Showing posts with label Puisi Hati. Show all posts
Showing posts with label Puisi Hati. Show all posts

Sunday, June 30, 2013

Sepenggal cerita tentang Nelayan dan BBM yg belum naik


Alhamdulillah tibalah kami ketempat yg sdh lama sekali aku dan keluarga idam2kan...Pantai.
Kesannya sepeti orang norak memang, bahagia dan tak lupa bersyukur paddda Allah karena mengijinkan rihlah ini terwujud...


Anak2 langsung berhamburan menyambut indahnya pantai yang sangat diidam-idamkan,jernih dan masih asli tak tercemar, sambil tak hentinya bersyukur kepada Sang Pencipta...
Pantai yang masih sangat asri dengan panoramanya yg seksi,ya Allah ternyata masih ada pantai yang menonjolkan keasliannya,wisata yang sangat murah walaupun perjalanan yang ditempuh lumayan bikin lelah sedikit,tetapi tak terasa karena keinginan untuk bertemu sang pantai begitu kuat dihati kami.


Malam itu kami habiskan bersama,dgn gemuruh ombak yg menyambut kehadiran kami....angin lumayan cukup kencang,begitu pula ombaknya memukul mukul tetapi tetap ramah menyambut kami.
Malam pun kami lalui dengan rasa gelisah karena ingin cepat pagi,ah anak2 sudah tak tahan ingin bermain lagi dgn nya..


Alhamdulillah ba'da subuh...semua berhamburan menuju pantai yang tak jauh dari penginapan....
Teringat kata anakku...Mushab...."ummi aku suka sekali pantai,bisa tidak kita bawa pulang....kami pun tersenyum mendengarnya...

Tak kalah hebohnya ketika anakku Yusuf ingin tinggal disini dan tak mau pulang kerumah kami...

Bahagia rasanya karena kami bisa menepati janji kami kali ini pd anak2,mereka berenang dan bermain dengan riaknya air dan gelombang ombak yang memukul2 nakal,mereka pun berhamburan ....lucu sepeti bermain kejar2ran...


Selesai si kecil merasa lapar,kupesan 2 mangkuk mie rebus pengganjal lapar karena lelah bermain sambil memandangi suami dan anak2ku menghabiskan waktu bersama ombak pantai ujung genteng...


Terbukalah pintu rumah nelayan disebelah penginapan kami,4 anak dan orangtua mereka sedang menikmati singkong goreng,...nikmat sekali...ingin rasanya kutukar mie dan biskuit ini dengan beberapa potong singkong goreng yang sedang dikerumuni penggemarnya.

Sambil melahap sarapan nya mereka memandangi aku dan anakku yang sedang menyantap mie rebus...Ah ada rasa tak enak memang,ku pikir mungkin mereka sedang menunggu ibu mereka yg sedang memasak nasi,ternyata itu adalah sarapan pagi dan siang bagi mereka...

Keluarlah sang ayah dengan peralatan lengkap memancingnya...suamiku bertanya kepadanya,mengapa tidak ada nelayan yg turun kelaut....ternyata sudah beberapa hari cuaca sedang tidak baik....angin dan ombaknya tak bersahabat katanya ...lalu sang nelayan pun dengan gagahnya mengarungi ombak menuju bibir laut untuk memencing....oh anak-anakku terkagum2 melihatnya,gagah dan berani,...kami pun bermain sambil tak memandangi sang nelayan.


Siang itu tukang sayur memanggil warga yang ada ditepian pantai,keluarlah si ibu dan anak2nya untuk belanja...sekali lagi dada ini berdetak kencang dan ada rasa sakit seperti dipukul menyaksikannya,"bang beli oncom 2ribu rupiah...dan 3 potong kecil oncom diraih si ibu...dan mereka pun masuk kedalam rumah.Ada suara anak kecil yang menangis,aku hanya terpaku mendengarnya.
Ya Allah itu makan siang yang dipersiapkan sang ibu sambil menunggu suaminya kembali dari memancing....tibalah waktu dzuhur sang nelayan pulang dengan tangan kosong,suamiku berharap sekali membelinya...dengan harapan bisa membantunya karena sudah kuceritakan kejadian yg kulihat pada suamiku.


Tak lama kemudian anak2 sang nelayan mengerumuni ibu mereka,yg sedang memarud singkong,dan sekali lagi ingin menangis rasanya melihat mereka... pagi tadi singkong goreng, siang ini karena tak ada hasil yg dibawa sang ayah untuk ditukar dengan beras...mereka makan singkong lagi dan oncom...diam2 kami memandangi mereka bersama anak2 ...kukatakan pada mereka "lihat nak mereka mau makan saja sulit tak ada yg bisa dimakan karena orang tua mereka tak punya uang untuk membelinya...."
Apakah kalian sekarang masih ingin susah makan dan menyisahkankan makanan kalian kalau tdk habis?....serentak mereka pun menggeleng dan kulihat ada air mata yg menetes pada salah satu anakku....


Subhanalah rihlah kali ini membawa ibroh bagi kami dan anak2...dan inilah kurasa momen terbaik mengajarkan untuk banyak bersyukur sambil mengajarkan berbagi...
Ya Allah selama ini kami hanya melihat dan mendengar dari media,berita2 bagaimana kehidupan nelayan sangat sulit...ternyata lebih pedih dari yg kami dengar beritanya
Untuk mendapatkan bahan bakar solar untuk perahu2 mereka ad
a 4 surat yg harus mereka tanda tangani,belum lagi ketika mereka ingin membeli ke pom terdekat sering ditolak dan dikatakan habis sedang untuk pengendara lain ada...

Terkadang aku bingung apa yg menye
bakan perbedaan profesi sebagai nelayan dan profesi lainnya?
Dulu menjadi pelaut adalah kebanggan,sampai ada lagunya....


Nenek moyang ku seorang pelaut,gemar mengarung luas samudera... 

 
Kebanggaan...tapi sekarang sepeti terlupakan keberadaan mereka,yang bisa melaut adalah kapal besar dan kapal pukat dan sudah pasti bukan milik pelaut yang sekarang pun untuk makan saja sulit sekali.
Ketika itu kami berangkat 2 hari sebelum kenaikan BBM...5 pom yg kami temui habis...ya Allah dampaknya sangat mengerikan menurutku,karena mata pencaharian mereka sebagian besar adalah dari berlaut ...lalu dari mana mereka mendapatkan bahan bakar untuk melaut dengan perahu perahu kecil milik mereka dan kenyataan banyak mereka hanya pesuruh bagi pemilik perahu...


Membeli bahan bakar perahu untuk berlayar mereka dapatkan dari berhutang,sekarang dgn BBM naik ...ya Allah benar2 kehidupan yang sangat sulit...dan itu adalah penomena yang terjadi dikehidupan para nelayan,yang terpuruk semakin terpuruk saja...


Objek wisata belum terlihat membantu kehidupan mereka...karena rumah2 mewah yg ada disitu bukan milik penduduk asli tetapi milik orang Jakarta atau orang yg berada diluar daerah itu ...begitulah kata mereka.

Allah seperti mengirimkan kami kesana untuk melihat bagaimana kehidupan para nelayan dan banyak belajar banyak bersyukur pada Allah,Robb yang Maha baik.
 



Penduduknya yang ramah,tetapi kehidupan mereka terbelakang dan seperti tenggelam terhempas ombak tepian pantai Ujung Genteng yang sangat indah.

Ya Allah kerinduan yang amat sangat ketika kami meninggalkanmu pantai Ujung Genteng....
Lambayan tangan dan jalinan tangan kami dengan keluarga sang nelayan seolah menitipkan jeritan mengharap adanya perhatian pada sang pengusa negeri ini ...mereka ingin dianggap keberadaan mereka nyata adanya.
Semoga pemerintah lebih jeli atas kehidupan para nelayan,apalagi kenaikan BBM berdampak sangat hebat bagi kelangsungan hidup mereka.


Padahal pantai ujung genteng sangat berpotensi sekali sebagai objek wisata yang bisa jadi pilihan,apalagi dengan adanya penangkaran penyu...juga keaslian yang masih terjaga....

Pokoknya untuk para sahabat menurut aku sangat rugi kalau tidak berlibur ketempat yang sangat indah ini,walaupun kami belum sempat melihat penyu penyu kecil dilepas kelaut,karena jalan yang kami tempuh agak berat setelah hujan turun sebelumnya.Lain kali kami pasti kembali,karena panoramanya membuat hati kangen.
Coret coret buat puisi sedikit ah


UJUNG GENTENG

Jeritan bukan lagi jeritan tapi ratapan yang tak berujung
Tangisan hanya suara sumbang yang terdengar serak juga lirih,

tak ada linangan air mata yang menggenang seolah
Tertelan oleh suara deburan ombak,juga terhempas angin tepian pantai


Menenggelamkan rasa lapar dan pedih dalam laut yang dalam

Jeritan hati,dan tangisan sudah bukan tren bagi mereka
Karena mereka yakin Allah ada,dan pasti menghitung doa doa yang termunajah
Pengharapan hidup kan berubah,mereka nikmati dengan rasa terhibur dengan indahnya 
kampung halaman mereka,

Laut,Pantai,Pelaut dan BBM...apalah itu,tetapi mereka ada dan nyata 

menjadi satu rantai kehidupan yang tak bisa terlepas,
......................

Thursday, May 2, 2013

Kepada si “Berat”


Oleh:Abu Aisyah

Ketika kau tak tahu malu

Ketika kau telah berilmu

Kau menimba dari seshalih-shalihnya guru

lalu kau lalaikan ilmumu

kau jadikan kedok untuk duniamu
 
dan memperlancar aliran nuqud dan fulusmu

Kau pun berat mendengar nasihat
 
dari para ulama dan orang tua mu

Kau berkelit, Kau merasa berat…

dasar kau si berat

tak tahu malu

maka akan kukatakan padamu
 
Ketika ajal menjemputmu

Bawalah itu temanmu

surury dan hizbymu
 
tak usah kau tutupi cintamu pada mereka
 
maka bawalah mereka serta

jika mereka mau...

Bawa juga kedunguan dan kebuntatan telingamu

hadapkan itu di lembaran hisabmu
 
jadikan teman di kuburmu

Thursday, February 28, 2013

Surat Untuk Suamiku Tercinta



Wahai suamiku..


Demi ALLAH, jika saja cinta kepada makhluk menjadi junjungan tertinggi dari tiap hamba, maka ketundukan dan sujud ini ku hibahkan padamu.

Namun, demi ALLAH, setinggi-tingginya cinta adalah untuk Rabb-ku, maka ku menolak cinta seorang Juliet pada Romeo ataupun Laila pada Qais nun majnun, karenanya.. ajarkanlah aku mencukupi diri dengan muhabbah sbaik-baiknya muhabbah pada ALLAH yang tlah mempertemukan kita dan Rasul sebagai tauladan tertinggi kita, agar dapat kucintai kau dengan makna cinta yang paling tinggi, yakni karena ALLAH dan untuk mendekati ALLAH.

Jika kecantikan duniawi di atas segalanya, maka demi ALLAH, akan kukejar sedaya upaya meraih indah dunia ini untuk membuatmu terbius oleh keelokanku. Kupenuhi detik hariku dengan berbagai warna gincu dan celak mata.

Namun, demi ALLAH, taqwa adalah sbaik-baiknya perhiasan diri, karenanya..ajarkanlah aku memperhias-diri dengan semulia-mulianya akhlak sebagai istri yang shalihah. Yang senantiasa memperbagus lisan serta geraknya. Memaniskan diri dengan tawadhu dan kebersahajaan.

Jika kekayaan harta pantas menjadi buruan setiap jiwa, maka demi ALLAH, akan kupinta berpuluh pilar yang memenuhi rumah kita nanti. Emas dan mutiara akan menjadi rengekanku sepanjang siang dan malam.

Namun, demi ALLAH, dunia beserta seisinya ini bagai setetes air di bentangan samudera, karenanya.. ajarkanlah aku memenuhi hati ini dengan rasa syukur tiada kira dari tiap nafkah halal serta thayyibmu, dari 2,5% rejeki yang kita keluarkan, dan dari sedekah yang kita ikhlaskan bersama.

Aku mencintaimu karena ALLAH…

JazakamuLlah untuk setiap cinta, doa, sabar serta energi semangat yang trus kau kirimkan...

RASA DALAM HENING

https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/561922_183189681799962_1175106621_n.jpg

Ada rasa yg tak terungkap
tersimpan,tapi menekan
Menyelusup disetiap aliran darah
menyesakkan dada seolah ingin tumpah

Apapun rasa itu kucoba menyimpannya rapat
berat,namun tetap kucoba
Kucoba dan terus kucoba,
Tapi rasa itu benar2 tak dpt tersimpan

Dimalam yg hening
kucoba datang menjumpai-MU
Air mata yg teratuh,segala rasa tak menentu
Kucoba menjabarkannya satu persatu

Begitu hening sehingga kutak mampu menyimpannya
Terkuak,kucoba mengadu pada-MU
Ada rasa sakit dan sesak,kumohon pada-Mu
ya Robb ku aku tak ingin rasa itu ada

Rasa yg tak dapat kuungkap
tapi ketika aku didekat-MU
semua cair,menyeruak menjadi tangisan
Ya Allah ampuni segala dosaku

Rengkuh aku dalam damainya cinta-MU
Bawa aku dalam indahnya kasih-MU
Ya Robb sujudku tak cukup,..
Rasa terungkap,...Dekap aku jangan terlepas


Maryani Lisbeth Manurung

Cinta-MU


Maafkanlah bila hati tak sempurna mencintai-MU...
Dalam dada kuharap hanya dirimu yang bertahta...
Kusadar terkadang hati ini lemah dalam mencintai-MU,
Tapi cinta-MU selalu sempurna untuk ku

Terkadang aku jatuh dan rapuh dalam langkah,
Tenggelam dalam lara, Engkau rangkul aku dalam dekapan cinta-MU..
Tersadar hati dalam nista...Istigfar ku penuh dalam rongga dada ,terlafazh dari bibir yang kelu...
Maafkanlah hati ini yang terkadang tak setia

Air mata tak terbendung,menjadi teman setia dikala lara menyapa
Sesaknya diri akan dosa,membutaku malu akan cinta-MU
Langkah panjang yang penuh onak dan duri,berhias tangis dan tawa
Maafkalah ketika hati lemah dalam cinta-MU

Aku takut cinta-MU pudar dariku,karena terkadang lupa tuk bersyukur,mengeluh dalam cobaan,..

Aku mohon cinta ku tak ternoda pada-MU,
Aku mohon cinta ku tak temaran karena sinar gemerlap dunia
Aku mohon kasihanilah aku
Aku mohon rahmatillah aku dalam cinta pada-MU

Kesempurnaan hanya pada-MU,


Maryani Lisbeth Manurung

Tuesday, May 29, 2012

Karena Aku Mencintai Mu



“Karena Aku Mencintaimu”
Karena aku mencintaimu, maka aku ingin menjagamu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu

Karena aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu
Karena cintaku padamu,

Tak akan ku biarkan cermin hatimu menjadi suram
Tak akan ku biarkan telaga jiwamu menjadi keruh
Tak akan ku biarkan perisai qalbumu menjadi retak, bahkan pecah

Karena cinta ini,
Ku tak ingin mengusik ketenteraman batinmu,

Ku tak ingin mempesonakan mu,
Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum,

Atau pun menaruh harap padaku.
Maka biarlah……
Aku bersikap tegas padamu,

Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu,
Biarkan aku bersikap dingin,

Tidak mengapa kau tidak menyukai aku,
Bahkan membenciku sekali pun, tidak masalah bagiku….

Semua itu karena aku mencintaimu,
Demi keselamatanmu,
Demi kemuliaanmu.




Sebab…
Ada kekasih yang membuktikan cintanya dengan jutaan kalimat pujian dan rayuan….
Ada pula dengan sikap nan penuh kasih..

Tidak sedikit dengan pengorbanan yang meluluh lantakkan harga diri..
Ada pula dengan berkorban tenaga dan harta…..

Namun bagiku… Aku mecintai mu dengan menundukkan wajahku pada mu,
bukan karena ku ingin berpaling darimu,

tetapi karena ku ingin menjaga pandanganmu dari panahan iblis..
Ku mecintaimu dengan tidak melemah lembutkan suaraku padamu,
bukan karena aku ingin menyakitimu,
namun karena aku ingin menjaga hatimu dari bisikan syaitan yang menipu..
Ku mencintaimu dengan menjauh darimu,

bukan karena ku membencimu….
Namun karena ku ingin menjaga mu dari khalwat yang menjebak..

Ku mencintaimu dengan menjaga diri mu dan diriku…..
Menjaga kesucianmu dan kesucianku…..

Menjaga kehormatanmu dan kehormatanku…..
Menjaga kejernihan hatimu dan hatiku….


Cinta.. Tak mengapa saat ini kita jauh,
karena kelak Allah yang akan menyatukan kita dalam ikatan sucinya…..

Karena itu jauh lebih bererti.. Jauh lebih abadi..
Karena ku yakin… Janji Allah adalah pasti, lelaki yang baik hanya untuk wanita yang baik..
Seperti inilah ku mencintaimu….. Dengan menjaga kesucian diri, jiwa dan hatiku….

Hanya untuk ku persembahkan pd mu kelak…..
Oleh Karena itu cinta…. Jaga kesucian cintamu juga hanya untukku..

~ Ya Rabb… PadaMu ku curahkan cintaku padanya


ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِين

Sunday, May 13, 2012

CINTA DALAM DIAM



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCWp1EvNng9CAuXoS6Y89NSMYGb1BI2EgA56jZNFdbN7tR0Q9U7p4iY6fCieXVvtkAZt7noX4IyxiTZGsSNSPWNV5gAPDBdeFtY32Vqg1lA7H2CGyeDKRz8aqOFWI4Iloj-S8ezsXAzZso/

Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang..
cukup cintai ia dalam diam..

karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya..

Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan
terlarang yg Allah murkai..


Kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya..

karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu..

menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu..

karena diammu bukti kesetiaanmu padanya..

karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah
Allah SWT pilihkan untukmu..

Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali?

Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah..

karena dalam diammu tersimpan kekuatan..

kekuatan harapan..

hingga mungkin saja Allah akan membuat nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata..

Bukankah Allah tak pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padaNya?

Dan jika memang cinta itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap nyata..
jika ia bukan milikmu, melalui waktu, Allah akan menghapusnya..
dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat..
 
Biarkan cinta dalam diammu menjadi memori tersendiri di sudut hatimu..
menjadi rahasia antara kau dan Sang Pemilik hatimu….


http://duniajemariku.files.wordpress.com/2011/09/dalam-diam.jpg

Cintailah ia dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan ..
Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah
karena hakikatnya ia berhulu dari Allah..maka ia pun berhilir hanya kepada Allah..
" Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah .” (QS. Adz Dzariyat:49)

" Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas(pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. ” (QS. An Nuur: 32)

" Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. "  (QS. Ar-Ruum:21)
Tapi jika memang kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah… berdo’alah… berpuasalah…
" Wahai kaum pemuda, siapa saja diantara kamu yang sudah sanggup untuk menikah, maka menikahlah, sesungguhnya menikah itu memelihara mata, dan memelihara kemaluan, maka bila diantara kamu belum sanggup untuk menikah, berpuasalah, karena ssungguhnya puasa tersebut sebagai penahannya "(Hadis) 

“ Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. ” (QS. Al Israa’ :32)
Cukup cintai ia dalam diam …
bukan kerna membenci hadirnya, tapi menjaga kesuciannya ..
bukan kerna menghindari dunia, tapi meraih surga-Nya ..
bukan kerna lemah untuk menghadapinya, tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup
Cukup cintai ia dari kejauhan …
kerna hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari cobaan ..
kerna hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan ..
kerna hadirmu mungkin saja akan membawa kenelangsaan hati-hati yang terjaga …
Cukup cintai ia dengan kesederhanaan …
 memupuknya hanya akan menambah penderitaan ..
menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaan ..
mengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan …
Maka cintailah ia dengan keikhlasan ...
kerna tentu kisah Fatimah dan Ali bin Abi Thalib diingini oleh hati…
tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman al Farisi ??
"…boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. " (QS. AlBaqarah:216) 

" Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)" (QS.An Nuur:26) 



Cukup cintai ia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan…
 karena tiada yang tahu rencana Tuhan…
 mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan
karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan …
serahkankan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu
pada Yang Memberi dan Memilikinya ..
biarkan Dia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya… 

“ Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga. ” (Umar bin Khattab ra.)

Saat hati menari mengikut rentak irama cinta,
adakah ia masih ingat kepada Sang pencipta..

Wednesday, November 30, 2011

~Muhasabah Diri~


 Ya Allah...Ya Tuhanku.

Aku hanyalah sebutir pasir di gurun-Mu yang luas

Aku hanyalah setetes embun di lautan-Mu yang meluap hingga ke seluruh samudera

Aku hanya sepotong rumput di padang-Mu yang memenuhi bumi

Aku hanya sebutir kerikil di gunung-Mu yang menjulang menyapa langit

Aku hanya selonggok bintang kecil yang redup di samudera langit Mu yang tanpa batas.

Ya Allah,

Hamba yang hina ini menyedari tiada artinya diri ini di hadapan Mu.

Tiada Engkau sedikitpun memerlukanku,

Tapi hamba ini terus menggantungkan segunung harapan pada Mu.

Ya Allah,

Ibadahku hanya sepercik air

Bagaimana mungkin sepercik air ini dapat memadamkan api neraka Mu.

Betapa sedar diri ini begitu hina dihadapan-Mu.

Jangan jadikan hamba hina dihadapan makhluk-Mu.

Diri yang tangannya banyak maksiat ini,

Mulut yang banyak maksiat ini,

Mata yang banyak maksiat ini,

Hati yang telah dikotori oleh noda ini,

Yang memiliki keinginan setinggi langit,

Mungkinkah hamba yang hina ini menatap wajahMu Yang Mulia?

Ya Allah,

Ampunilah aku dan saudara-saudaraku yang telah memberi arti dalam hidupku,

Berikanlah kejayaan dan mudahkanlah urusan mereka,

Mungkin tanpa kami sedari,

Kami pernah melanggar aturan Mu.

Ya Allah...ya Tuhanku

Kami semua fakir di hadapan MU

Tapi juga kikir dalam mengabdi kepada MU

Semua makhlukMU meminta kepada MU dan pintaku...

Ampunilah aku dan sudara-saudaraku yang telah memberi arti dalam hidupku

Permudahkanlah urusann mereka...

Mungkin tanpa kami sedari , kami pernah melanggar aturanMU

Melanggar aturan qiyadah kami, bahkan terlena dan tak mahu tahu akan amanah

Yang telah Tuhan percayakan kepada kami...

Ampunilah kami...

Pertemukan kami dalam syurga MU dalam bingkai kecintaan kepadaMU

Ya Allah,

Siangku tak selalu dalam iman yang teguh,

Malamku tak senantiasa dibasahi airmata taubat,

Pagiku tak selalu terhias oleh zikir kepada Mu,

Begitulah si lemah ini dalam upayanya yang sedikit

Janganlah kau cabut nyawaku dalam keadaan lupa pada Mu,

Atau dalam maksiat kepada Mu.

Ya Tuhanku tutuplah untuk kami dengan sebaik-baiknya penutupan !!!

Ya Allah,

Kami bukanlah hamba Mu yang pantas memasuki syurga firdaus Mu,

Tidak pula kami mampu menanggung akan siksa api neraka Mu,

Berilah hamba Mu ini ampunan, dan hapuskanlah dosa-dosa kami,

Sesungguhnya hanya Engkaulah Sang Maha Pengampun.

Ya Allah,

Dosa-dosa kami seperti butiran pasir dipantai,

Anugerahilah kami ampunan wahai Yang Maha Agung,

Umur kami semakin berkurang setiap hari,

Tapi dosa-dosa kami terus bertambah.

Adakah pintu taubatku masih terbuka?

Ya Allah,

Hamba Mu yang penuh maksiat ini bersimpuh menghadapMu,

Ku akui dosa-dosaku dan memohon ampun kepadaMu,

Ampunilahku Ya Allah,

Kerana hanya Engkaulah Sang Pemilik Ampunan ...

Ya Allah, ya Tuhanku

Tutuplah untuk kami dengan sebaik-baiknya penutupan !!

Dan kita tidak punya pilihan lain selain mengakuinya. Lalu Ia mengatakan,”Wahai

hambaKU, sungguh Aku telah menutupi dosamu itu ketika engkau masih di dunia,

maka hari inipun Aku tutupi dan Aku ampuni ia.” ( hadist riwayat bukhari )
Flower 53