Tuesday, June 12, 2012

Ketika Cinta Membuatmu Menangis

 


 Suatu ketika mungkin kita pernah jatuh hati, memendam rasa atau suka pada seseorang yang kita kagumi. Tiap hari bayang wajahnya selalu menghantui. Ada rasa rindu kala tak bertemu. Ada keinginan untuk memiliki. Ada getar jiwa kala berjumpa dengan dia yang kita kagumi. Terkadang dia-nya yang sering membuat kita melamun dengan tatapan kosong. Terbayang-bayang kalau kita bisa berjalan bersamanya, atau berada dalam dekapannya. Semuanya serba indah dan seakan begitu sempurna. Tapi hati ini tetap saja memandam rasa. Kadang pula malu untuk mengungkapkannya.


Yah, cinta… Ia hadir tanpa disadari. Ia merupakan anugerah dari Ilahi. Dan rasa cinta pasti ada pada tiap diri manusia. Karenanya mencintai dan dicintai adalah bagian yang tak terpisahkan. Ibarat kopi dengan gula. Begitulah seharusnya, mencintai dan dicintai dua kata yang saling melengkapi. Mecintai seseorang menjadikan keindahan tersendiri dalam hidup kita. Wajar bila kita mengharapkan balasan hingga kita ingin di cintainya.


Saudaraku tercinta…

Wajar saja kalau kita punya rasa cinta, hingga rasa cinta itu kian menggelora. Dalam ayat-Nya Allah pun berfirman: 

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (Surga).” (Ali ‘Imran: 14)

Maka dari itulah manusia di beri-Nya kelebihan dibanding dengan makhluk Allah yang lain. Kelebihan itulah yang membuat kita mempunyai rasa cinta dan kasih sayang. Cinta yang memang kadang kita salah menempatkannya. Atau kasih sayang yang terkadang terlalu berlebihan. Sehingga kita ingin sekali untuk memiliki apa yang kita cintai dan harus bisa meraihnya?

Tapi saudaraku… 

bagaimana jika dia-nya yang kita damba selama ini, yang kita cintai dan kita kagumi ternyata akan menjadi milik orang lain? Hancurlah hati kita. Seakan kita tidak dan tak akan pernah rela dia-nya menikah dengan orang lain. Kita cuma bisa memandangi undangan pernikahan yang kita terima. Kadang juga kita menyalahkan Allah Tuhan kita, “Ya Allah kenapa Engkau tidak mempertemukanku dengannya?”

Seribu bahasa, seribu tanya boleh kita gunakan untuk mengadu kepada-Nya. Bahkan seribu air mata pun boleh kita kucurkan disetiap sujud kehadirat-Nya, kenapa Allah tidak mempertemukan dengan orang yang kita cinta. Karena Allah selalu mendengar tiap keluh dan kesah hamba-hamba-Nya.

Saudaraku,...

cinta memang bisa membuat kita bahagia, hingga dunia menjadi begitu indah nan mempesona. Tapi cinta juga bisa membuat kita menangis dan menderita. Seakan kita ingin segera mengakhiri hidup ini. Karena itu saudaraku…

Ketika cinta membuatmu menangis…
Belajarlah ikhlas, melepaskan yang kita cintai menjadi milik orang lain. Meski kita menderita dan tak pernah rela.

Ketika cinta membuatmu menangis…
Bertanyalah pada diri sendiri. Apakah dia-nya yang selama ini kita damba bisa membahagiakan kita kelak dalam membangun rumah tangga? Apakah dia-nya yang selama ini kita cinta juga akan membalas cinta kita kepadanya dengan setulus hati?

Ketika cinta membuatmu menangis…
Maka tersenyumlah. Hapuslah airmatamu. Tataplah ke depan. Di depan sana ada cinta seseorang yang akan menyambut cintamu. Cinta suci yang akan membahagiakanmu, yang tak pernah terukur oleh jarak dan waktu. 
sumber :Islamedia

8 pengertian cinta dalam Al-Qur'an

http://www.alakadarnya.net/wp-content/uploads/2012/03/cintaIslam.jpg

Menurut hadis Nabi, orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai'an katsura dzikruhu), kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya (man ahabba syai'an fa huwa `abduhu).

Kata Nabi juga, ciri dari cinta sejati ada tiga :

(1) lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain,

(2) lebih suka berkumpul dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, dan

(3) lebih suka mengikuti kemauan yang dicintai dibanding kemauan orang lain/diri sendiri. Bagi orang yang telah jatuh cinta kepada Alloh SWT, maka ia lebih suka berbicara dengan Alloh Swt, dengan membaca firman Nya, lebih suka bercengkerama dengan Alloh SWT dalam I`tikaf, dan lebih suka mengikuti perintah Alloh SWT daripada perintah yang lain.

Dalam Qur'an cinta memiliki 8 pengertian berikut ini penjelasannya:

1. Cinta mawaddah adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan"nggemesi".
Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.

2. Cinta rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding terhadap diri sendiri.
Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya.
Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antar orang yang bertalian darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya.
Dari itu maka dalam al Qur'an , kerabat disebut al arham, dzawi al arham ,yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri,yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata
rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana psikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim.
Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim, atau silaturrahmi artinya menyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta mawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin-dunia akhirat.

3. Cinta mail, adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara, sehingga menyedot seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan.
Cinta jenis mail ini dalam al Qur'an disebut dalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang lama.

4. Cinta syaghaf. Adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil dan memabukkan.
Orang yang terserang cinta jenis syaghaf (qad syaghafaha hubba) bisa seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir tak menyadari apa yang dilakukan. Al Qur'an menggunakan term syaghaf ketika mengkisahkan bagaimana cintanya Zulaikha, istri pembesar Mesir kepada bujangnya, Yusuf.

5. Cinta ra'fah, yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan norma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak tega membangunkannya untuk salat, membelanya meskipun salah. Al Qur'an
menyebut term ini ketika mengingatkan agar janganlah cinta ra`fah menyebabkan orang tidak menegakkan hukum Allah, dalam hal ini kasus hukuman bagi pezina (Q/24:2).

6. Cinta shobwah, yaitu cinta buta, cinta yang mendorong perilaku penyimpang tanpa sanggup mengelak. Al Qur'an menyebut term ni ketika mengkisahkan bagaimana Nabi Yusuf berdoa agar dipisahkan dengan Zulaiha yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja),sebab jika tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan bodoh, wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun minal jahilin (Q/12:33)

7. Cinta syauq (rindu).
Term ini bukan dari al Qur'an tetapi dari hadis yang menafsirkan al Qur'an. Dalam surat al `Ankabut ayat 5
dikatakan bahwa barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan tiba.
Kalimat kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma'tsur dari hadis riwayat Ahmad; wa as'aluka ladzzata an nadzori ila wajhika wa as syauqa ila liqa'ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya
memandang wajah Mu dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu.
Menurut Ibn al Qayyim al Jauzi dalam kitab Raudlat al Muhibbin wa Nuzhat al Musytaqin, Syauq (rindu) adalah pengembaraan hati kepada sang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang
apinya berada di dalam hati sang pecinta, hurqat al mahabbah wa il tihab naruha fi qalb al muhibbi

8. Cinta kulfah. yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik
kepada hal-hal yang positip meski sulit, seperti orang tua yang menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada pembantu.
Jenis cinta ini disebut al Qur'an ketika menyatakan bahwa Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, la yukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286)

Salam Cinta,

Saturday, June 9, 2012

5 Penyakit Berat yang Bersumber dari Perut




http://cateringtrifena.files.wordpress.com/2011/09/makan.gif



“Sebagian besar penyakit berasal dari perut.” Tidak sedikit dokter memberi keterangan demikian. Maksudnya adalah apa yang kita makan dapat menyebabkan penyakit bila tidak kita jaga atau kontrol dengan tepat. Kurang lebih ada 5 penyakit pada organ vital yang penyebabnya adalah makanan yang tidak terkontrol dengan baik, yaitu:

1. Jantung

Kita sering mendengar orang berkata “jangan suka marah-marah nanti jantungan” atau mudahnya banyak orang menganggap emosi adalah pencetus penyakit ini. Padahal penyebab penyakit jantung adalah makanan. Khususnya makanan yang mengandung kolesterol tinggi. Hal ini terbukti dari cara terbaik mencegah jantung koroner: Pola makan sehat, hindari juga makanan dengan kandungan gula tinggi, menjaga Tubuh ideal dari kegemukan, berhenti merokok, hindari Stresh, hipertensi, obesitas, Olahraga secara teratur, konsumsi antioksidan (dapat diperoleh dari berbagai macam buah-buahan dan sayuran).
Dari daftar pencegahan tersebut sekitar lima puluh persennya berhubungan dengan makanan.

2. Ginjal

Penyakit yang kedua adalah gagal ginjal. Meskipun manusia dikaruniai dua ginjal dalam tubuhnya, namun siapapun dia, pasti tidak akan mau bila ginjalnya mengalami kegagalan fungsi. Fungsi ginjal sangat strategis dan mempengaruhi semua bagian tubuh. Selain mengatur keseimbangan cairan tubuh, eletrolit, dan asam basa, ginjal juga akan membuang sisa metabolisme yang akan meracuni tubuh, mengatur tekanan darah dan menjaga kesehatan tulang.

Gangguan ginjal bisa dicegah dengan berbagai cara, terutama dengan menerapkan gaya hidup sehat. Berhenti merokok, memperhatikan kadar kolesterol, kendalikan berat badan, menghindari kekurangan cairan dengan cukup minum air putih tidak lebih dari 2 liter setiap hari. “Minum air secara berlebihan justru akan merusak ginjal,” kata Dr.David Manuputty, SpBU dari RSCM Jakarta. Yang tak kalah penting, berhati-hatilah dalam menggunakan obat anti nyeri khususnya jenis obat anti inflamasi non steroid. Lagi-lagi asupan makanan yang tidak terkontrol sebagai faktor terbesar rusaknya ginjal.

3. Liver (Hati)

Liver atau hati merupakan organ yang sangat penting bagi kelangsungan hidup yang memiliki lebih dari 500 fungsi, termasuk menetralkan tubuh dari zat-zat berbahaya yang masuk dari luar tubuh maupun yang terbentuk di dalam tubuh akan dibuang ke hati bersama-sama cairan empedu menuju usus, mengontrol penggumpalan darah serta menghasilkan empedu untuk menguraikan lemak menjadi asam lemak pada proses pencernaan.

Penyakit liver yang berhubungan dengan organ hati ini disebut juga sebagai hepatitis. Penyakit liver ini dapat dibedakan menjadi dua bagian tergantung berapa lama penderita mengidap penyakit ini. jika seorang penderita menderita hepatitis kurang dari 6 bulan maka disebut hepatitis akut dan jika penyakit tersebut selama 6 bulan lebih maka disebut hepatitis kronis.

Secara umum penyebab penyakit liver dapat disebabkan oleh kondisi berikut ini :
  • Adanya kelainan hati yang merupakan bawaan sejak lahir atau pada saat kelahiran.
  • Adanya gangguan dan kelainan pada proses metabolisme
  • Infeksi virus atau bakteri (hepatitis A, hepatitis B, atau hepatitis non-A dan non-B).
  • Obat-obat tertentu yang merupakan racun bagi hati.
  • Kekurangan gizi atau nutrisi
  • Terinfeksi racun, seperti jamur aflatoxin, vinyl chloride, anabolic steroids, dan arsenic
  • Ketergantunga alkohol dan zat adiktif lainnya.
  • Kecanduan dan kebiasaan merokok juga dapat menjadi salah satu faktor penyebab
4. Usus (usus Buntu, usus besar)

Penyakit yang satu ini, tidak bisa tidak berhubungan dengan makanan, karena proses penyerapan makanan terjadi di sini.
Usus buntu yang meradang biasanya ditemukan setelah kondisinya parah, padahal kondisi yang parah bisa mengancam kehidupan. Untuk itu kenali gejala-gejala dari radang usus buntu. beberapa gejala yang biasa muncul seperti: nyeri di pusar, nyeri, memburuk, demam, mual dan muntah, konstipasi (sembelit) atau diare, kembung.

Ada kemungkinan penyebab usus buntu sedikit banyak adalah karena kurangnya asupan serat pada lambung sedangkan penyebab pastinya belum banyak diketahui.
Sedangkan penyakit usus besar biasanya berupa kanker, Sejauh ini, penyebab kanker usus besar memang belum diketahui secara pasti. Hanya saja, ada beberapa hal yang diduga kuat berpotensi memunculkan penyakit ganas ini, antara lain: cara diet yang salah (terlalu banyak mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan protein, serta rendah serat), jarang melakukan aktivitas fisik, sering terpapar bahan pengawet makanan maupun pewarna yang bukan untuk makanan, dan merokok.

5. Maag (lambung)

Seperti kita ketahui, lambung adalah organ pencernaan dalam tubuh manusia yang berfungsi untuk menyimpan makanan, mencerna dan kemudian mengalirkan ke usus kecil.
Hingga saat ini belum ada cara yang mudah untuk hidup sehat terbebas dari sakit maag selain memperbaiki pola hidup dan pola makan.

Penyakit pada kelima organ vital diatas, faktor terbesar penyebabnya adalah makanan terlebih pola makan yang salah dan pemilihan makanan yang tidak tepat. Dan bila salah satu dari kelima organ tersebut terkena penyakit, maka kemungkinan akan menyebabkan penyakit pada organ lainnya menjadi besar. Hal ini karena fungsi kelima organ tersebut saling mendukung. Untuk itu penting bagi kita menjaga asupan makanan, yaitu makan yang baik dan dibutuhkan oleh tubuh kita. Beruntung bagi muslim yang memiliki prinsip “makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang” dan “makan lah makanan yang halal dan baik”. Karena belum ada kisah seseorang terkena penyakit, karena mengikuti prinsip tersebut.


 Sumber: mpks-sleman.org

Ikhwan GANTENG, Partner Sejati Akhwat?

Oleh : Ayat Al Akrash


Alangkah indahnya Islam. Kedudukan manusia dinilai dari ketaqwaannya, bukan dari gendernya. Ini adalah strata terbuka sehingga siapa saja berpeluang untuk memasuki strata taqwa.

Ikhwan dan akhwat adalah dua makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berbeda. Ikhwan, sebagaimana ia, memang diciptakan lebih dominan rasionalitasnya karena ia adalah pemimpin bagi kaum hawa. Akhwat, sebagaimana ia, memang diciptakan lebih dominan sensitivitas perasaannya karena ia akan menjadi ibu dari anak-anaknya.

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. 9: 71)

Di lapangan, ikhwan dan akhwat harus menjaga hijab satu sama lain, namun tentu bukan berarti harus memutuskan hubungan, karena dalam da’wah, ikhwan dan akhwat adalah seperti satu bangunan yang kokoh, yang sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain.

Belakangan ini menjadi sebuah fenomena baru di berbagai LDK kampus tentang sedikit ‘konfrontasi’ ikhwan dengan akhwat. Tepatnya, tentang kurang cepat tanggapnya da’wah para ikhwan yang notabene adalah partner da’wah dari akhwat.

Patut menjadi catatan, mengapa ADK akhwat selalu lebih banyak dari ADK ikhwan. Walau belum ada penelitian, tetapi bila melihat data kader, pun data massa dimana jumlah akhwat selalu dua sampai tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan ikhwan, maka dapat diindikasikan bahwa ghirah, militansi dan keagresifan berda’wah akhwat, lebih unggul. Meski memang hidayah itu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, namun tentu kita tak dapat mengabaikan proses ikhtiar.

Akhwat Militan, Perkasa dan Mandiri? Sejak kapankah adanya istilah Akhwat militan, perkasa dan mandiri ini? Berdasarkan dialog-dialog yang penulis telaah di lapangan, dan di beberapa LDK, ternyata hampir semua akhwat memiliki permasalahan yang sama, yaitu tentang kurang cepat tanggapnya ikhwan dalam menghadapi tribulasi da’wah. Bahkan ada sebuah rohis yang memang secara turun temurun, kader-kader akhwatnya terbiasa mandiri dan militan. Mengapa? Karena sebagian besar ikhwan dianggap kurang bisa diandalkan. Dan ada pula sebuah masjid kampus di Indonesia yang hampir semua agenda da’wahnya digerakkan oleh para akhwat. Entah hilang kemanakah para ikhwan.

Akibat seringnya menghadapi ikhwan semacam ini, yang mungkin karena sangat gemasnya, penulis pernah mendengar doa seorang akhwat, “Ya Allah…, semoga nanti kalau punya suami, jangan yang seperti itu… (tidak cepat tanggap–red),” ujarnya sedih. Nah!

 http://chaliim.files.wordpress.com/2009/04/ikh-one.jpg

Ikhwan GANTENG

Lantas bagaimanakah seharusnya ikhwan selaku partner da’wah akhwat? Setidaknya ada tujuh point yang patut kita jadikan catatan dan tanamkan dalam kaderisasi pembinaan ADK, yaitu GANTENG (Gesit, Atensi, No reason, Tanggap, Empati, Nahkoda, Gentle). Beberapa kisah tentang ikhwan yang tidak GANTENG, akan dipaparkan pula di bawah ini.

(G) Gesit dalam da’wah

Da’wah selalu berubah dan membutuhkan kegesitan atau gerak cepat dari para aktivisnya. Ada sebuah kisah tentang poin ini. Dua orang akhwat menyampaikan pesan kepada si fulan agar memanggil ikhwan B dari masjid untuk rapat mendesak. Sudah bisa ditebak…, tunggu punya tunggu…, ikhwan B tak kunjung keluar dari masjid. Para akhwat menjadi gemas dan menyampaikan pesan lagi agar si fulan memanggil ikhwan C saja. Mengapa? Karena ikhwan C ini memang dikenal gesit dalam berda’wah. Benar saja, tak sampai 30 detik, ikhwan C segera keluar dari masjid dan menemui para akhwat. Mobilitas yang tinggi.

(A) Atensi pada jundi

Perhatian di sini adalah perhatian ukhuwah secara umum. Contoh kisah bahwa ikhwan kurang dalam atensi adalah ketika ada rombongan ikhwan dan akhwat sedang melakukan perjalanan bersama dengan berjalan kaki. Para ikhwan berjalan di depan dengan tanpa melihat keadaan akhwat sedikitpun, hingga mereka menghilang di tikungan jalan. Para akhwat kelimpungan.., nih ikhwan pada kemana? “Duh.., ikhwan ngga’ liat-liat ke belakang apa ya?” Ternyata para ikhwan berjalan jauh di depan, meninggalkan para akhwat yang sudah kelelahan.

(N) No reason, demi menolong

Kerap kali, para akhwat meminta bantuan ikhwan karena ada hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh akhwat. Tidak banyak beralasan dalam menolong adalah poin ketiga yang harus dimiliki oleh aktivis. Contoh kisah kurangnya sifat menolong adalah saat ada acara buka puasa bersama anak yatim. Panitia sibuk mempersiapkannya. Untuk divisi akhwat, membantu antar departemen dan antar sie adalah hal yang sudah seharusnya dilakukan. Para akhwat ini kemudian meminta tolong seorang ikhwan untuk memasang spanduk. “Afwan ya…, amanah ane di panitia kan cuma mindahin karpet ini…,” jawab sang ikhwan sambil berlalu begitu saja karena menganggap tugas itu bukanlah amanahnya.

(T) Tanggap dengan masalah

Permasalahan da’wah di lapangan semakin kompleks, sehingga membutuhkan aktivis yang tanggap dan bisa membaca situasi. Sebuah kisah, adanya muslimah yang akan murtad akibat kristenisasi di sebuah kampus. Aktivis akhwat yang mengetahui hal ini, menceritakannya pada seorang ikhwan yang ternyata adalah qiyadahnya. Sang ikhwan ini dengan tanggap segera merespon dan menghubungi ikhwan yang lainnya untuk melakukan tindakan pencegahan pemurtadan.

Kisah di atas, tentu contoh ikhwan yang tanggap. Lain halnya dengan kisah ini. Di sebuah perjalanan, para akhwat memiliki hajat untuk mengunjungi sebuah lokasi. Mereka kemudian menyampaikannya kepada ikhwan yang notabene adalah sang qiyadah. Sambil mengangguk-angguk, sang ikhwan menjawab, “Mmmm….” “Lho… terus gimana? Kok cuma “mmmmm”…” tanya para akhwat bingung. Sama sekali tidak ada reaksi dari sang ikhwan. “Aduh… gimana sih….” Para akhwat menjadi senewen.

(E) Empati

Merasakan apa yang dirasakan oleh jundi. Kegelisahan para akhwat ini seringkali tercermin dari wajah, dan lebih jelas lagi adalah dari kata-kata. Maka sebaiknya para ikhwan ini mampu menangkap kegelisahan jundi-jundinya dan segera memberikan solusi.

Contoh kisah tentang kurang empatinya ikhwan adalah dalam sebuah perjalanan luar kota dengan menaiki bis. Saat telah tiba di tempat, ikhwan-akhwat yang berjumlah lima belas orang ini segera turun dari bis. Dan bis itu melaju kembali. Para akhwat sesaat saling berpandangan karena baru menyadari bahwa mereka kekurangan satu personel akhwat, alias, tertinggal di bis! Sontak saja para akhwat ini dengan panik, berlari dan mengejar bis. Tetapi tidak demikian halnya dengan ikhwan, mereka hanya berdiri di tempat dan dengan tenang berkata, “Nanti juga balik lagi akhwatnya.”

(N) Nahkoda yang handal

Laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita. Ia adalah nahkoda kapal. Lantas bagaimanakah bila sang nahkoda tak bergerak? Alkisah, tentang baru terbentuknya kepengurusan rohis. Tunggu punya tunggu…, hari berganti hari, minggu berganti minggu, ternyata para ikhwan yang notanebe adalah para ketua departemen, tak kunjung menghubungi akhwat. Akhirnya, karena sudah “gatal” ingin segera gerak cepat beraksi dalam da’wah, para akhwat berinisiatif untuk “menggedor” ikhwan, menghubungi dan menanyakan kapan akan diadakan rapat rutin koordinasi.

(G) Gentle

Bersikap jantan atau gentle, sudah seharusnya dimiliki oleh kaum Adam, apatah lagi aktivis. Tentu sebagai Jundullah (Tentara Allah) keberaniannya adalah di atas rata-rata manusia pada umumnya. Namun tidak tercermin demikian pada kisah ini. Sebuah kisah perjalanan rihlah. Rombongan ikhwan dan akhwat ada dalam satu bis. Ikhwan di depan dan akhwat di belakang. Beberapa akhwat sudah setengah mengantuk dalam perjalanan. Tiba-tiba bis berhenti dan mengeluarkan asap. Para ikhwan segera berhamburan keluar dari bis. Tinggallah para akhwat di dalam bis yang kelimpungan. “Ada apa nih?” tanya para akhwat. Saat para akhwat menyadari adanya asap, barulah mereka ikut berhamburan keluar. “Kok ikhwan ninggalin gitu aja…” ujar seorang akhwat dengan kecewa.

Penutup

Fenomena ketidak-GANTENG-an ikhwan ini, akan dapat berpengaruh pada kinerja da’wah. Ikhwan dan akhwat adalah partner da’wah yang senantiasa harus saling berkoordinasi. Masing-masing ikhwan dan akhwat memang mempunyai kesibukannya sendiri, namun ikhwan dilebihkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu sebagai pemimpin. Sehingga wajar saja bila yang dipimpin terkadang mengandalkan dan mengharapkan sang qawwam ini bisa jauh lebih gesit dalam berda’wah (G), perhatian kepada jundinya (A), tidak banyak alasan dalam menolong (N), tanggap dalam masalah (T), empati pada jundi (E), menjadi nahkoda yang handal (N) dan mampu memberikan perlindungan (G).
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
"Kaum laki-laki adalah pemimpin (qawwam) bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita)..." (QS. An-Nisa':34).

Kita harapkan, semoga semakin banyak lagi ikhwan-ikhwan GANTENG yang menjadi qiyadah sekaligus partner akhwat. Senantiasa berkoordinasi. Ukhuwah di dunia, dan di akhirat. Amiin. []

PS : Ayo kita budidayakan (memangnya ternak???) ikhwan GANTENG ini.
Dan pada pembahasan selanjutnya, dapat dikupas tentang akhwat CANTIK. Nah, untuk ini, biarkan ikhwan yang menulis ^ _ ^

Wednesday, June 6, 2012

Larangan memakai JILBAB GAUL


Dengan menyebut nama ALLAH Yang Maha Pengasih Maha Penyayang.
Segala puji bagi ALLAH, Rabb yang Maha Suci lagi Maha Agung, penguasa alam semesta.
Salam dan selawat semoga senantiasa kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa sallam, beserta para isteri beliau, dan keturunan serta keluarga beliau.

Sebagai wanita muslim kita diwajibkan menurut aurat. Bagi kebanyakan orang yang dinamai aurat wanita itu adalah dari dada hingga paha, oleh karena itu mereka dengan tanpa merasa berdosa menolak memakai jilbab dan hanya menggunakan kerudung. Sedangkan sebagian orang yang lain berpendapat bahwa aurat wanita adalah dari ujung rambut hingga ujung kaki. Dan inilah pendapat yang paling benar dan sesuai hukum Islam, sehingga para wanita yang mengikuti syariat Islam pastinya akan menggunakan jilbab atau hijab.
Namun masih banyak yang berpendapat bahwa apabila sudah tertutup semua, maka dianggap sudah menutup aurat. Ternyata tidak semudah itu pengertian menutup aurat yang benar, agama Islam mempunyai aturan bagaimana cara menutupnya dengan benar.

Pada kesempatan ini, kita sampaikan pendapat ulama tentang suatu fenomena di kalangan wanita yaitu perihal JILBAB GAUL, yaitu jilbab yang mengikuti fashion dunia dimana yang ditutupi hanya bagian kepala saja, sedangkan bagian dada dibiarkan terbuka. Ulama dari kelompok Kaum Muda mengatakan bahwa Jilbab seperti ini HARAM dipakai oleh kaum wanita, karena ia tidak sempurna menutup aurat wanita


Semoga kita hanya berpegang kepada hukum ALLAH, agar selamat di dunia dan akhirat.

1. PERINTAH MENUTUPI DADA


[24. An Nuur: 31]


Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.






[33. Al Ahzab: 59]


Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[*] ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


 [*]. Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.




Dalam Al-Qur’an ALLAH sudah memerintahkan kepada kaum wanita agar menutupi dada. Apabila ALLAH yang mengeluarkan perintah, maka sudah pasti apabila dilanggar maka kita akan disebut orang munafik. Siapa yang menolak perintah ALLAH maka ancamannya neraka.

Munafik artinya mendustakan ayat-ayat ALLAH, yaitu suatu perbuatan dimana seseorang sudah mengetahui tentang perintah ALLAH, tetapi ia menolak perintah itu dan mengganggapnya tidak ada atau ia sengaja menjauhinya

Menutup dada bagi wanita apabila ia berada di luar rumah bertujuan agar ia terhindar dari fitnah. Karena dengan menampakkan dadanya, wanita akan mengundang perhatian mata kaum lelaki, maka lelaki dapat bernafsu terhadap wanita itu atau berangan-angan atau berpikiran negatif kepada si wanita.
Sedangkan apabila wanita berada di dalam rumah, bersama suami atau mahramnya, maka ia boleh membuka jilbabnya dan menampakkan dadanya.

2.JILBAB GAUL DISAMAKAN DENGAN KAASIYAT ‘ARIYAAT

Dari Abu Hurairah RA katanya: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Ada 2 (dua) golongan penduduk neraka yang keduanya belum terlihat olehku, yaitu
(1) Kaum (sekelompok orang) yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang dipergunakannya untuk memukul orang.
(2) Perempuan-perempuan “kaasiyaat ‘ariyaat” (yang berpakaian tetapi sama juga dengan bertelanjang), dan perempuan-perempuan yang mudah dirayu atau suka merayu, rambut mereka (disasak/disanggul) bagaikan punuk unta. Perempuan-perempuan tersebut tidak dapat masuk surga, bahkan tidak dapat mencium bau surga. Padahal bau surga dapat tercium dari jarak sangat jauh.”

[HR. Muslim – Kitab Pakaian dan Perhiasan]

Hadis di atas ditujukan oleh Rasulullah SAW terhadap kaum wanita Muslim, bukan untuk wanita Non-Muslim.
Wanita Non-Muslim tentunya tidak akan memakai tutup kepala (jilbab) kecuali para biarawati, namun mereka inipun tidak sama dengan pakaian wanita muslim, jadi Rasulullah SAW tentu saja tidak akan melihat kepada wanita Non-Muslim, sehingga dalam hadis ini berbunyi “2 golongan yang belum terlihat olehku”.



Penafsiran oleh Imam Nawawi dan para Ulama fiqih:


1.Kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi adalah tentara/polisi yang tidak melindungi rakyat tetapi        sebaliknya menyakiti rakyat.
    Istilah cambuk dimasa sekarang disamakan dengan tongkat kecil yang biasa dimiliki oleh para jenderal/petinggi/pemimpin tentara dan polisi. Dan tongkat itu berarti menandakan bahwa pemegangnya adalah orang yang memiliki jabatan yang tinggi dalam

2.Perempuan-perempuan kaasiyaat ‘ariyaat (berpakaian yang seperti tidak berpakaian), mengandung dua makna:

  •  Perempuan yang menutup sebagian dari tubuh mereka dan membuka sebagian yang lain, yaitu jilbabnya tidak menutupi dada.

  • Perempuan yang pakaiannya terlalu minim, sempit dan ketat (press body) sehingga kelihatan lekuk tubuhnya, terlalu tipis atau tembus pandang (transparent) atau pakaiannya membangkitkan nafsu syahwat kaum lelaki karena sebagian pakaiannya terbuka atau pakaian yang sengaja untuk menampilkan auratnya seperti halnya perempuan dari kaum kafir.


ilbab seperti ini tidak beda dengan sekedar topi, apalagi jika leher tidak ditutupi, maka hilanglah makna berjilbab
 
 
Inilah model jilbab yang paling banyak dipakai di dunia. Jilbab seperti ini terus diperdebatkan oleh ulama. Ada yang membolehkan. Ada yang melarang, dengan alasan tudungnya itu pendek tidak sempurna menutupi dada. Sedangkan menurut kita, jilbab ini memang kurang sempurna untuk menutupi dada. Jadi sebaiknya dihindari.  


Dari Usamah bin Zaid RA, ia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Saya berdiri di pintu surga, maka saya lihat orang-orang yang masuk ke dalamnya kebanyakan adalah orang-orang yang miskin. Sedangkan  orang-orang yang bernasib baik ketika di dunia tertahan di luar. Kecuali penduduk neraka, mereka langsung diperintahkan masuk ke dalam neraka.”
“Dan saya berdiri pula di pintu neraka, saya lihat orang yang masuk ke dalamnya kebanyakan adalah kaum wanita.”
[HR. Muslim – Kitab Riqaq]


#####################
 
Flower 53