Sunday, June 2, 2013

Menghilangkan Bekas Jerawat Dengan Putih Telur

 


Hiks.. jerawat datang lagi, datang lagi.. Si kecil yang satu ini sering hadir setidaknya sebulan sekali. Walaupun kecil, jerawat sangat mengganggu penampilan. Tidak hanya pada saat bengkak dan meradang, kadang jerawat meninggalkan bekas noda pada kulit, sehingga wajah jadi tidak mulus lagi.

Anda bisa memilih berbagai perawatan untuk menghilangkan bekas jerawat, mulai ke klinik kecantikan atau bahan alami yang ada di dapur. Jika Anda lebih suka pilihan kedua, maka Anda bisa menggunakan putih telur untuk menghilangkan bekas jerawat.

Selama ini putih telur lebih sering dipakai untuk mengencangkan wajah, tapi dia punya fungsi lain lho. Kandungan protein dalam putih telur dapat secara perlahan menyamarkan bekas jerawat. Selain itu, jika masker dipakai pada seluruh wajah, kulit bisa lebih kencang dan mengecilkan pori-pori. Yuk bikin sendiri.

Bahan:

1 butir telur ayam (usahakan telur organik) ambil putihnya

Cara Memakai:
  1. Pada wajah yang sudah dibersihkan, oleskan putih telur secara merata.
  2. Lakukan pemijatan ringan, terutama pada darah yang memiliki bekas jerawat.
  3. Diamkan hingga putih telur kering.
  4. Bilas wajah dengan air hangat.
Anda bisa melakukan perawatan ini dua hingga tiga kali setia minggu. Hasil akan terlihat jika Anda melakukan perawatan rutin. Karena memakai bahan alami, Anda harus sabar menunggu hasilnya. Selamat mencoba!

Sumber:Vemele.com

Pertolongan Pertama Untuk Kulit Yang Terbakar Matahari


Ladies, saat sedang berada di luar ruangan, kulit kita menghadapi berbagai macam tantangan yang luar biasa. Cuaca dingin hingga panas terik bisa mengurangi kekuatan kulit yang melindungi tubuh kita dengan luar biasa.

Biasanya, cuaca yang menyengat bisa membuat kulit kita jadi lebih gelap dan terbakar. Nah, cobalah tips cantik ini agar selalu siap sedia pertolongan pertama saat kulit terbakar matahari. Cobain yuk, Ladies.

 Aloe Vera

Tumbuhan yang lebih sering dikenal dengan nama lidah buaya ini memang memiliki berbagai fungsi yang bermanfaat. Kemampuan lain dari tanaman ini adalah untuk mendinginkan kulit dan meredakan sakit. Cocok untuk Anda yang memiliki kulit sensitif.

Aloe vera juga mengandung antibakteri yang bisa mematikan kuman. Gunakan daging aloe vera yang sudah didinginkan pada kulit yang terbakar matahari selama 10 menit. Hal ini bisa membantu kulit Anda lebih tenang dan sejuk.

Timun

Timun hijau yang segar memiliki manfaat yang baik bagi kulit Anda. Gunakan irisan tipis timun pada kulit yang terbakar matahari sebagai masker. Atau hancurkan buah timun dan oleskan pada kulit untuk meredakan rasa terbakar tersebut.

Kentang

Kandungan air di dalam tanaman kentang sangat kaya, sehingga bisa Anda manfaatkan untuk meredakan rasa sakit di kulit yang terbakar. Irisan tipis kentang bisa membantu melembabkan, menghaluskan dan meredakan nyeri kulit yang terbakar panas matahari.

Baking Soda

Selain bermanfaat untuk memasak, baking soda juga sangat baik bagi kulit Anda. Larutkan setengah cangkir baking soda dalam air. Larutan tersebut bisa Anda gunakan untuk berendam beberapa menit.

Bila Anda takut alergi dalam menggunakan krim pereda kulit yang terbakar, Anda bisa mencoba tips alami ini. Tak perlu takut lagi bermain-main di bawah sinar matahari. Semoga bermanfaat, Ladies.

Sumber: Vemale.com 

Makanan-Makanan Ini Bikin Kukumu Cantik

 


Tak hanya manicure dan pedicure saja yang membuat kuku jadi cantik. Nutrisi yang diasup oleh tubuh juga sangat mempengaruhi penampilan kuku.

Kurang vitamin dapat membuat kuku jadi rapuh, tipis dan mudah patah. Untuk itulah Anda perlu mengonsumsi beberapa menu berikut sehingga kuku tetap cantik dan sehat.

Dikutip dari Reader Digest, sebuah buku berjudul Foods That Harm, Foods That Heal menjelaskan beberapa makanan sehat untuk kuku cantik.

Apabila kukumu kusam

Kusamnya kuku disebabkan karena tubuh kekurangan folat. Folat sendiri dapat ditemukan dalam vitamin B, yang terkandung pada lentil, kacang-kacangan, bayam, dan berbagai sayuran hijau gelap lainnya.

Apabila kukumu rapuh

Punya kuku rapuh yang mudah sekali patah? Hal tersebut disebabkan karena tubuh kekurangan asam lemak. Sehingga lapisan kuku tidak terlindungi. Konsumsi sereal, telur, dan makanan yang mengandung Omega-3.

Apabila kukumu lunak

Sama halnya seperti kuku rapuh, kuku yang lunak jadi mudah patah saat tak sengaja terkena benda lain. Adalah keratin, sejenis protein yang dapat membuat kuku jadi lebih kuat. Dan kekurangan protein inilah yang menyebabkan kuku Anda mudah patah atau sobek.

Protein sehat dapat Anda peroleh dari ikan-ikanan, daging, telur, dan produk kedelai.
Selain itu, umumnya kuku rapuh disebabkan karena kekurangan zat besi dan vitamin C. Kuku jadi kehilangan kemilaunya dan umumnya tidak berseri.

Konsumsi bayam, telur, dan serealia untuk memetik manfaat zat besi. Serta padukan dengan buah-buahan atau sayuran yang kaya vitamin C.

Apabila kukumu kering

Di malam hari massagekan minyak zaitun pada kuku kemudian bawa tidur. Keesokan harinya, kuku akan lebih lembut dan fresh.

Selamat memiliki kuku cantik.

 Sumber:Vemale.com

Saturday, June 1, 2013

Etika Komunikasi Ikhwan dan Akhwat


Masalah klasik yang hampir tidak pernah usai hingga saat ini, bagaimana agar komunikasi ikhwan dan akhwat berjalan baik dengan tetap menjaga hijab. Saya masih berpikir kenapa masalah ini bisa muncul.
Ketika membaca buku men from mars and women from venus, saya mulai sedikit memahami karakter ikhwan dan akhwat dari segi psikologi. Saya mencoba melalukan beberapa pengamatan kepada teman-teman saya terkait fenomena ini. Rapat demi rapat, kepanitiaan demi kepantiaan, saya baru memahami bagaimana seorang pria berpikir tentang perempuan dan perempuan berpikir tentang pria.

Untuk para pria, perlu Anda pahami bahwa perempuan relatif lebih peka dan sensitif ketimbang pria. Perempuan lebih tertata dalam menyusun agenda, maka sering kita lihat perempuan lebih rapih dalam segala hal. Karena mereka melakukan sesuatu dengan perencanaan, baik itu jangka pendek atau panjang. 
Perempuan yang bekerja biasanya lebih rajin ketimbang pria, ini mengapa kita mulai melihat para perempuan yang telah menjadi profesional atau pejabat, karena mereka rajin dalam menjalankan tugas. Satu hal yang perlu diingat oleh para pria adalah perempuan tidak suka di khianati dan perempuan itu butuh kepastian.
 
Untuk para perempuan, perlu saya sampaikan bahwa pria memang cenderung egois dan self-oriented. Seorang pria lebih bisa menghabiskan waktunya sendirian ketimbang perempuan. Dan seorang pria ketika sudah masuk keduniannya akan sulit untuk diganggu. 
 
Sebutlah seorang pria yang sedang badmood dan ia memilih untuk sendiri untuk mengembalikan mood nya, maka ia akan sangat terganggu sekali jika ada yang menggangu, bahkan sebuah sms bisa membuat mood nya lebih parah. Sehingga seringkali ia mengabaikan panggilan yang ada. Saya menyebutnya, pria mempunyai gua sendiri yang dimana hanya ia yang memahaminya, dan seorang perempuan sepertinya harus menunggu pria ini keluar gua nya baru bisa memanggil pria ini.
 
Pria relatif lebih ingin diperhatikan dan dipahami, karena sedikit ”sentuhan” saja bisa membuat seorang pria berpikir terbalik 180­ derajat. Oleh karena itu, seorang perempuan kiranya perlu memahani mengenai kebutuhan dasar pria ini untuk membentuk pola komunikasi yang baik.
 
Pada kasus nyata, bisa kita ambil contoh dua buah kisah yang saya akan beri pandangan point of view yang harus diambil. Kisah pertama, sekelompok ikhwan dan akhwat yang berada dalam sebuah kepanitiaan. Dimana mereka biasa menjalankan rapat rutin untuk membahas segala sesuatu. 
 
Pada suatu ketika, ketua panitia dihadapi pada sebuah kondisi dimana butuh keputusan cepat, padahal saat itu waktu sudah menunjukan pukul 19.00, dan keputusan harus sudah ada malam itu juga. Sehingga ketua panitia ( ikhwan tentunya ), memutuskan untuk mengumpulkan seluruh panitia ikhwan untuk membahas masalah tersebut, dan terselesaikanlah masalah itu. Esok siangnya seluruh panitia rapat kembali ( ikhwan dan akhwat ), dan ketua panitia menceritakan kejadian malam hari itu, setelah mendengar cerita itu, pihak panitia akhwat merasa tidak dilibatkan dalam pengambilan kebijakan, akhwat merasa hanya sebagai pelaksana keputusan dan berbagai keluhan lain.
 
*pada kasus ini akhwat merasa di khianati dalam arti tidak diberi kepercayaan untuk ikut berpikir bersama, atau merasa dilangkahi dalam mengambil keputusan.
 
*pria ketika sudah mengerjakan sesuatu relatif keasikan sendiri sehingga lupa bahwa ada pihak akhwat yang perlu dilibatkan.
 
Kisah kedua, seorang ketua muslimah di sebuah lembaga dakwah mencoba meng-sms seorang ketua LDK di waktu pagi hari ( sekitar waktu tahajud ), akhwat ini mengetahui bahwa sangat tidak ahsan untuk meng-sms seorang ikhwan pada waktu tersebut, akan tetapi, karena sebuah masalah yang perlu dibahas segera, dengan segala pertimbangan dan kebulatan hati, ia memutuskan untuk meng-sms ketua LDK ini dan meminta diadakan rapat mendadak pagi itu untuk membahasa hal yang penting.
 
 Akan tetapi, dikarenakan ketua LDK ini sedang dilanda masalah pribadi yang membuat dirinya tidak ingin diganggu untuk sementara waktu, maka ia tidak membalas sms ketua muslimahnya. Mungkin dikarenakan, berbagai miscall yang dilontarkan oleh akhwat ini, ketua LDK ini akhirnya memutuskan untuk membalas sms akhwat ini dengan asalan saja dan seakan menggantungkan keputusan. 
 
Hingga akhirnya akhwat ini mengancam sesuatu sehingga ketua LDK itu memutuskan untuk mengadakan rapat di pagi harinya. Setelah menjalani rapat, akhwat ini meminta berbicara terhadap ketua LDK, dan mengungkapkan kekecewaannya kepada ketua LDK ini dan mengatakan bahwa ketidakpastian yang ketua LDK berikan membuat ia tidak tenang.
 
*perempuan tidak suka ketidakpastian yang berlarut, butuh ketegasan sikap. Saya merekomendasi kepada para pria untuk sesegera mungkin membalas sms akhwat dengan baik untuk menghindari konflik seperti diatas.
 
*pria yang sedang dilanda masalah tidak ingin diganggu, bahkan ketika kadar masalahnya cukup tinggi, ia tidak ingin diganggu oleh amanah dakwah, ia lebih memilih sendiri dan tidak bertemu dengan orang orang untuk sementara waktu.
 
Dengan memahami karakter masing-masing ini, saya berharap Anda dapat mencoba mulai mengaplikasikan hal untuk memahami kekurangan masing-masing. Bermula dari pemahaman ini, selanjutnya saya akan memaparkan bagaimana cara lain untuk membangun komunikasi yang baik dengan tetap menjaga batasan yang ada.
 
Hijab saat rapat
 
Beberapa kampus yang pernah saya kunjungi relatif punya cara tersendiri dalam mengaplikasikan hijab dalam sebuah rapat, ada yang membatasa pria dan perempuan dengan batas permanen seperti tembok, ada yang beda ruangan, ada yang dalam bentuk papan setinggi dua meter, atau ada yang cukup dengan jarak 2 meter antara ikhwan dan akhwat. Semua tergantung kebutuhan dan budaya di masing masing kampus. Bagaimana pun bentuk hijab nya , ada beberapa hal yang perlu dipenuhi, yakni :
 
1. Jelasnya perkataan setiap anggota rapat
2. Tidak membuat ikhwan dan akhwat terkesan rapat sendiri
3. Pemimpin rapat bisa melihat semua peserta rapat ( ikhwan dan akhwat )
4. Kondisi peserta harus tetap kondusif, jangan sampai karena terpisah oleh tembok, atau papan besar membuat peserta rapat tidur-tiduran karena tidak tampak oleh lawan jenis
5. Ada medua penghubung informasi yang bisa dilihat oleh semua peserta, seperti papan tulis, agar tidak terjadi assymetric information
6. Tidak menimbulkan kesan angker atau eksklusif terhadap orang selain kader yang melihat proses rapat.
 
Proses komunikasi yang efesien
 
Komunikasi yang dilakukan antara ikhwan dan akhwat perlu diefesienkan sedemikan rupa, agar tidak terjadi fitnah yang mungkin bisa terbentuk. Saya akan mengambil contoh sms seorang ikhwan ke akhwat, dalam dua versi dengan topik yang sama, yakni mencocokan waktu untuk rapat.
 
Versi 1
Ikhwan : assalamu’alaikum ukhti, bagaimana kabarnya ? hasil UAS sudah ada ? J
Akhwat : wa’alaikum salam akhie, alhamdulillah baik, berkat do’a akhie juga, hehehe, UAS belum nih,
uhh, deg deg an nunggu nilainya, tetep mohon doanya yah !!
Ikhwan : iya insya Allah didoakan, oh ya ukhti, kira kira kapa yah bisa rapat untuk bahas tentang acara ?
Akhwat : hmhmhm… kapan yah ? akhie bisanya kapan, kalo aku mungkin besok siang dan sore bisa
Ikhwan : okay, besok sore aja dech, ba’da ashar di koridor timur masjid, jarkomin akhwat yang lain yah
Akhwat : siap komandan, semoga Allah selalu melindungi antum
Ikhwan : sip sip, makasih yah ukhti, GANBATTE !! wassalamu’alaikum
Akhwat : wa’alaikum salam
 
Versi 2
Ikhwan : assalamualaikum, ukh, besok sore bisa rapat acara ditempat biasa ? untuk bahas acara
Akhwat : afwan, kebetulan ada quis, gimana kalo besok siang aja?
Ikhwan : insya Allah boleh, kita rapat besok siang di koridor timur masjid, tolong jarkom akhwat, syukron, wassalamu’alaikum
 
Dari dua contoh pesan singkat ini kita bisa melihat bagaimana pola komunikasi yang efektif dan tetap menjaga batasan syar’i. Pada versi 1 kita bisa melihat sebuah percapakan singkat via sms antara ikhwan dan akhwat yang bisa dikatakan sedikit “lebai” ( baca “ berlebihan ), sedangkan pada versi 2 adalah percakapan antara ikhwan dan akhwat yang to the point, tanpa basa basi. Sebenarnya bagaimana kita membuat batasan tergantung bagaimana kita membiasakannya di lembaga dakwah kita saja. Perlu adanya leader will untuk membangun budaya komunikasi yang efesien dan “secukupnya”.
 
Dalam hal percakapan langsung, seorang ikhwan dan akhwat dilarang melakukan percapakan berdua saja, walau itu di tempat umum. ketika terjadi percakapan langsung maka akhwat meminta muhrimnya (sesama jenis kelamin) untuk menemaninya. 
 
Dengan itu diharapkan pembicaraan menjadi terjaga dan meminimalkan kesempatan untuk khilaf. Dengan melakukan pembicaraan yang secukupnya ini sebetulnya dapat lebih membuat pekerjaan menjadi lebih cepat dan efektif. Karena setiap pembicaraan yang dilakukan tidak ada yang sia sia, semua membahas tentang agenda dakwah yang dilakukan.
—————————————————————————————————–
Interaksi yang terjaga antara ikhwan dan akhwat dalam dakwah ditujukan agar segala aktivitas yang dilakukan tidak sia-sia, tidak keluar dari koridor syar’i dan agar Allah ridho sehingga pertolongan Allah akan segera datang untuk perjuangan dakwah ini.
 
Allahu Akbar!!!
 
Sumber; http://muslimahfathina.co.cc
               http://menikah.blogspot.com

KODE ETIK IKHWAN AKHWAT?

         Senin,yang Indah, adalah suatu pernyataan relatif. Artinya tidak semua orang berpendapat sama tentang keindahan sesuatu hal. Ada poin-poin pribadi yang melatari sebuah kecintaan. Hal yang tidak menjadi persengketaan adalah masing-masing diri memiliki kecenderungan hati untuk senantiasa mencintai keindnahan. 
Era kebebasan wanita yang terkadang (pastinya telah) disalah-guakan pihak yang berkedok perjuangan sesat kesetaraan wanita, secara sengaja ataupun tidak telah membuka ‘kran’ fitnah. Fitnah yang bertopeng keindahan, berwujud kecenderungan bernama cinta.

Adalah hal yang sudah tidak jarang kita lihat, percakapan ikwan akhwat tanpa hijab, tanpa muhrim dan dibumbui dengan senda gurau yang “dipaksakan” . Bukanlah hal baru, beberapa tahun yang lalu, sebuah majalah dakwah mengungkap adanya fenomena “CBSA” (Cinta Bersemi Saat Aktif) yang menjalari para aktivis dakwah kampus. Menurut majalah itu, trisno jalaran soko kulino (cinta hadir karena terbiasa) lah penyebab “VMJ” (Virus Merah Jambu) tersebut.

Begitulah, memang adanya. Berawal dari niatan yang ikhlas, dakwah, menyelesaikan masalah umat, tetapi saat jiwa lengah, tiba-tiba berubah haluan menjadi pemuja berhala bernama cinta. Bermula dari pertemuan yang “terpaksa” karena tujuan mulia hingga menjadi terbiasa, dan puncaknya ketika tak berjumpa, hati merana, merasakan kehilangan, sendiripun menjadi hal yang tak biasa.

“Kesalahan” ini merupakan tanggungjawab bersama, tidak hanya menjadi PR bagi akhwat saja atau ikwan saja. Untuk “menyembuhkan” harus ada pihak yang merasa bersalah, mau “bertobat”, dan pihak yang menciptakan lingkungan kondusif (untuk menjaga hati). Tak bijak rasanya, bila menyalahkan interaksi antara keduanya. Karena semenjak diutusnya nabi Adam hingga nabi penghujung, Muhammad SAW, telah dikisahkan interaksi antara keduanya (ikhwan akhwat) , yang menandakan kebolehan adanya.
 

Dalam Al-quran dikisahkan interaksi antara nabi Musa muda dengan dua akhwat, putra Nabi Syu’aib. Nabi Musa bertanya tentang keperluan mereka dan mereka menjawab secara wajar, Nabi Musa pun akhirnya membentu mereka dengan sopan. Seperti yang dikisahkan dalam Al-Quran dalam Q.S Al-Qashas ayat 23 hingga 26.
 

Demikian pula kisah Maryam, Al-Quran mengkisahkan Nabi Zakaria masuk mihrab yang dihuni oleh Maryam, kemudian beliau berinteraksi dengannya.

“Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Alloh menjadikan Zakaria pemeliharaannya. Setiap Zakaria  masuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan disisinya. Zakaria berkata, ‘ Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?’ Maryam menjawab, ‘Makanan itu dari sisi Alloh.’Sesungguhnya ALloh memeberi rizki kepada siapa yang dikehendakiNya tanpa hisab .” (QS Ali Imron: 37).
 

Ummu Hani binti Abu Thalib berkata, “ AKu pergi menemui Rasululloh Saw pada tahun penaklukan kota Makkah, lalu aku ucapkan salam kepada beliau. Beliau menjawab, “Selamat datang Ummu Hani”. AKu berkata ,” Wahai Rosululloh , saudaraku Ali mengaku bahwa dia seang memburu laki-laki yang telah aku lindungi keselamatannya, yaitu Fulan bin Hubairah’. Rasululloh saw bersabda, “ Akulah yang akan melindungi orang yang kamu lindungi, wahai ummu Hani.” (HR. Bukhari dan Muslim).
 

Demikianlah interaksi antara ikhwan akhwat, bukanlah hal yang tabu di kalangan pendahulu kita. Hanya saja, etika yang dimasanya mereka tegukkan kokoh yang telah (mungkin) kita hafal di luar kepala, kini cair hingga tak terbekas dalam amalan nyata . Hal tersebut adalah :

1. Menutup aurot

“… dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya. Kecuali yang (biasa) Nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya ..” (QS. AN-Nur : 31)

Tujuan disyariatkan menutup aurot, pada hakikatnya adalah kepentingan masing-maisng pribadi, yakni dalam rangka menjaga diri dari fitnah. Menutup aurot sempurna, bukan hanya ‘’sekedar’’ menutup aurat. Dalam menutup aurat, ada beberapa hal yang patut diperhatikan oleh muslimah.

2. Menjaga pandangan

“ Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya …” (QS.An-Nur : 31)
 

Dalam kitab Fat Al-Bary, disebutkan Fadhal bin Abbas-seorang pemuda yang tampan-melihat seorang perempuan dari kabilah Khats’am dan mengagumi kecantikannya. Lalu Nabi menoleh kepada Fadhal, sedangkan Fadhal masih melihat perempuan tersebut. Nabi mengulurkan tangannya untuk meraih dagu Fadhal dan memalingkan mukanya dari melihat perempuan tersebut.
 

Ibnu Bathal-salah seorang pensyarah kitab Shahih Al-Bukhari berkata,” Dalam riwayat tersebut terdapat perintah untuk menahan pandangan karena takut terjadi fitnah. Konsekuensinya, apabila aman dari fitnah maka melihat tidak dilarang”.
 

Sedangkan Al-Hafizh Ibnu Hajar menambahkan,” Hal ini dipertegas dengan kemungkinan bahwa Nabi saw tidak memalingkan wajah Fadhal seandainya dia tidak terus menerus melihat perempaun karena kagumnya sehingga dikhwatirkan dia terjebak ke dalam fitnah.”

3. Tidak mendayu-dayukan suara


“Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al-Ahzab :32)

Wanita dianugerahi Alloh dengan sifat kelembutan, meskipun tidak semua wanita feminim, (ada pula yang macho) tapi paling tidak mereka pada dasarnya punya sifat lemah lembut. Suaranya pun lebih merdu daripada pria, meskipun ada diantaranya yang bersuara baritone. Karena itu akhwat perlu berhati-hati dalam bersikap dan berbicara supaya tidak menimbulkan fitnah dan penyakit hati bagi yang mendengarkannya.

“Deuuu si akhiiii…, antum bisa aja deh…” ucap sang akhwat kepada seorang ikhwan sambil tertawa kecil terdengar sedikit manja.

“Gimana kabarnya akhiiii…sudah sembuh belum? Jangan lupa minum obat ya…” SMS dari seorang akhwat ke ikhwan mitra rohisnya.

“Kalu begitchu ..ngga usah ditunda lagi ya, otre deh..” SMS akhwat di inbox hpnya ikwan.

“Duh gimana ya…, ane bingung nih, banyak masalah begini… dan begitu,akh..” curhat seorang akhwat kepada ikhwan.

“Syukron ya akhi udah dimiscall buat tahajud”.GLEK        !

Itulah sedikit contoh saja bagaimana sang akhwat yang tidak tegas atau bahkan bernada manja ketika berbicara kepada aikhwan. Ndak tahu tuh gimana perasaan sang ikhwan kalo mendengar akhwat berbicara seperti itu padanya.

Loh koq akhwat saja yang disalahin?

Jangan salah, Ikhwan juga harus jaga hijab!

“Katakanlah kepada orang laki-laki beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya dan mememlihara kemaluannya..”(QS An-Nur: 31)

Ternyata banyak kasus yang lain dimana sang ikhwan justru tidak menjaga hijab dan kadang memancing untuk bercanda dan berakrab ria. SMS atau telepon tidak penting, telpon berama-lama, bercanda haha hihi , curhat-curhatan, dsb. Atau mungkin tebar pesona, memberi perhatian atau pujian berlebihan kepada si akhwat sehingga si akhwat jadi keGRan. Lebih marak lagi, adalah dunia privasi yang terpubilkasi seperti jejaring sosial yang semakin mudah aksesnya. Saling berstatus dan berkoment yang kurang manfaat. Bahkan koment yang disertai denga imot icon gak penting jadi bumbu yang semakin membuat suasana “cair” komunikasi ikhwan akhwat yang harusnya terjaga dimanapun semakin terpublikasi. Jika etika pergaulan orang yang sudah “dianggap paham” saja seperti demikian. Bagaimana dengan yang lain?

“Ukhti jazakillah ya, ukhti baik sekali dech” ucap seorang ikhwan kepada akhwat.

“dek, apakabar, lagi ngapain?” tegur seorang ikhwan kepada akhwat.(negurnya tiap hari)

“Ukh ana boleh curhat ga, soalnya anti enak banget buat curhat, boleh ya” telepon seorang ikhwan ke teman akhwatnya.

Atau coment-coment ‘aneh” diantara jejaring sosial !

“ semangat ya ukh :D”  coment salah satu ikhwan.

“ colek akh X,Y, Z ,.. jangan lupa traktirannya ya J “ celoteh si akhwat dalam sebuah koment .
 

Meskipun sudah sering beraktivitas bersama, namun ikhwan akhwat tetaplah bukan sepasang suami istri yang bisa mengakrabkan diri dengan bebasnya. Curhat berduaan akan menimbulkan kedekatan, lalu ikatan hati, kemudian dapat menimbulkan permainan hati yang bisa mengganggu tribulasi dakwah. Apalagi yang dicurhatkan tidak ada sangkut pautnya dengan agenda dakwah. Kerena itu kalau sedang diskusi, syuro, rapat, atau dalam pembicaraan lainnya hendaklah tetap “dijaga hijabnya” . Saling mengingatkan jika arah pembicaraan menjadi gak penting atau keluar agenda atau bahkan menjurus pada kemaksiatan. Misal mengingatkan jika dalam pembicaraan itu banyak bercanda. Meskipun ada banyak orang dalam sebuah forum, kalau disitu ada ikhwan akhwat, bercanda bisa menjadi sarana syaitan menggoda hati. Kalau ada yang mengingatkan supaya tidak banyak bercanda masak dianggap galak? Bukankah banyak bercanda itu mematikan hati dan kewajiban sebagai sarana muslim adalah mengingatkan !
 

Bagi antum para akhwat, jagalah kata-katamu jangan sampai mendayu-dayu. Pilih kata-kata yang tepat dan berusaha tegas dalam berbicara. Tegas maksud disini tidak “dilembekkan”, tidak bernada manja. Bukan galak lho! (meskipun ada yang bilang galak). Proporsionallah, bicar` yang penting-penting,. Bukankah interaksi antara laki-laki dan perempuan salah satu syaratnya adalah ada keseriusan agenda atau kepentingan? Jadi kalo niatnya mau telpon urusan agenda dakwah ya jangan terus berlanjut dengan curhat-curhatan gitu. Kadang karena si ikhwan gak peka si akhwat dengan tegasnya langsung nyekak “Afwan Pak, sudah malam, ada hal lain yang urgent yang perlu disampaikan ?” Atau ketika ada ikhwan yang telepon  atau menegur hanya sekedar kabar kabari ga da hal yang penting, salahkah akhwat jika mengatakan, “Afwan, ada yang bisa saya bantu? Kalu gak ada saya lagi ada keperluan?”
 

Untuk menjaga hijab, biasanya akhwat memanggil para ikwan dengan panggilan ‘Pak’ tidak peduli berapapun usia para ikhwan itu. Para akhwat biasanya merasa lebih save menggunakan panggilan ‘Pak’ daripada ‘akhi’ atau ‘mas’, biar bisa menjaga hati di kedua belah pihak. Meskipun kadang ada ikwan-ikhwan yang gak suka dipanggil dengan panggilan ‘Pak’ karena mereka merasa belum tua, akhirnya balas memanggil akhwat dengan panggilan ‘Bu’. Padahal panggilan ini juga rawan menimbulkan penyakit hati! PERLU DIPAHAMI! Meskipun sudah sering beraktivitas bersama, namun ikhwan akhwat tetaplah bukan sepasang suami istri yang bisa mengakrabkan diri dengan bebasnya. Biasanya para akhwat akan merasa nggak enak dan nggak nyaman di panggil ‘dhek’ oleh ikhwan yang bukan apa-apanya karena kwatir bisa menimbulkan penyakit hati akibat keakraban itu, namanya syaitan pasti akan senantiasa menggoda manusia.
 

Pernah kejadian, di akhir sebuah syuro seorang ikhwan menegur para akhwat yang hadir disitu dengan secarik kertas. “ Afwan ukhti, lain kali, tolong akhwat kalau bercanda jangan keras-keras sampai terdengar di ikhwannya.”
 

Itu hanya sekedar contoh saja usaha ikhwan dan akhwat dalam menjaga adab pergaulan mereka, menjaga hijab di antara mereka. Tapi kadang ada yang salah paham menganggapnya terlalu keras atau galak. Masing-masing orang mungkin punya cara sendiri-sendiri, yang penting bagaimana bisa menjaga hati kedua belah pihak. Mungkin bisa jadi kita bisa menjaga hati kita, tapi hati orang lain siapa yang tahu.

4. Pelanggaran jam malam

Sarana dan fasilitas memang Alloh ciptakan untuk kita dalam beraktifitas. Termasuk adanya sarana telepon dan sms. Di era sekarang ini, dalam interaksi ikhwan-akhwat seringkali terjadi adanya pola komunikasi lewat telp ,sms komunikasi dunia maya tanpa mengenal balas waktu.Sudah jadi pemahaman bersama selama ini dalam dunia dakwah kampus  bahwa jam malam akhwat itu yaitu 21.00-05.00. Namun, beberapa kali masih terjadi pola komunikasi di luar jam-jam itu. Terutama pola komunikasi yang dilakukan via sms. Atau komen-komenan di facebook. Ada kasus, akhwat hubungi ikhwan pukul 2 malam atau sebaliknya. Kalau memang hal itu untuk kepentingan mendesak sekali( dalam arti jika tidak dilakukan saat itu maka akan menimbulkan mudharat yang lebih besar) mungkin masih bisa dimaklumi, namun seringkali sms-sms atau komen-komen di dunia maya sekaliber jejaring sosial twitter, facebook ataupun yang semacamnya itu hanya  untuk keperluan biasa  sebetulnya bisa dilakukan besok paginya.

5. Keseriusan agenda interaksi

Islam tidak menghendaki adanya interaksi yang hanay sekedar iseng atau berada dalam kesia-siaan, tanpa kejelasan agenda. Tidak dikehendaki pula dimana syarat keseriusan agenda sudah terpenuhi tetapi terbuka peluang untuk agenda-agenda yang tidak teragendakan, dimana agenda ini jauh dari keseriusan bahkan membuka pintu-pintu fitnah.

6. Menghindari jabat tangan dalam situasi umum

Dari Ma’qil bin Yassar, Rasululloh saw bersabda, “Ditusuk di kepala salah seorang diantara kamu dengan jarum besi lebih baik daripada memegang-megang perempuan yang tidak halal baginya .” (HR. Thabrani)   

7. Memisahkan laki-laki dan perempuan serta tidak berdesak-desakan
     Hal ini perlu dijaga waktu melakukan aksi atau berada dalam kendaraan lain yang secara tidak sengaja bersamaan.

8. Menghindari Khalwat (berdua-duaan antara seorang perempuan dan seorang laki-laki di tempat yang sepi )

9. Meminta izin suami jika menemui perempuan yang suaminya sedang berpergian ( bagi yang sudah berkeluarga )

“… dan dia (istri) tidak boleh mengijinkan orang lain masuk ke dalam rumahnya kecuali dengan ijin (suami)nya…”.(HR. Bukhori)

Hal ini dimaksudkan untuk menghindarkan diri dari rasa kecemburuan suami yang mengetahui istrinya berbincang dengan laki-laki, sementara dia ada di rumah dan tidak meminta izin terlebih dahulu.

Sebagaimana sahabat Amr bin Ash saat datang ke rumah Ali bin Abi Thalib untuk suatu keperluan , tetapi Ali tidak ada dirumah. Ia bolak-balik hingga dua sampai tiga kali, namun Ali tetap tidka di rumah datang dan berkata kepadanya, “Jika kamu memilki keperluan kepadanya (istri Ali), apakah kami tidak dapat masuk memenuhinya?” Amr menjawab, “Kami dilarang menemui para istri kecuali seizin suaminya.” (HR. Muslim)

10.  Menjauhi perbuatan dosa

Hendaknya kaum laki-laki dan perempuan beriman menjauhi perbuatan dosa dalam berinteraksi. Perbuatan ini dapat terjadi dalam tujuan pembicaraan, materi pembicaraan, cara dan gaya bicara dsb.

“Dan tinggalkanlah dos yang Nampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat), disebabkan apa yang mereka telah kerjakan.” (QS. Al-An’am:120)

Diantara dosa yang tampak adalah meninggalkan etika syar’i dalam berinteraksi dengan lawan jenis. Sedangkan dosa yang tak tampak adalah berkembangnya perasaan senang terhadap sesuatu yang haram dan berharap mendapatkan lebih banyak lagi.

Menjadi pribadi yang terjaga dari dalam kandungan hingga kelak yaumil akhir, adalah sebuah impian yang mulia. Setidaknya, ketika setitik noda yang melekat, serta merta kita menjadi hamba yang tersadar dari kelalaian, kemudian sedemikian rupa berusaha berlepas dengan sungguuh-sungguh, mengokohkan diri menjadi muslim yang sebenarnya .

Sangat disayangkan memang, ketika hal-hal yang diremehkan (cairnya hubungan antara ikhwan akhwat) tetapi bagi sebagian kaum berilmu merupakan hal yang mampu menghancurkan iman secara perlahan, bahkan bisa jadi ‘tingkah laku yang terlihat remeh inilah sebenarnya yang menghambat kerja-kerja dakwah kita memperlambat kemenangan dakwah yang kita emban. Telah menjadi sebuah diskusi umum ataukah nasihat bijak dari saudara terkasih, hanyalah sebuah tiupan angin sejuk, selintas lalu tapi tidak membekas dalam jiwa.

Wahai ikhwahfillah! Bangkit dan ubahlah hari ini menjadi hari paling bersejarah dalam kehidupanmu. Mulakanlah dari dirimu, bila engkau tak mampu membawa serta saudara (ikhwah)mu kembali kejalanNya yang lurus. Sesungguhnya hanyalah kuasa Robb kita.

Jadikanlah hari kemarin adalah masa lalu yang patut engkau sesali, tinggalkan dan berazzamlah untuk tidak mengulang kembali.

Wahai ikhwahfillah, ihkwan solih dan akhwat sholihah..menjadilah indah, tetapi jadikanlah keindahan itu hanya milik suamimu/istrimu semata. Muliakanlah dirimu sengan senantiasa meminta jiwamu untuk mengihkhlaskan diri menjadi muslim/muslimah  sejati. Sebagai seorang muslimah, maka jadilah muslimah yang bidadaripun kan cemburu kepadamu.

   
“ ..karena sholat mereka, pusa mereka, ibadah mereka kepda Alloh. Alloh meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan. Sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, “ Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya ..” (HR .Thabrani)

Nb:

…ikhwan wa akhwatfillah…

Tulisan ini ditulis dengan semangat saling menjaga dan mengingatkan . Melihat semakin banyaknya media yang mudah sekali mendekatkan kita terhadap hal-hal yang  menjauhkan kita dari padaNya. Mungkin terlihat remeh hanya sekedar interaksi ikhwan akhwat! Namun, hal-hal remeh inilah yang akan menjadi bukit ‘keremehan’. Layaknya kebaikan. Kebaikan yang istiqomah akan menjadi bukit amal yang besar buat kita.  Apalagi  dosa kecil terlihat tidak sengaja namun bisa menjadi bukit amal keburukan kelak. Naudzubillah. Maka disinilah kita saling mengingatkan agar menjadi manusia yang beruntung Insya Alloh. Dengan pemahaman yang kita punya maka tidak perlu aturan kode etik ikhwan akhwat dibuat (gak penting.red), karena itu telah hadir dalam bentuk kesadaran. Maka tanpa ada aturan pun kita akan melakukannya.
 
Sumber:fikrinurulihsan.blogspot.com
Flower 53