama-sama memberikan pemahaman pada masyarakat untuk melindungi hak bayi dalam memperoleh ASI eksklusif.

Perhatian akan pentingnya ASI eksklusif juga harus datang dari lingkungan sekitar, ini agar pemberian ASI eksklusif di terapkan dalam kebiasaan atau budaya yang harus di lestarikan. Karena meskipun ada susu formula yang anda andalakan sebagai pengganti ASI eksklusif itu tidak akan sebaik ASI. Karena banyak sekali kandungan susu formula yang tidak terdapat pada ASI, asi lebih memiliki fungsi menyeluruh pada bayi sedangkan susu formula hanya memacu sebagian saja. Jadi, sudah sangat jelas bahwa memberikan ASI eksklusif adalah hal yang tidak bisa di gantikan.

Sumber:duniaanak.org

Kenali Penyebab Bayi Kuning

Kenali Penyebab Bayi Kuning

Bayi kuning? pasti anda pernah mendengarnya atau bahkan pernah terjadi pada bayi Anda.
Kuning pada bayi baru lahir adalah munculnya warna kuning pada kulit dan jaringan tubuh bayi yang lainnya.
Umumnya kuning terjadi 2-4 hari setelah bayi lahir.

Ada beberapa penyebab bayi kuning antara lain:

  1. Pada awal kelahiran sel darah merah mulai diuraikan untuk kemudian diganti dengan sel darah merah yang baru. Hal ini akan mengakibatkan kadar bilirubin meningkat, namun akan menurun dalam dua minggu sampai sebulan kemudian.
  2. Bayi yang lahir lebih awal atau prematur.  Jika kuning pada bayi prematur lebih dari 10 mg/dL, bayi harus segera mendapat penanganan untuk menghindari timbulnya komplikasi.
  3. Kuning juga dapat terjadi akibat masalah dalam pemberian ASI, misalnya produksi ASI yang kurang di awal kelahiran sehingga bayi hanya mendapat sedikit ASI.
  4. ASI juga dapat sebagai penyebab bayi kuning (breastmilk jaundice). Jika terdapat kandungan hormon progesteron dalam ASI hal ini dapat  mengakibatkan terganggunya proses penguraian bilirubin.
  5. Adanya kandungan enzim liprotein lipase pada ASI juga dapat membuat kadar bilirubin meningkat. Jika ini terjadi, ASI tetap dapat di berikan, namun jika kenaikan bilirubin terjadi terlalu cepat, hentikan pemberian ASI untuk sementara waktu.
  6. Penyebab bayi kuning lainnya adalah perbedaan golongan darah ibu dan bayi.
Sekitar 60% kuning terjadi pada bayi sehat, Anda tidak perlu terlalu khawatir, namun demikian sebagai orangtua Anda harus tetap memantau kondisi bayi.

Jika kuning terjadi pada hari pertama kelahiran, makin lama kuning makin nyata, bayi menjadi lemah disertai demam, maka segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Sumber:duniaanak.org

Obesitas Pada Anak – Fakta & Penanganannya


Obesitas pada anak merupakan salah satu masalah kesehatan yang serius di masyarakat kita dewasa ini. Di Amerika, Obesitas Pada Anak dikatakan telah meningkat sebesar 3 kali lipat selama 30 tahun terakhir. Sedangkan di Indonesia sendiri masalah ini juga meningkat tajam sebesar 2 kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir.

Sayangnya, walaupun masalah ini sudah dapat dikatakan berada pada taraf yang mengkhawatirkan, baik pemerintah, masyarakat maupun para orang tua masih belum memahami bahaya dari kondisi ini pada si anak. Sebagian besar dari mereka tidak atau belum mengerti bahwa obesitas pada anak dapat membawa dampak yang sangat serius bagi si penderitanya.

Memahami Penyebab dan Penanganan Obesitas Pada Anak

Ada berbagai penyebab yang membuat seorang anak mengalami berat berlebih. Mengetahui dan mengenal penyebab tersebut, dapat membantu Anda untuk mencari solusi dan cara penanganan yang tepat untuk masalah yang dihadapi anak Anda.

Berikut beberapa penyebab dan penanganan obesitas untuk Anda pelajari:

1. Kebiasaan Makan yang Buruk

Anak yang tidak atau kurang suka mengkonsumsi buah, sayur dan biji-bijian (grains) dan lebih memilih fast food, minuman manis maupun makanan kemasan, memiliki kecenderungan untuk memiliki berat berlebih karena makanan tersebut merupakan makanan yang tinggi lemak dan kalori tetapi memiliki nilai gizi yang rendah.

Penanganan: Merubah pola makan menjadi pola makan yang sehat. Batasi tingkat konsumsi fast food dan semacamnya. Perbanyak konsumsi sayur, buah dan menu bergizi lainnya.

2. Faktor Keturunan

Obesitas bisa diturunkan oleh orang tua. Jadi seorang anak yang memiliki orang tua atau keluarga yang mengalami obesitas juga berpotensi untuk mengalami hal sama. Tetapi perlu Anda ketahui bahwa faktor keturunan tidak lantas membuat seseorang memiliki berat berlebih. Hal ini akan muncul jika si anak mengkonsumsi kalori berlebih dari jumlah yang seharusnya ia konsumsi.

Penanganan: Melakukan diet makanan agar jumlah kalori, lemak maupun zat lain yang dibutuhkan oleh tubuh terpenuhi setiap harinya dan tidak berlebihan.

3. Tidak Aktif Secara Fisik

Teknologi modern banyak memaksa anak-anak kita untuk lebih banyak duduk diam menghabiskan waktu mereka di depan layar komputer maupun televisi sehingga mereka tidak banyak bergerak. Jika konsumsi kalori dan lemak mereka berlebih, padahal tubuh tidak membakarnya, maka obesitas pada anak akan terjadi pada mereka.

Penanganan: Latih anak untuk aktif bergerak. Kurangi jatah main game atau nonton TV dan ganti dengan mengikutsertakan mereka dalam kegiatan olahraga yang mereka sukai.

Sumber:duniaanak.org

Tips Jitu Hindari Obesitas Pada Anak



Obesitas pada anak merupakan salah satu kekhawatiran yang dirasakan oleh banyak orang tua saat ini. Menutur laporan dari US Centers for Disease Control and Prevention, seorang anak yang terserang obesitas cenderung rawan terkena resiko diabetes, penyakit jantung serta kanker.
Hal tersebut biasa menjangkiti anak-anak pada rekapan usia antara 6 hingga 11 tahun. Pada usia ini, biasanya anak-anak cenderung sedang dalam tahap hiperaktif dan sulit untuk di kontrol aktifitasnya, terutama berkaitan dengan pola makan, aktifits keseharian dan ritunitas olah raga. Namun, sebenarnya obesitas dapat dicegah sejak dini, dan itu tentu saja menuntut peranan serta  dukungan ekstra dari orang tua.

Berikut ini adalah beberapa tips jitu yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk menghindari terjadinya Obesitas Pada Anak

Perhatikanlah pola makan anak

Obesitas banyak menjangkiti sebagian besar  anak yang cenderung tidak terkontrol dengan baik pola makannya. Terutama jenis makanan yang banyak mengandung bahan pengawet, minuman yang bersoda, makanan cepat saji dan makanan sereal.  Jenis makanan tersebut biasanya menjadi menu favorit anak-anak. Maka dari itu, orang tua harus rutin mengawasi anak mengenai jenis makanan atau jajanan ringan yang di konsumsi. Kalau bisa, latihlah anak untuk menyukai buah-buahan dan sayur mayur sejak dini, hal ini akan sangat membantu dalam menyeimbangkan berat badan serta  baik untuk menunjang kesehatan dan  pertumbuhan.

Latihlah anak untuk membiasakan sejak dini gaya hidup yang seimbang

Mayoritas anak-anak, mereka sangat menyukai jenis kegiatan seperti bermain game, nonton video dan nonton tv. Padahal, kebiasaan tersebut merupakan faktor yang signifikan dalam meningkatkan kelebihan berat badan. Jadi, sebisa mungkin bagi orang tua untuk mengarahkan pada anak supaya tidak terlalu banyak menghabiskan waktu menekuni rutinitas  tersebut.

Latihlah anak untuk mencintai olah raga

Kebiasaan oleh raga yang teratur sejak dini bukan hanya baik untuk kesehatan anak, namun juga sangat penting dalam mengontrol keseimbangan hormon yang dapat menyeimbangkan antara pertumbuhan dan berat badan, sehingga terhindar dari obesitas.

Kenali jenis menu died yang sehat untuk anak

Orang tua harus mengetahui bahwa menu died sehat untuk anak-anak berbeda dengan menu died  untuk orang tua. Jika perlu, bertanyalah pada ahli kesehatan mengenai menu yang cocok dan tepat untuk anak sesuai dengan tingkat usia.

Biasakan mengajak anak untuk berkumpul bersama keluarga

Ajarkanlah pada anak untuk terbiasa berkumpul dengan keluarga, terutama saat makan malam. Dalam kondisi ini, biasanya seorang anak cenderung lebih tenang dan terbuka pada orang tuanya. Jadi, di sini orang tua memiliki kesempatan yang luas untuk memberikan arahan pada anak dengan cara yang santai dan menyenangkan.

Sumber:duniaanak.org

Wednesday, September 28, 2011

Tahap Perkembangan Bayi




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgywrLwWOEQLwMfHD_2527W9spZJaeTIQMvfLRu1wLvF7tjd-WhHYsCi-fJUUFDHyTW8nT04ZavZXAnMy3887l8czC_bEWN4TlBrKehDUrUj3NcrS2bq4oK32LZRfBtnbe3EeM__HXVXcU/s1600/031212a.jpg

Bayi anda berkembang sepanjang waktu, dari hari ke hari, bulan demi bulan, semuanya berkembang dengan menabjubkan. Tidak ada patokan khusus untuk mengukur tumbuh kembangnya, akan tetapi dapat kita lihat petunjuk secara umum dari beberapa bayi, walaupun masing-masing bayi perkembangannya berbeda satu dengan yang lain. Berikut dapat kita simpulkan perkembangan-perkembangn secara umum :


Usia lahir hingga 1 bulan

  • Mata belum bisa focus, tapi sudah belajar mengenali wajah dalam jarak dekat
  • Dapat menirukan anda dalam hal menjulurkan lidah atau membuka mulut
  • Secara insting akan menuju kearah susu anda dan membuka mulutnya
  • Memejamkan mata atau berkedip saat ada cahaya yang kuat dan akan menutup matanya bila terlalu banyak rangsangan cahaya yang masuk
  • Dalam periode 24 jam tidur 16 hingga 17 jam
  • Biasanya membutuhkan perawatan setiap 2 jam, tidak terlepas dari susu ibu atau susu formula dalam jangka waktu 3 atau 4 jam
  • Menangis berarti membutuhkan sesuatu (makanan, ganti popok, ketenangan atau belaian)
  • Usia lahir hingga 1 bulan
  • Mata belum bisa focus, tapi sudah belajar mengenali wajah dalam jarak dekat
  • Dapat menirukan anda dalam hal menjulurkan lidah atau membuka mulut
  • Secara insting akan menuju kearah susu anda dan membuka mulutnya
  • Memejamkan mata atau berkedip saat ada cahaya yang kuat dan akan menutup matanya bila terlalu banyak rangsangan cahaya yang masuk
  • Dalam periode 24 jam tidur 16 hingga 17 jam
  • Biasanya membutuhkan perawatan setiap 2 jam, tidak terlepas dari susu ibu atau susu formula dalam jangka waktu 3 atau 4 jam
  • Menangis berarti membutuhkan sesuatu (makanan, ganti popok, ketenangan atau belaian)
Usia 1 bulan
  • Penglihatan cukup jelas dalam jarak 8 hingga 12 inchi, akan memandang wajah ibu saat disusui
  • Gerakan, dalam hal menggenggam dan mengayun masih bersifat refleks
  • Masih tidur lebih dari setengah hari, tapi pelan-pelan mulai lebih banyak tidur malam hari daripada di siang hari
  • Senyuman pertama mungkin akan muncul di usia ini
  • Menangis lebih banyak terjadi saat usia 6 minggu (hampir 3 jam sehari lebih sering lagi kalau ia kolik)
Usia 2 bulan
  • Mulai mengenali wajah-wajah yang berbeda
  • Dapat memegang benda dalam beberapa detik sebelum benda ittu terlepas
  • Sudah mampu menoleh bila ada suara yang dating dari arah kiri atau kanan
  • Masih perlu tiga atau empat kali tidur siang, dan terbangun pada malam hari untuk minum susu atau makan
  • Dalam hal minum susu mungkin bervariasi dari 6 hingga 10 kali sehari
  • Kadang menghentikan tangisnya sambil berharap anda menghampirinya dan memberi perhatian
Usia 3 bulan
  • Gampang dan spontan dalam tersenyum
  • Dapat memegang benda dan mengayunkannya
  • Menjadi sangat asyik dengan tangan dan jari-jarinya
  • Akan mengikuti gerak dan arah gerakan benda
  • Ketika tengkurap, sudah dapat mengangkat kepalanya dan bersandar pada bahunya
  • Menangis sebagai cara untuk mengkomunikasikan sekaligus menandakan kebosanan atau sedang butuh perhatian
Usia 4 bulan
  • Dapat melihat ke penjuru ruangan
  • Dapat berguling dengan tanpa bantuan
  • Memukul-mukul air dan menendang-nendang untuk kesenangan saat sedang dimandikan
  • Dapat mulai menahan kepala secara tegak
  • Mulai bereksperimen dengan mengoceh
  • Bisa mendengarkan musik
  • Mulai tumbuh gigi
Usia 5 bulan
  • Mengenali anggota-anggota keluarga dengan baik
  • Akan mencondongkan dada untuk mengambil benda yang jatuh
  • Mulai memegang benda, menggoyang-goyangkannya dan sering mengeksplorasinya dengan mulut
  • Dapat melihat keseluruh ruangan
  • Bisa bergulingan dengan tanpa bantuan
  • Memukul dan menendang-nendang saat mandi
  • Dapat menahan kepala secara tegak
  • Bereksperimen dengan berbagai bentuk ocehan
  • Mendengarkan musik
  • Mulai tanda tumbuh gigi
Usia 6 bulan
  • Mungkin sudah mampu duduk bila dibantu
  • Dapat memutar tubuh dan menengokkan kepala
  • Bila belum mulai makan makanan padat, mulai saat ini bisa dimulai
  • Emosi secara keseluruhan akan muncul saat ini, mulai dari senang, sayang, dan peka terhadap humor hingga tidak sabar, takut dan tidak percaya.
  • Kemungkinan bisa menambahkan beberapa konsonan pada saat mengoceh
  • Bayi mungkin bisa tidur sepanjang malam dimana membuatnya bisa tidak makan atau minum selama 6 hingga 7 jam
  • Ketika marah sudah bisa menenangkan diri
Usia 7 bulan
  • Memulai beberapa bentuk awal merangkak
  • Memulai dapat mengangkat tubuh untuk menuju kearah posisi berdiri
  • Gigi sudah mulai terbentuk dan tumbuh disebagian formasi
  • Dapat mengenali nama sendiri dalam rangkaian kata-kata yang kita ucapkan
  • Senang sekali pada situasi social dan kegirangan dengan ditandai melonjak-lonjak saat tahu saatnya untuk bermain
Usia 8 bulan
  • Merangkak maju atau mundur, kadang sambil berpegangan pada suatu benda
  • Kemungkinan sudah dapat berdiri sambil bertopang pada sesuatu
  • Sedikit motorik skill juga sudah berkembang seperti mengambil benda kecil dengan cara menggenggam menggunakan ibu jari dan jari lainnya
  • Dapat mengingatkan kejadian yang baru lewat
  • Mengerti bahwa mainan tidak hilang ketika disembunyikan, paham bahwa benda itu ada disuatu tempat tapi tidak harus tampak
  • Menangis karena tidak sabar
Usia 9 bulan
  • Belajar bertepuk tangan
  • Belajar merembet atau mendaki sesuatu
  • Memahami beberapa kata-kata, walaupun tidak bisa mengucapkannya
  • Memahami ketinggian bahkan kadang takut dengan hal itu
  • Ingin bermain didekat anda tetapi dalam prosesnya dia ingin mengeksplorasi sendiri mainannya tersebut secara independent
  • Tidur siang mungkin turun hingga hanya dua kali sehari
Usia 10 bulan
  • Mampu berjalan bila anda memegang kedua tangannya
  • Duduk dari posisi berdiri
  • Kadang bergoyang atau melonjak-lonjak ketika mendengarkan musik
  • Menjadikan semua peralatan rumah tangga sebagai mainan
  • Takut terhadap tempat-tempat yang aneh
  • Mulai bagus ketika mengantisipasi kejadian, ketika lemari es dibuka ia mengharap adanya makanan, ketika anda mengambil dompet bayi anda mungkin berharap anda akan mengajaknya keluar
Usia 11 bulan
  • Merambat sepanjang furniture rumah tanpa bimbingan anda
  • Bisa berjinjit mengangkat tubuh diatas jari-jari kaki
  • Meloncat dan membungkuk
  • Memahami bahwa benda yang kecil dapat masuk ketempat yang lebih besar
  • Bisa membuat suara-suara yang lebih berarti, termasuk menirukan irama
  • Memahami kata jangan tetapi belum dapat meletakkannya dalam konteks yang berbeda
Usia 12 bulan
  • Segera akan berdiri dan berjalan sesaat sebelum ulang tahunnya yang pertama
  • Akan menirukan tindakan-tindakan seperti berbicara di telepon, menyapu lantai, mendorong trolly belanja, memberi makanan bayi dan sebagainya
  • Memahami lebih banyak kata-kata yang kita ucapkan
  • Kemungkinan menunjukkan secara sementara prefensi kearah salah satu orang tertentu
  • Kadang menolak waktu untuk tidur baik sing ataupun malam
  • Menunjukkan kasih sayang dalam bentuk tersenyum, memeluk, mencium atau tepukan dipunggung


Sunday, September 25, 2011

Ketika Si Bayi Terserang Flu

http://aufalactababy.files.wordpress.com/2011/07/common-cold-child.jpg

Nama lain flu adalah influenza, common cold, batuk pilek, atau kadang, masuk angin. Biasanya penularan terjadi saat penderita awal terbatuk, bersin, dan terlontar melalui kontak tangan. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus yang jenisnya sangat banyak, tetapi gejalanya mirip

Diterangkan oleh dr Suririnah, dalam bukunya yang berjudul Buku Pintar Merawat Bayi 0-12 Bulan, mengatakan, gejala flu antara lain; batuk, pilek, bersin, nafsu makan menurun, nyeri bila menelan makanan, dan demam (biasanya tak lebih dari 38.5 derajat Celsius).

Flu sebenarnya bukan penyakit berbahaya, karena jarang menimbulkan komplikasi, meski disertai demam tinggi sekalipun. Namun, meski tidak berbahaya, bayi dan anak yang terkena flu akan cukup terganggu. Umumnya, anak jadi sulit tidur, tak mau makan, dan rewel. Perlu diwaspadai pula, jika kondisi daya tahan tubuh anak menurun, bisa terjadi komplikasi; pneumonia, bronkitis, infeksi telinga, sinus, atau hingga infeksi telinga tengah.

Dr Suririnah berbagi tips bagaimana menangani flu pada anak
  • Pastikan si anak mendapat istirahat dan cairan yang cukup. Beri ASI atau susu sesering mungkin, atau makanan padat (jika sudah mulai), seperti sup dan buah-buahan untuk tambahan cairan.
  • Untuk bayi yang kurang dari 6 bulan, bantu bayi mengeluarkan ingus dengan alat penyedot ingus yang banyak di pasarran.
  • Bantu ia mengeringkan lendir di daerah kepala dengan meletakkan selimut yang dilipat di antara kasur dan ranjangnya di bagian kepala, agar posisi kepala lebih tinggi.
  • Perlu diketahui, bahwa penyebab flu adalah virus, dan tidak akan bereaksi dengan antibiotika. Dokter baru akan memberi antibiotika jika sudah terjadi komplikasi infeksi bakteri, seperti radang paru-paru atau infeksi telinga.
  • Periksa suhu tubuh bayi dengan termometer khusus untuk memastikan suhunya tetap dalam kondisi yang baik.
Bayi baru lahir sering bersin untuk mengeluarkan sisa lendir dan sebagai reaksi tubuh untuk membersihkan jalan napas yang teriritasi. Keadaan ini normal, dan bukan tanda-tanda flu. Namun, jika Anda merasa ada keraguan, sebaiknya selalu konsultasikan dengan dokter anak kepercayaan Anda.

Manfaat Tertawa Bagi Bayi

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh46RoFh_3Deirl3SAW9MoP9k0qSqqlybzIOU7FDjZvfi3IrMSvOI_L3WR80X1FjQtuleFkFiHiWAeBGzTpNY92fX2E6lslvUt903u9EJptdURw6qSwxPWz-PjHL9g7-ROu5Dl6EqtkJ2I/s1600/bayi_10.jpg

MELIHAT bayi Anda tertawa tentu merupakan hal yang sangat menyenangkan. Sudah jadi hal yang lumrah bagi orang tua mengajak buah hatinya bermain dan bercanda yang kadang bisa membuat buah hatinya tertawa riang. Di samping kegiatan itu bisa mendekatkan ikatan antara ibu dan bayinya, ternyata bisa bermanfaat juga bagi kesehatan bayi kita.
Bunda, sebenarnya bayi Anda meniru Anda. Ia melihat bagaimana orang lain tertawa ketika melihat atau mendengar sesuatu. Ia mulai mencerna dan akhirnya meniru . Jadi ketika ada hal yang menurutnya lucu, ia langsung tertawa. Jangan kaget pula bila tawa bayi terkadang terdengar aneh, layaknya orang bernyanyi dengan teknik stakato dan bahkan tertawa terkekeh-kekeh dengan volume cukup keras. Sebenarnya ini karena laring-nya belum terbentuk sempurna sehingga ia belum bisa mengontrol tawanya.
Berikut manfaat tertawa yang bisa di dapat bayi Anda:
  • Bagi bayi, tertawa selama 1 menit sama seperti melakukan olahraga 20 menit. Jadi, saat bayi Anda tertawa, ia berolahraga.
  • Tertawa dapat merangsang otak bayi untuk memproduksi hormon yang bisa memicu pelepasan endorfin (zat pembunuh rasa sakit)
Mengetahui manfaatnya tentu kita jadi lebih semangat mengajaknya bermain dan bercanda. Namun, kadang sulit juga sampai bisa membuatnya tertawa.  Untuk bisa tertawa, kita butuh “kejutan” (suprise). Berikut adalah beberapa “kejutan” yang bisa merangsang si kecil tertawa.
  • Gerak-gerakkan wajah Anda. Kadang-kadang, dengan menjulurkan lidah Anda dan sedikit tarikan wajah. Bahkan, kerlingan mata Anda pun sudah bisa membuat bayi tergelak-gelak.
  • Gelitik pinggang atau telapak kakinya dengan jari-jari Anda, atau ciumi perutnya, biasanya bayi akan tertawa terbahak.
  • Bermain ciluk ba. Tutup dan buka kembali wajah Anda dengan telapak tangan, dengan sedikit tarikan wajah yang menunjukkan senyum atau tawa Anda. Bayi akan bertambah senang jika disertai sedikit suara yang mengagetkan. Atau, buat “tirai” yang membatasi  bayi dengan Anda. Ketika  “tirai”-nya dibuka dengan cepat, bayi akan melihat wajah Anda yang semula “hilang”, muncul kembali dengan penuh tawa.
  • Menyanyikan lagu anak-anak dengan mengayun-ayunkan tubuhnya di pangkuan Anda.  Pada akhir lagu, buat sedikit kejutan dengan mengeraskan beberapa kata. Biasanya, bayi akan menyukainya dan tertawa tergelak-gelak. 
sumber:republika

6 Tangis Bayi yang Perlu Dipahami

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJV_fOPUZ_Btg49PSR6OImkGPbP64BEV7nu40XB2mStMAho2Ns5LSEWCnJDpjPhJlCDrPlotegcffBPbTUglA3qhEhpHzappY08jw25oRT1MrE15RoiBIHAAKGqLCMQtjmJ_-b-_ZNvoCF/s1600/bayi+menangis.jpg

Tangisan merupakan alat komunikasi pertama yang dikuasai bayi. Lewat tangisan, bayi mengutarakan keinginan dan kebutuhannya secara efektif. Dalam buku Your Child's Body Language, Dr Richard Woolfson menjelaskan bahwa tagnisan bayi mempunyai arti yang berbeda-beda. Setiap jenis tangisan mengkomunikasikan pesan tersendiri untuk ayah ibunya.


1. Tangisan Ingin Menyusu
Bayi akan mulai menangis jika lapar. Biasanya, tangisannya berulang-ulang. Ia menangis lalu berhenti sejenak untuk mengambil napas, menangis lagi, berhenti sejenak untuk mengambil nafas, demikian seterusnya. Agar tangisnya berhenti, segera susui dia hingga kenyang.

2. Tangisan Popok Kotor
Bayi pun telah mengenal arti kebersihan diri. Karena itu bila popoknya basah ia akan menangis, karena ia merasa tidak nyaman. Tangisannya biasanya perlahan, kemudian makin keras dan makin keras. Dirimu juga bisa memperhatikan dari gerak gerik tubuhnya lho Jeng. Ia kerap menggeliat-geliat di atas kasurnya. Jika seperti itu, segera periksa popoknya. Jika basah segera ganti dengan popok yang baru.

3. Tangisan Sakit
Semua bayi menangis jika ia merasa sakit. Tangisan jenis ini adalah tangisan bernada tinggi, mirip seperti jeritan, kemudian ia terengah-engah pada saat menarik nafas dan menjerit lagi. Cobalah temukan apa yang membuatnya kesakitan. Pegang perutnya, jangan-jangan kejang. Goyang-goyang tangan, kaki atau leher dan kepalanya. Jika ia menjerit lebih keras ketika menggoyang bagian tertentu, mungkin ada yang sakit karena terjatuh tanpa sepengetahuan Jeng. Dirimu bisa mengompres bagian yang sakit dengan air hangat.

4. Tangisan Bosan
Jangan dikira bayi belum memiliki rasa bosan. Ia akan bosan juga dengan satu aktivitas. Tangisan ini untuk mendapat perhatian anda, Jeng. Tangisannya lebih mirip teriakan ketimbang tangisan. Ia akan tetap menangis selama ia merasa bosan. Atasinya dengan mengganti aktivitas untuk menghiburnya. Misalnya, menyenandungkan lagu atau membacakan cerita.

5. Tangisan Minta Gendong
Bayi akan menjadi cengeng jika lelah, meski ia mungkin tidak ingin tidur. Ia akan merengek dengan menjengkelkan. Mungkin kepalanya akan teranggung-angguk ataupun tangannya digosok-gosokkan ke wajahnya. Jika kondisinya seperti itu, segera angkat dari pembaringannya dan ayun-ayunkan di gendongan.

6. Tangisan Kesepian
Bayi juga tidak menyenangi suasana sepi. Ia pun ingin berada di tengah-tengah keluarga atau di sisi kita. Bila ia merasa kesepian, maka akan menangis. Tangisannya akan terdengar menyedihkan. Cara mengatasinya tangisannya, sediakan waktu sedikit untuknya sampai tangisannya berhenti. Gendonglah bayi atau usap-usap keningnya.

Semoga pemahaman tangis anak bayi ini bermanfaat...

Tuesday, September 13, 2011

Jenis-Jenis Temperamen Bayi

 http://heatherlindayoung.files.wordpress.com/2011/01/baby.jpg
Setiap bayi adalah unik, masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Demikian pula dengan temperamennya.

Beberapa jenis temperamen bayi dan kiat-kiat yang dapat Anda lakukan :

Pendiam

Bayi yang digolongkan ke dalam temperamen pendiam tidak terlalu banyak tingkah, sangat kalem. Ia tidak sulit untuk disuapi atau dimandikan. Jika menangis, ia mudah sekali ditenangkan. Memiliki bayi yang bertemperamen seperti ini menyenangkan namun umumnya lambat dalam tahap perkembangannya dibandingkan bayi-bayi lainnya. Cobalah untuk sering memberikan stimulasi berupa nyanyian, cerita, ataupun mainan yang dapat merangsang gerak motoriknya.

Aktif

Bayi yang memiliki temperamen aktif sangat akyif sejak ia bangun hingga menjelang tidur. Mereka hanya perlu sedikit tidur, lalu energinya kan penuh seperti semula. Ia akan memainkan semua hal yang menarik perhatiannya, dan menjadi rewel jika ia merasa bosan. Bayi yang memiliki temperamen seperti ini umumnya memiliki kematangan fisik di atas bayi-bayi seusianya. Karena sulit dilarang untuk melakukan suatu kegiatan, buatlah lingkungan yang aman untuk dijelajahi.

Tergantung

Bayi Anda tergantung pada kehadiran orang lain. Ia akan protes jika Anda meletakkannya dalam box sendirian. Semua aktifitas akan dilakukannya dengan mudah jika ada Anda di dekatnya. Sepajang ada yang menemani, maka ia akan makan, main, atau tidur dengan mudah. Namun jika ia tidak melihat Anda, ia akan rewel. Cobalah membuat bayi yang memiliki temperamen ini menjadi mandiri, sehingga ia dapat berpisah dengan Anda. Meski awalnya ia akan rewel, namun ia akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan orang yang menggantikanm posisi Anda dalam merawatnya.

Ceria

Bayi yang memiliki jenis temperamen seperti ini mudah dibedakan dari bayi-bayi lainnya karena ia memiliki ekspresi yang selalu tersenyum dan tertawa. Jika melihat orang lain, bayi yang memiliki temperamen seperti ini umumnya akan menggerakkan tangan dan kakinya, seolah-olah hendak menyapa. Bayi ini umumnya akan tumbuh menjadi anak yang mudah bergaul dan disenangi teman-temannya. Untuk mengimbanginya, kenalkanlah pada kegiatan yang lebih tenang, misalnya mendengarkan musik sendirian, agar ia terbiasa sendiri
.
Tahu yang ia mau

Bayi seperti ini umumnya tahu benar apa yang diinginkannya, bahkan sejak ia dilahirkan. Jika ia tidak ingin tidur, Anda akan kesulitan menidurkannya. Begitu pula dengan aktivitas yang tidak diinginkannya. Jika Anda memaksanya, ia akan rewel (memprotes) berjam-jam tanpa lelah. Untungnya, anak-anak ini biasanya berubah menjadi anak yang lebih mudah ketika ia sudah dapat diajak berkomunikasi dan bernegosiasi. Ketika iia masih bayi, yang dapat Anda lakukan adalah mengenali kebutuhan dan memberikan rutinitas yang sama setiap harinya. Kegiatan yang terprediksi dari waktu ke waktu dangat dibutuhkan untuk mengimbangi kebutuhannya.

Monday, August 15, 2011

Ternyata Kasih Sayang Menunjang Kecerdasan Bayi Lho

Ingatkah anda pada saat anda menghadapi ujian di sekolah. Suasana hati sangat mempengaruhi semangat kita belajar. Bila suasana hati kita sedang baik dan bahagia, maka kita akan lebih bersemangat dalam belajar, sehingga apa yang kita pelajari lebih mudah diserap oleh otak. Lalu apa hubungannya dengan kasih sayang dari orang tua kepada bayi dengan kecerdasan bayi.

Bayi masih sangat membutuhkan kasih sayang orang tua. Dengan kasih sayang yang diberikan dari orang tua kepada bayi, maka bayi akan merasakan kedamaian. Hatinya yang masih sangat sensitive akan lebih mudah menerima pelajaran dan pengalaman hidup yang baru bila bayi merasakan kedamaian dan kebahagiaan. Tentunya, hal ini juga akan sangat mempengaruhi perkembangan otak atau kecerdasan anak. Lalu apa kiat-kiat kita sebagai orang tua, supaya buah hati kita terpenuhi kebutuhan kasih sayangnya dan tentu saja supaya buah hati kita bisa menjadi anak yang cerdas di kemudian hari.

1. Ciuman, pelukan, dan belaian.

Seorang psikolog mengatakan bahwa ciuman, pelukan, dan belaian adalah bentuk penghargaan terhadap anak. Dengan begitu, dia akan merasa sangat dihargai oleh orang tuanya, dan memacunya untuk melakukan hal positif. Menangis, adalah salah satu cara bayi untuk mendapatkan perhatian. Nah… Bila kebutuhan akan kasih sayang dan perhatian seorang bayi telah terpenuhi, maka sang bayi pun tidak akan mudah menangis.

2. Pujian

Sebagai orang dewasa, kita sering membaca buku-buku motivasi atau menyaksikan acara-acara TV atau seminar-seminar tentang motivasi. Bayi tentu belum membutuhkan buku-buku atau nonton acara-acara yang berbau motivasi. Namun satu hal yang sama-sama dibutuhkan setiap manusia segala usia adalah motivasi. Agar bayi semakin termotivasi untuk belajar, berikanlah pujian-pujian dengan apa yang telah dia lakukan. Pujian sangat berarti agar dia bisa mengembangkan diri . Misalnya, pada awalnya bayi hanya memainkan kertas dengan cara meremas-remasnya. Kita bisa mengatakan,”Duh… Pinter banget anak mama, bisa bikn bola dari kertas.” Dengan pujian-pujian yang kita berikan dan dibarengi dengan bimbingan dari kita, lama-lama sang anak pasti bisa membuat kerajinan tangan dari kertas yang lebih baik lagi. Misalnya membuat pesawat, burung, dan lain-lain.

3. Hindari larangan

Bila sang bayi mulai melakukan hal-hal yang tidak baik, misalnya membuang sampah sembarangan, hindarilah melarang anak melakukannya, Kita bisa menggantikannya dengan kata-kata yang lembut dan mendidik. Misalnya,”Sayang…. Kalau buang sampah bukan di sana. Tapi di sini. Ini namanya tempat sampah.” Bila perlu anda mengambil tempat sampah anda, dan membawanya lebih dekat kepada anak, supaya dia bisa belajar cara membuang sampah yang baik. Coba anda bayangakan, bila anda hanya mengatakan,”Jangan buang sampah sembarangan!” Lalu anda sendiri yang mengambil sampah tersebut dan membuangnya. Pelajaran apa yang didapat dari sang bayi? Tidak ada. Hanya rasa takut.

4. Ajak bicara dengan suara lembut

Meski bayi belum menguasai banyak kosa kata, jangan pernah berhenti mengajaknya berbicara. Tentu saja dengan suara yang lembut dan penuh ekspresi. Coba anda perhatikan anak-anak yang cerdas yang pernah ditampilkan di TV, mereka berbicara dengan penuh ekspresi dan intonasi yang baik. Hal ini tentu sangat berhubungan dengan pengajaran yang diberikan oleh kedua orang tua mereka dalam kehidupan sehari-hari. Suara orang tua, terutama suara seorang Mama, adalah suara favorit buah hati anda yang pasti akan ditirukan oleh buah hati anda. Maka, sebaiknya hindari kata-kata dan intonasi yang kasar, karena bukan hal yang tidak mungkin bila buah hati anda akan menirukannya.

5. Cerdas Memberikan Tanggapan

Kita tentu ingin buah hati kita menjadi anak yang cerdas. Maka kita pun harus menjadi orang tua yang cerdas. Bukan hanya cerdas dalam pengetahuan yang bisa kita dapatkan dari berbagai media, namun juga cerdas dalam menanggapi kebutuhan anak. Agar kita bisa menjadi orang tua yang cerdas dalam menanggapi kebutuhan anak, maka kita perlu memahami buah hati kita. Agar kita bisa memahami apa yang menjadi kebutuhan buah hati kita, dan kapan buah hati kita membutuhkannya, tentu membutuhkan sebuah hubungan emosional yang baik, karena bayi belum dapat berbicara dengan jelas. Dan agar hubungan emosional itu bisa terjalin dengan baik, buah hati anda sangat membutuhkan waktu anda bersamanya. Hal ini sangat penting, agar buah hati kita bisa mudah menjalin hubungan dengan orang lain (hubungan social). Karena nantinya pelajaran dan pengalaman yang didapat dari buah hati anda tidak hanya melalui orang tua, namun juga orang lain.

6. Menjadi Teladan

Seorang anak belajar dari berbagai macam indra. Salah satunya adalah melalui indra penglihatan. Maka jadilah teladan yang baik dari buah hati anda. Apa yang selama ini anda ajarkan haruslah sesuai dengan apa yang dilihatnya. Bila anda rajin merapikan tempat tidur anda, maka anda pun telah mendidik buah hati anda untuk bisa menjaga kebersihan.

7. Pentingnya berpetualang

Berpetualang dalam hal ini tentu saja bukan dengan mengajak buah hati kita pergi mendaki gunung atau mengarungi samudara. Namun anda bisa melakukannya di lingkungan terdekat anda. Hal ini sangat penting agar buah hati kita tidak hanya belajar dari satu lingkungan saja (di dalam rumah), atau tidak hanya jalan-jalan di mall. Anda bisa mengajak buah hati anda untuk jalan-jalan di pagi hari (agar buah hati anda bisa merasakan kesejukan yang alami / tidak dari AC dan mendapatkan sinar ultraviolet dari matahari yang mengandung vitamin D, mengajaknya pergai ke taman (agar bisa mengenal berbagai macam tumbuhan), mengajaknya mengikuti acara-acara keagamaan, mengajaknya berenang (tentu dengan penjagaan dari orang tua), dan masih banyak hal lagi. Hal ini sangat penting, agar buah hati anda terlatih untuk bisa menyesuaikan diri di segala suasana dan cuaca.

8. Permainan Yang Edukatif

Banyak sekali mainan yang bisa kita temukan di toko maianan. Usahakan untuk memilih mainan yang mendidik, yang bisa membuat anak belajar melalui indra penglihatan, pendengaran, dan perasa, dan pengacap(beskata-kata), agar anak bisa memiliki kecardasan majemuk melalui pembelajaran dari semua indra yang dimiliki. Dalam hal ini, memang sangat membutuhkan kreatifitas anda sebagai orang tua. Karena dengan sebuah bola berwarna merah pun, anda bisa melatih buah hati anda tentang bentuk (dengan mengucapkan, meraba, dan melihat), warna (dengan melihat, mendengar, dan mengucapkannya), dan manfaat-manfaat lainnya.

9. Membacakan Dongeng

Bacakan buku dongeng yang bergambar dan berwarna. Untuk ukuran bayi, tidak perlu cerita yang menarik dan rumit. Karena yang terpenting adalah gambar yang menarik, dan dari segi cerita, andalah yang bisa membuatnya menjadi menarik. Gambar seekor burung pun bisa menjadi sesuatu yang menarik, bila dituturkan dengan cara yang menarik (intonasi yang baik, mengajak berinteraksi, suara yang jelas, dan pengembangan cerita yang baik). Misalnya dengan bertanya,”Burung kalau terbang di mana?” Lalu anda bisa bercerita,”Di ebuah daerah yang bernama Papua, ada seekor burung yang indah, namanya burung cendrawasi. Eh… Ada juga lho burung yang pinter niruin suara orang. Namanya burung Kakak Tua. Hayoo… Burung apa tadi namanya?” Ayo orang tua, kembangkan imajinasi anda untuk mencerdaskan buah hati anda.

10. Mendengarkan murotal Qur'an / musik

Membiasakan anak untuk mengenal Qur'an adalah suatu kewajiban seorang muslim, maka salah satu caranya adalah memperdengarkannya suara lantunan murotal Al qur'an pada anak. Begitu juga dengan musik/instrumen, maka secara tidak langsung, lantunan ayat suci dan musik juga bisa membawa efek positif bagi otak kanan dan kiri bayi. Akan lebih baik lagi bila musik-musik tersebut mengandung nilai moral dan pendidikan.[muslimdaily.net/bbs]

Wednesday, August 10, 2011

Inisiasi Menyusu Dini (IMD)


Inisiasi Menyusu Dini atau disingkat sebagai IMD merupakan program yang sedang gencar dianjurkan pemerintah. Menyusu dan bukan menyusui merupakan gambaran bahwa IMD bukan program ibu menyusui bayi tetapi bayi yang harus aktif menemukan sendiri putting susu ibu. 

http://mulyasetyas.files.wordpress.com/2010/05/inisiasi.jpg?w=240&h=180
 Program ini dilakukan dengan cara langsung meletakkan bayi yang baru lahir di dada ibunya dan membiarkan bayi ini merayap untuk menemukan puting susu ibu untuk menyusu. IMD harus dilakukan langsung saat lahir, tanpa boleh ditunda dengan kegiatan menimbang atau mengukur bayi. Bayi juga tidak boleh dibersihkan, hanya dikeringkan kecuali tangannya. Proses ini harus berlangsung skin to skin antara bayi dan ibu.

Tahapannya adalah setelah bayi diletakkan, dia akan menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya, maka kemungkinan saat pertama kali diletakkan di dada ibu, bayi belum bereaksi.
Kemudian berdasarkan bau yang dicium dari tangannya, ini membantu dia menemukan puting susu ibu.
Dia akan merangkak naik dengan menekankan kakinya pada perut ibu. Bayi akan menjilati kulit ibunya yang mengandung bakteri baik sehingga kekebalan tubuh bayi dapat bertambah.
Ingat, bahwa dalam IMD, Anda tidak boleh memberikan bantuan apapun pada bayi tapi biarkan bayi menyusu sendiri.
Biasanya, bayi dapat menemukan puting susu ibu dalam jangka waktu 1 jam pertama.


Program ini mempunyai manfaat yang besar untuk bayi maupun sang ibu yang baru melahirkan.
Tetapi, kurangnya pengetahuan dari orang tua, pihak medis maupun keengganan untuk melakukannya membuat Inisiasi Menyusu Dini masih jarang dipraktekkan.

Banyak orang tua yang merasa kasihan dan tidak percaya seorang bayi yang baru lahir dapat mencari sendiri susu ibunya.
Ataupun rasa malu untuk meminta dokter yang membantu persalinan untuk melakukannya.
Begitu juga dengan dokter atau bidan yang tidak mau direpotkan dengan kegiatan ini sehingga akhirnya bayi tidak diberi kesempatan untuk melakukan ini.

Untuk dapat memperoleh bantuan dokter, hendaknya Anda membicarakan keinginan Anda ini saat baru awal mengandung. Pastikan agar dokter dan rumah sakit bersedia melakukannya, bila tidak Anda dapat mencari dokter atau rumah sakit lainnya yang mendukung program IMD.

Informasi tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Berikut informasi tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD) yang dapat mendorong Anda untuk melakukan IMD sesaat setelah bayi Anda dilahirkan:
  • Percayalah bayi dapat melakukan ini sendiri. Sebenarnya, ada kodrat alami seorang bayi untuk menyusu dari ibu bahkan saat dia baru lahir. Jadi Anda tidak perlu terlalu mengkuatirkan bayi Anda.
  • Ini merupakan tahap awal yang sangat baik bila Anda ingin memberikan ASI eksklusif pada 6 bulan pertama. Bayi akan menyukai ASI dan ibu tidak akan kekurangan untuk memberikannya. IMD juga mengurangi rasa nyeri saat harus menyusui.
  • Jangan kuatir bayi Anda kedinginan karena tanpa pakaian apapun harus dibiarkan selama kurang lebih 1 jam untuk mencari puting susu ibu. Karena kulit ibu dapat menghangatkan bayi secara sempurna. Bila bayi merasa kedinginan, suhu tubuh ibu akan meningkat 2 derajat Celcius, sedangkan bila bayi kepanasan, kulit ibu akan menyesuaikan dengan menurunkan suhu sebanyak 1 derajat Celcius.
  • Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dapat meningkatkan kekebalan tubuh bayi sehingga mengurangi tingkat kematian bayi yang baru lahir.
  • Gerakan bayi yang merangkak mencari puting susu dapat menekan rahim dan mengelurkan hormon yang membantu menghentikan pendarahan ibu.
  • Bila bayi dalam melakukan IMD menangis, jangan cepat-cepat Anda menyerah untuk memberikan ASI. Bayi menangis belum tentu karena merasa lapar. Biarkan bayi Anda menemukan susu sendiri.
  • Bila persalinan harus melalui proses Cesar, Anda dapat tetap melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) walaupun kemungkinan berhasilnya sekitar 50% daripada persalinan normal.
  • IMD membantu meningkatkan ikatan batin antara ibu dan anak.

Pijat Bayi,...Apa Sih Manfaatnya?

 

Saat sang ibu memandikan sang jabang bayi, tentu dilakukan dengan penuh kasih sayang dan lembut. Sang ibu menikmati saat memandikan si bayi mungil. Dilakukan dengan penuh hati-hati dan perlahan. Namun, hal yang sama juga bisa dilakukan saat memijat bayi. Memijat bayi bisa dilakukan dengan hati-hati dan lembut.

Pijat bayi sudah semakin umum dilakukan oleh banyak orang tua. Pemijatan bayi merupakan kegiatan yang menyenangkan yang membuat orang tua dapat berkomunikasi dengan bayinya baik secara fisik maupun emosi. Seraya memijat dengan lembut, orang tua bisa sambil berbicara dan bersenandung kepada si bayi. Dan biasanya, sang bayi akan membalas dengan tawa, senyuman, atau celoteh yang menyenangkan.
  
Tujuan Pijat Bayi
Apa tujuan memijat bayi? Berikut ini beberapa manfaat memijat bayi.

  • Pernyataan kasih sayang

    Yang terutama yaitu bayi akan merasakan kasih sayang dan kelembutan dari orang tua saat dipijat. Kasih sayang merupakan hal yang penting bagi pertumbuhan bayi. Sentuhan hangat dari tangan dan jari orang tua bisa membuat bayi merasakan pernyataan kasih sayang orang tua.
  • Menguatkan otot

    Pijatan terhadap bayi sangat bagus untuk menguatkan otot bayi.
  • Membuat bayi lebih sehat

    Memijat bayi bisa memerlancar sistem peredaran darah, membantu proses pencernaan bayi, dan juga memerbaiki pernapasan bayi. Bahkan memijat bayi bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh si bayi.
  • Membantu pertumbuhan

    Menurut penelitian, pertumbuhan bayi seperti berat badan akan lebih baik dengan memijat bayi. Bahkan untuk bayi prematur, berat badan bisa bertambah hingga 47 persen dibanding jika tidak dipijat.
  • Meningkatkan kesanggupan belajar

    Dengan merangsang indra peraba, indra penglihatan dan pendengaran si bayi, akan meningkatkan daya ingat dan kesanggupan belajar sang bayi.
  • Membuat bayi tenang

    Dengan memijat bayi, sama seperti orang dewasa, akan membuat bayi merasa rileks. Hal ini dapat membuat ia bisa tidur lelap lebih lama dan akan lebih tenang.

Cara Memijat Bayi

Pemijatan bayi bisa dilakukan dengan usapan-usapan yang lembut pada kaki dan telapak kaki bayi. Lalu dilanjutkan pada punggung, dada, perut, lengan, dan muka bayi. Lakukan dengan senyuman dan tatapan mata yang lembut kepada si bayi sehingga membuat bayi merasa tenteram dan nyaman. Satu tips yang menarik yaitu sebelum memijat, tatap dan belailah wajah sang bayi seolah Anda meminta ijin untuk memijatnya.

Pemijatan dapat dilakukan pada bayi berusia kurang dari 1 tahun. Pemijatan dapat dilakukan setiap hari yaitu pada pagi hari saat bayi bangun dan pada malam hari sebelum bayi tidur.

Jangan lupa membersihkan tangan Anda sebelum memijat bayi. Hindari mengenakan perhiasan seperti cincin atau gelang yang dapat menggores kulit bayi yang lembut. Baringkan bayi di atas tempat yang lembut dan bersih. Saat mengusap atau memijat, jangan dalam kondisi bayi lapar. Karena bayi akan tidak menikmati pijatan Anda dan lebih sering menangis.

Sebelum memijat, Anda bisa melumuri tubuh bayi dengan lotion bayi yang lembut. Saat memijat, awali dengan sentuhan lembut, lalu secara bertahap tambah tekanan pada sentuhan Anda sampai taraf yang patut bagi tubuh bayi yang lembut.

Mulailah pijatan dari daerah kaki. Bayi lebih menyenangi dipijat pada area kaki. Lalu lanjutkan dengan area lainnya dan akhiri dengan area punggung.

Jika bayi menangis, segera hentikan pijatan. Bisa jadi bayi sudah merasa tidak nyaman karena lapar, ingin digendong, atau ingin tidur. Setelah selesai, bersihkan tubuh bayi. Jika pijatan dilakukan pagi hari, bisa dilanjutkan dengan memandikan bayi. Jika dilakukan pada malam hari, cukup bersihkan tubuh bayi dengan air hangat.

Bayi butuh ungkapan kasih sayang dari orang tua. Salah satu cara adalah dengan pijat bayi. Dengan melakukan pemijatan yang tepat, bayi Anda akan mendapat banyak manfaat. Ayo pijat bayi mungil Anda dan mulai rasakan manfaatnya.

Flower 53