Monday, April 30, 2012

PERBEDAAN ARTI KATA AMIN, AAMIN,AMIIN,AAMIIN

 http://manjaddawajadaa.files.wordpress.com/2011/12/aamiin.jpg



Lafaz aamiin diucapkan didalam dan diluar salat, diluar salat amin diucapkan oleh orang yang mendengar doa orang lain. Aamiin termasuk isi fiil Amr, yaitu isim yang mengandung pekerjaan. Maka para ulama jumhur mengartikannya dengan Allahummas istajib (ya Allah ijabahlah). Makna inilah yang paling kuat dibanding makna-makna lainnya seperti bahwa aamiin adalah salah satu nama dari asma Allah swt.

Membaca aamiin adalah dengan memanjangkan a (alif) dan memanjangkan min, apabila tidak demikian akan menimbulkan arti lain.
Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata “AMIN” yaitu :

1. ”AMIN” (alif dan mim sama-sama pendek), artinya AMAN, TENTRAM
2. "AAMIN” (alif panjang & mim pendek), artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN
3. ”AMIIN” (alif pendek & mim panjang), artinya JUJUR TERPERCAYA
4. “AAMIIN” (alif & mim sama-sama panjang), artinya YA TUHAN, KABULKANLAH DOA KAMI


Arti kesemuanya bermakna baik, tapi benar atau belum pemakaian kata² tersebut?
Supaya apa yang kita lafalkan benar dan sesuai dengan arti yang kita inginkan.
Semoga bermanfaat...

Sunday, April 29, 2012

10 KUALITAS KEPRIBADIAN BAIK

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiA03cJjdq2CJIUxMXOV7Q3R8_wk_Aq3v79n7TuR8gsbUuFUo3kJeLjVTGnHv-IoJ30CLICRpEtKupzzTT98KUcTtlMYB4ftBVS1RoZy8Gpduu5-07T_YkEVPdug_mXnpVM-Tre7zo657Q/s1600/thumbs-up1-300x299.jpg
10 KUALITAS KEPERIBADIAN BAIK


1.Ketulusan
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh
semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena
yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan
kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau
memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”.
Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi
dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi
keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

2.Kerendahan Hati
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru
mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap
rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang
yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa
membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya
tidak merasa minder.

3.Kesetiaan
Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang
setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya
komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.

4.Positive Thinking
Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat
segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk
sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang
lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka
mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan
sebagainya.

5.Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak
harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria
adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu
berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain,
juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong
semangat orang lain.

6.Bertanggung jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan
sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya.
Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk
disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan
menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang
bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.

7.Percaya Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana
adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya
diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia
tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

8.Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain.
Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci
dan permusuhan. Ketika menghadapi masa- masa sukar dia tetap tegar, tidak
membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

9.Easy Going
Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka
membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-
masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir
dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah
yang berada di luar kontrolnya.

10.Empati
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja
pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain.
Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua
belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia
selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.


Setiap orang tidak ada yang sempurna,hanya Allahlah pemilik kesempurnaan itu,tetapi paling tidak kita berusaha memiliki keperibadian yang baik.

Menghadapi POLISI Ketika Kena Tilang



PERHATIKAN INI.
Trik ketika kena tilang.

Hai temen- Temen semoga bermanfaat :

Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja kebutuhan, saya sekeluarga
pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya menumpang
taksi tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat
teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.

Polisi (Pol) : Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK?
Sopir ( Sop ) : Baik Pak?

Pol : Mas tau..kesalahannya apa?

Sop : Gak pak

Pol : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat nomor
taksi yg memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus sakti mengambil
buku tilang?lalu menulis dengan sigap

Sop : Pak jangan ditilang deh? wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana?
kalo ada pasti saya pasang

Pol : Sudah?saya tilang saja?kamu tau gak banyak mobil curian sekarang? (dengan
nada keras !! )
Sop : (Dengan nada keras juga ) Kok gitu! taksi saya kan Ada STNK nya pak , ini
kan bukan mobil curian!

Pol : Kamu itu kalo di bilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas) kamu terima
aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna MERAH)


Sop : Maaf pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya?Saya mau yg warna BIRU
aja.


surat tilang slip merah






Slip Biru




Pol : Hey! (dengan nada tinggi) kamu tahu gak sudah 10 Hari ini form biru itu gak
berlaku!
Sop : Sejak kapan pak form BIRU surat tilang gak berlaku?

Pol : Inikan dalam
rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU? Dulu kamu bisa minta form
BIRU? tapi sekarang ini kamu Gak bisa? Kalo kamu gak kamu ngomong sama komandan
saya (dengan nada keras dan ngotot)

Sop : Baik pak, kita ke komandan bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh
polisi)

Dalam hati saya ?berani betul sopir taksi ini ?
Pol : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas!?
Sop : Siapa yg melawan!? Saya kan cuman minta form BIRU? Bapak kan yang gak mau
ngasih

Pol : Kamu jangan macam-macam yah? saya bisa kenakan pasal melawan petugas!
Sop : Saya gak melawan!? Kenapa bapak bilang form BIRU udah gak berlaku? Gini
aja pak saya foto bapak aja deh? kan bapak yg bilang form BIRU gak berlaku
(sambil ngambil HP)

Wah ? wah hebat betul nih sopir ?. berani, cerdas dan trendy ? (terbukti dia
mengeluarkan hpnya yang ada berkamera.
Pol : Hey! Kamu bukan wartawankan! ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin
(sambil
berlalu)

Kemudian si sopir taksi itupun mengejar itu polisi dan sudah siap melepaskan
?shoot pertama? (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota polisi lagi )

Pol 2 : Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu
Sop : Si bapak itu yg bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi
yg menilangnya)

lalu si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi, ada pembicaraan
singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan polisi yang menilang.
Akhirnya polisi yg menghalau tadi menghampiri si sopir taksi

Pol 2 : Mas mana surat tilang yang merah nya? (sambil meminta)
Sop: Gak sama saya pak?. Masih sama temen bapak tuh (polisi ke 2 memanggil
polisi yang menilang)

Pol : Sini tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal)

Lalu polisi yang nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp..30.600 sambil
berkata ?nih kamu bayar sekarang ke BRI ? lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini,
saya tunggu?..

Sop : (Yes!!) Ok pak ..gitu dong kalo gini dari tadi kan enak?

Kemudian si sopir taksi segera menjalnkan kembali taksinya sambil berkata pada
saya, ?Pak .. maaf kita ke ATM sebentar ya ... mau transfer uang tilang . Saya
berkata ya silakan.

Sopir taksipun langsung ke ATM sambil berkata, ? ?Hatiku senang banget pak,
walaupun di tilang, bisa ngasih pelajaran berharga ke polisi itu.? ?Untung saya
paham macam2 surat tilang.?

Tambahnya, ?Pak kalo ditilang kita berhak minta form Biru, gak perlu nunggu 2
minggu untuk sidang Jangan pernah pikir mau ngasih DUIT DAMAI?. Mending bayar
mahal ke negara sekalian daripada buat oknum!?

Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai
berikut:

SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan Dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat.

Itupun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang, Dan
oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai
tilang... Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di
kejaksaan setempat, disinipun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan
pungutan liar berupa pembengkakan nilai

tilang..

SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda.

Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah
norek Bank BUMN).

Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM/STNK
kita di kapolsek terdekat dimana kita ditilang.

You know what!? Denda yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50 ribu! dan dananya RESMI MASUK KE KAS NEGARA.

Sumber terkait lainnya dari Ditlantas Polda Metro Jaya:
Pak, mohon informasinya. Jika terkena tilang, apa bedanya slip biru dan slip merah. Karena menurut informasi yang saya dapat, jika kita mengakui kesalahan (kooperatif) maka seharusnya mendapat slip biru, denda tilangnya bayar via atm (tidak perlu sidang). lebih memudahkan. Sedangkan slip merah itu, jika kita tidak mengakui kesalahan (harus sidang) mohon penjelasan dan klarifikasinya supaya jelas pak. terima kasih
Jawab :
Perbedaan Slip biru : setelah di tilang pelanggar bisa langsung membayar denda di Bank BRI yang di tunjuk , besar denda yang harus di bayar harus sesuai ketetapan UU No 22 2009, apabila mengikuti sidang pengadilan bisa berkurang sesuai keputusan di pengadilan. Demikian penjelasan dari kami kurang lebihnya mohon maaf (Aipda Tarmin).
Jadi, tips diatas bukan tips untuk bagaimana Anda menghindari membayar tilang, tetapi bagaimana menghadapi kejadian jika Anda ditilang polisi. Kalau tidak ingin ditilang tentunya jangan melanggar dunk.. ya ga? :D
Kesimpulannya:
Jika kita ditilang dan kita tahu benar klo kita memang salah.. sebaiknya langsung saja mengakui dengan meminta slip biru sehingga kita dapat langsung memproses kesalahan kita dengan membayar ke negara via ATM/Bank tanpa proses yang ribet harus ke pengadilan, apalagi harus bayar polisinya dan tuh duit masuk kantong polisinya bukan ke kas negara!!! (hushhh.. ga boleh su’udzon :D ), atau surat-surat kita ditahan.
Tetapi kalau anda yakin tidak bersalah dan ingin memproses dipengadilan.. silahkan minta slip merah.. :) .
UPDATE:
sekedar informasi, sekarang slip biru sudah berubah, maknanya bukan kita mengakui kesalahan dan dendanya tidak lagi sesuai yang ditulis polisi yang menilang.

Makna slip biru tilang adalah kita membayar denda maksimum atas kesalahan kita ke bank bri sehingga kita tidak perlu menghadiri sidang. Jangan kaget nanti kalau melanggar lalu minta slip biru maka yang kita bayar mulai dari Rp. 100.000, Rp. 250.000 Rp. 500.000,- sampai Rp. 1.000.000,- tergantung pasal yang dkenakan pada kita dan denda yang disebutkan dalam pasal tersebut.
Denny Yapari, ST. SH. MH.
Info ini beritahukan teman, saudara dan keluarga Anda.





sumber;http://www.ceritadanwarta.com/

Friday, April 27, 2012

Ketika Harus Melepaskan Cinta..






http://katacintague.com/wp-content/uploads/2012/03/sedih.jpg
Cinta yang suci adalah cinta yang halal
yang Allah satukan dalam ikatan pernikahan

Hidup ini selalu berputar, tak selamanya kita berada dibawah dengan semua kepedihan dan tak selamanya kita diatas dengan segala kesenangan. ALLAH Maha Adil .. Hanya Dia yang Tahu mana yang terbaik untuk hamba NYa ..

“Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak. ( Al-Baqarah 216 )”


Sahabatku, ada perih disudut hati, ketika engkau cerita tentang segala yg kau alami .. Setelah sekian lama kau bertahan Setelah sekian lama kau memendam luka Setelah sekian lama kau rendam nestapa rupanya Allah izinkan juga engkau tempuhi jalan itu Aku percaya, itu suatu “keputusan terakhir” yang terbaik untukmu…


Sahabatku, Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan. Orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan …. Tetapi ada saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang bukan kerana orang itu berhenti mencintai kita melainkan kerana kita menyedari bahawa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.


* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kebahagiaan kita sangat bergantung pada orang itu.


* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kita merasa dia itu kacak, cantik, teristimewa dibandingkan dengan yang lain.


* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kita takut tidak dapat menemui yang seperti dia lagi.


* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika begitu banyak saat-saat indah bersamanya, sentiasa terbayang di benak kita.


* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika hati kita berkata “Saya sangat mencintainya”.



Ingatlah..


Melepaskan bukanlah berakhirnya melainkan awal dari suatu kehidupan baru…


* Kita harus melepaskan seseorang kerana kebahagiaan kita tidak tergantung padanya.


* Kita harus melepaskan seseorang kerana kita menyedari yang kacak,yang cantik, yang istimewa belum tentu yang terbaik buat kita.


* Kita harus melepaskan seseorang kerana kita tahu jika Allah mengambil sesuatu, Dia telah siap memberi yang lebih baik.


* Kita harus melepaskan seseorang ketika saat-saat indah hanyalah tinggal masa lalu.


* Kita harus melepaskan seseorang kerana kepala kita berkata “tidak ada lagi yang dapat dipertahankan”.


* Kegagalan tidak bererti kita tidak mencapai apa-apa, namun kita telah memahami sesuatu! Segala sesuatu ada waktunya, ada saat mempertahankan, ada saat melepaskan…!


“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?


dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu


yang memberatkan punggungmu?


Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu


Kerana sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan


Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan


Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain


dan hanya kepada Rabbmulah hendaknya kamu berharap” (QS.94:1-8)


Kadangkala Allah mempertemukan kita dengan orang yang tidak tepat sebelum mempertemukan kita dengan orang yang tepat supaya kita bersyukur akan belajar daripada kurniaNYA dan belajar daripadanya …



 Sumber: akuislam.com

Aku Tak Sempurna. Kau Pun Tak Sempurna..



Aku ingin mengenalmu dengan sempurna

Tanpa bercinta yang saat ini perkara biasa orang lain lakukan. Cukuplah aku mengenalmu melalui murabbi dan keluarga. Kerana pernikahan adalah proses pengenalan yang berkesinambungan. Pernikahan bukanlah akhir bagi sesuatu perkenalan, namun sebenarnya awal dari perkenalan. Aku memang tidak mengenalmu, namun aku akan berusaha mengenalmu semampuku, setelah kita halal untuk saling mengenal.

Aku ingin melamarmu dengan sempurna
Tanpa pertukaran hadiah valentine’s day terlebih dahulu seperti yang orang lain . Cukuplah aku sekadar hanya mengenalkan diriku dan keluargaku kepada keluargamu. Semoga tercipta keharmonian kerzna menghormati kesucian pernikahan. Aku memang tidak mampu memberikan banyak harta untuk melamarmu, namun aku berjanji untuk berusaha mencari harta semampu kita. Harta yang halal untuk kita gunakan bersama.

Aku ingin menikahimu dengan sempurna
Tanpa terlalu banyak kemeriahan yang mendekati kenikmatan dunia. Cukuplah rasa bahagia yang menyelimuti keluarga, sanak saudara, sahabat, serta kita berdua khususnya, menjadi keriangan tersendiri, dalam haru yang tercipta berjaya mendirikan sebuah lagi masjd. Aku memang tidak mampu untuk memberikan kemewahan pada hari pernikahan kita, namun aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia di hari-hari setelah pernikahan kita. Sesungguhnya pernikahan bukanlah fasa terakhir dalam perjalanan hidup kita, namun gerbang awal untuk membuka salah satu jalan menuju Syurga-Nya.

Aku ingin mencintaimu dengan sempurna
Tanpa banyak kata yang membalut kebohongan belaka. Cukuplah rayuan dan gurauan ringan untuk menghiasi pernikahan kita. Aku memang tidak pandai merangkai kata romantis selalu untuk mu, namun aku tahu bagaimana menjaga kedudukanmu. Kau bukan berada di atas kepala hingga selalu perlu disanjung puja, bukan pula berada di bawah kaki untuk dipijak dan dihina. Kau adalah tulang rusuk kiriku, dekat dihatiku untuk selalu ku cinta. Aku tidak berani berjanji untuk mencintaimu sepenuhnya, namun aku berani berjanji untuk selalu belajar mencintaimu sepenuhnya. Cinta sejati yang membuat kita semakin mencintai-Nya.

Aku ingin hidup bersamamu dengan sempurna
Tanpa banyak terpengaruh perkara yang menimbulkan perselisihan antara kita berdua. Cukuplah atas nama Allah segala tingkahlaku kita, disertai Al-Qur’an penerang jalan hidup kita, dan Al-Hadis pengiring liku hidup kita. Aku memang tidak dapat membuatkan mu bahagia selalu, namun aku berjanji untuk selalu ada dalam setiap suasana keadaan dan perasaanmu. Aku ingin menyediakan bahu dalam kesedihanmu, menjadi ubat penenang dalam kerisauan mu, serta melebarkan pangkuan di saat kelemahanmu.

Aku ingin memperoleh keturunan darimu dengan sempurna
Tanpa ego yang menaungi diri masing-masing, kita berdua membicarakan persetujuan dalam perancangan. Cukuplah kita berdua yang tahu akan keinginan dan kemampuan kita. Melalui mu, lahirlah buah hati kecil pelengkap hidup kita.
Aku tak sempurna. Kau pun tak sempurna. Ketidaksempurnaanmu menjadi pelengkap ketidaksempurnaanku, hingga kita akan sempurna, meskipun hanya bagi kita berdua. Biarlah Allah yang Maha sempurna, yang berhak menilai kesempurnaan kita.


Sumber: akuislam.com

I’tibar Di Balik Mati Lampu

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKaNYQwuMiewN8PTE8w7CGs6xfTxtNIPT3-Tv2vL1yE3H_hYmtg2-8qtsXE6rHvwA3egd4mcPZh7ZBeXVC5mG0rJBCmsEG0Grfj-_ZxxhZHb16V4Q2YVCF0NX3Zs-ftvAOLUqHHmBYckNh/s320/lilin.jpg

Menjengkelkan. Begitulah seringkali muncul perasaan apabila lampu padam. Sebuah sikap spontan di tepi sabar yang seolah terkikis oleh hilangnya cahaya. Ekspresi jengkel pun membuntuti dengan polah yang beragam.
Dari yang wajar sampai kepada yang berlebihan.

“Mamaaa, takuuut. Huuuu. Aku ga bisa lihat apa-apa. Mama di manaa ...”.

”Masya Allah, mati lampu. Padahal cuaca bagus. Mungkin ada gangguan”.

“Yah, mati lagi. Ga siang ga malam. PLN brengsek. Iuran aja ga boleh telat. Pelayanan ga pernah meningkat. Ngakunya rugi melulu. Dikorup tuh!”.

Setiap saat hasil budaya dan teknologi melaju dengan cepat. Tetapi kesiapan mental untuk menghadapinya hampir-hampir berjalan merangkak. Sebelum lampu listrik menerangi rumah-rumah kita, kita jarang mengeluh bila malam tiba. 

Gelap yang merayap perlahan menjumpai Maghrib sampai Isya hingga menjelang Shubuh, kita sikapi dengan amat bersahaja. Kita masih rela pergi ke Surau dan Masjid untuk berdiri dalam shaf-shaf jamaah lalu mengaji meskipun hanya diterangi cahaya bulan atau lampu minyak. 

Lampu petromak sungguh sangat mewah kala itu. Jarang sekali yang emosional berhadapan dengan gelap, meskipun lampu harus mati karena kehabisan minyak. Tetapi jama’ah tetap gemuk. Orang mengaji tetap semarak. Masjid menjadi tempat yang amat hidup di antara Maghrib dan Isya, kemudian semarak lagi pada saat shalat Fajar di pagi buta.

Semenjak Neon dan Bohlam menggantung di langit-langit rumah, di Masjid-Masjid atau di Surau-Surau, manusia seolah enggan menikmati suasana malam. Bahkan pobia gelap. Ada kemunduran sikap mental setelah teknologi berhasil menggubah “habis gelap terbitlah terang”. Perubahan itu, amat mencolok.

Saat aliran listrik menjalar lancar dan cahaya lampu memenuhi setiap sudut rumah menjelang Maghrib, anak-anak lebih memilih bersila di depan televisi atau layar facebooknya. Sinetron, gossip, badut pengocok perut, musik, berita, sepak bola, sulap, ramalan atau debat kusir telah menggantikan “imam” Masjid dan Surau. Atau paling minim bergegas meninggalkan wirid dan ba’diyah agar tidak ketinggalan setiap episode acara pavoritnya. Masjid dan Surau jarang lagi terdengar gaung lantunan orang mengaji. Hanya cahaya lampu gantungnya yang mewah menyirami Masjid dengan aneka warna kristalnya yang kelap-kelip. Masjid dan Surau seolah ”mati” dalam terang.

Tapi tentu, dan harapan kita, ini hanyalah kenyataan pukul rata. Masih ada keluarga muslim yang tidak terjebak emosional karena teknologi. Mereka masih seperti dulu, setia dengan panggilan ketaatan saat kumandang adzan menggema. Masih setia membunyikan rangkaian huruf-huruf Hijaiyyah selepas Maghrib menjelang Isya. Begitu juga masih ada banyak Masjid dan Surau yang tetap semarak. Sebagai ”Baitullah” dan pusat pusaran yang menarik bagai magnet setiap hati yang selalu bergantung pada-Nya. Bahkan ketika listrik padam, spiritnya tetap menyala.

Gelap karena sebab apapun sebenarnya adalah satu tanda dari ayat-ayat keagungan Allah. Dan manusia beriman tidaklah gagap dalam menghadapi penomena gelap.  

Pertama, karena orang beriman amat menyadari bahwa pengalaman hidupnya justru dilewati dari kegelapan. Di alam kegelapan itulah tubuhnya dibentuk dan ruhnya ditiupkan. Manusia merasakan rasa aman, nyaman dan hangat di tempat yang kokoh; rahim. Masa itu dilewatinya selama lebih kurang sembilan bulan. Masa itu adalah masa gelap yang paling istimewa dalam kandungan ibu.

Kedua, gelap adalah instrumen untuk mengukur kadar kebajikan. Apakah ia akan tetap cukup memiliki cahaya ketika akan masuk ke dalam ruang gelap liang lahad sehingga alam barzakh itu akan tetap terang, nyaman, luas dan hangat seperti kandungan ibu karena kebajikan dan imannya menjadi suluh baginya. 

Di sinilah hati yang penuh iman akan selalu tergerak untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya sumber cahaya sebagai teman yang akan menemaninya terbaring kaku di perut bumi nanti sampai waktunya ia dibangkitkan. Begitu nikmatnya ia di komplek pekuburan, sampai-sampai ia merasakan betapa cepatnya kiamat terjadi. Bagaikan orang yang terjaga dari tidur sekejap saja seraya berujar, ” Ah, cepat sekali waktu berlalu. Rasanya baru beberapa jam saja aku terlelap”. Padahal bisa jadi, ia telah terbaring ribuan tahun yang lalu terhitung sejak nafasnya berhenti.

Hati yang penuh iman selalu beramal saleh agar kuburnya tidak menjadi kegelapan kedua tetapi menyengsarakan. Layaknya ruang bawah tanah tanpa ada secuilpun lubang cahaya, ditambah lagi dengan siksanya yang pedih dan seperti tak berkesudahan. Sehingga sering mereka memohon untuk dikembalikan ke dunia untuk menjadi mushalli, atau berinfak atau menjadi orang soleh dan berharap kapan kiamat segera datang.

Kegelapan inilah yang membuat telinganya selalu menangkap dengung pesan Nabi. ”Berhati-hatilah kalian pada perbuatan zalim. Sebab kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat”.

Ketiga, kegelapan fisik dengan segala manifestasinya hanyalah sinyal untuk kembali menangkap pesan Tuhan, bahwa manusia tidak bisa menyandarkan keselamatan hidupnya hanya dengan kekuatan fisik sebab ia sangat terbatas. Mata barulah berfungsi apabila ada cahaya yang memantul ke retina dan menangkap bayangan di depannya. Tetapi, apabila cahaya itu hilang, hilang pulalah fungsi mata itu. Maka gelaplah sepanjang jarak pandang yang buta. Di sini menjadi terang, mengapa banyak orang yang histeris ketika lampu mati.

Lalu mengapa banyak orang yang melek tetapi hakikatnya buta? Yaitu mereka yang tidak sanggup menangkap atau enggan menangkap kebesaran Allah melalui penglihatannya. Penglihatannya tak pernah sejuruspun mengarah ke Ka’bah, tetapi dihabiskan untuk hal-hal yang mengundang nafsu birahi dan kepuasan sesaat. Maka alangkah ruginya bola mata itu jika hanya mengikuti nafsu. Dan sungguh amatlah beruntung orang yang buta bola matanya, tetapi memiliki ketajaman menangkap cahaya iman. Manusia mulia seperti Abdullah bin Ummi Maktum radhiyallahu ’anhu amatlah beruntung. Orang seperti ini adalah sesabar-sabarnya mahluk di saat lampu mati dan tidak pernah bergantung kecuali pada cahaya imannya.

Akhirnya, gelap memang mengundang sejuta respon. Ada yang enggan. Ada yang biasa saja. Ada juga yang sengaja ingin “gelap-gelapan”. Yang pasti semuanya ingin tetap terang sampai liang kubur dan pada hari di mana manusia mempertanggungjawabkan amalnya sendiri-sendiri.

Semoga kita adalah orang yang bermandi cahaya sepenuh hidup yang fana’ sampai yang baqa’. Allahu a’lam. 

Sumber:www.eramuslim.com

Rukun Ke 6 ARKANUL BAI’AT,(At-Tha’ah )

Taat (At-Tha’ah )

Imam Asy-Syahid mengatakan:
Ath-Tha'ah:adalah melaksanakan perintah dan merealisir dengan serta merta,baik dalam keadaan sulit maupun mudah,saat bersemangat maupun malas.


Ketaatan yang dimaksudkan di sini adalah ketaatan di dalam menaati Allah dan Rasul-Nya dan waliyul amr  dan melaksanakannya dalam berbagai kondisi baik dalam keadaan susah atau mudah,saat bersemangat maupun malas,senang maupun benci.

Semangat yang menggebu, pengorbanan yang banyak tidak boleh salah arah. Karena kerja dilakukan secara kolektif, dalam organisasi, ada kerangka strategi yang perlu diperhatikan. Taat adalah mentaati strategi yang telah ditetapkan. Ketaatan ini dipagari oleh batas-batas perkara yang duduk di bawah ketaatan kepada Allah dan Rasul.


Tahapan dakwah ada tiga macam:
1.Ta,rif ( pengenalan )

Dalam tahapan ini dakwah dilakukan dengan menyebarkan fikrah Islam di tengah masyarakat.Atau disebut juga marhalah propaganda,memperkenalkan,menggambarkan fikrah dan menyampaikan kepada orang ramai disetiap lapisan masyarakat. Sistem dakwah untuk tahapan ini adalah sistem kelembagaan. Urgensinya adalah kerja sosial bagi kepentingan umum, sedangkan medianya adalah nasehat dan bimbingan sekali waktu, serta membangun berbagai tempat yang berguna di waktu yang lain, juga berbagai media aktivitas lainnya.

2.Takwin (pembentukan )

Dalam tahapan ini dakwah ditegakkan dengan melakukan seleksi terhadap unsur2 yang layak untuk mengemban tugas2 jihad dan untuk menghimpun bagian yang ada atau disebut juga sebagai tahapan pembentukan yaitu memilih para pendukung, menyiapkan angkatan tentera, pendakwah dan jihad serta mendidik mereka. Mereka dipilih dari golongan yang telah menyambut seruan dakwah.
Sistem dakwah pada tahapan ini bersifat murni dalam tataran ruhani dan  kemiliteran total dalam aspek operasional.
Slogan kedua aspek ini “Sam'an wa tha'atan"(kami mendengar perintah dan kami taat )dengan tanpa keraguan,penolakan,kebimbangan,dan rasa kesal.
Dakwah ini bersifat khusus,tdk ada yg berintraksi dgnnya kecuali orang2 yg memiliki kesiapan  utk memikul beban jihad yg panjang masanya dan banyak tantangannya.(ketaatan yg sempurna)

3.Tanfidz (pelaksanaan )

Dakwah dalam tahapan ini adalah jihad tanpa kenal sikap plin-plan, kerja terus menerus untuk menggapai tujuan akhir, dan kesiapan menanggung cobaan dan ujian yang tidak mungkin bersabar atasnya kecuali orang-orang yang tulus.
Tahapan ini amerupakan tahapan pelaksanaan, beramal, berusaha untuk mencapai tujuan.
ketiga tahapan ini berjalan berseiring dan diselaraskan bahwa kesatuan dan kekuatan dakwah adalah bergantung kepada penggabungan di antara satu dengan seluruhnya. Oleh itu para pendukung dakwah di dalam berdakwah, mestilah memilih dan membentuk dan di waktu yang sama dia beramal dan melaksanakan apa yang boleh dilaksanakan.
Jika kepahaman kita sudah cukup maka ketaatan itu akan timbul dengan sendirinya pada diri kita. Jadi semuanya bisa berjalan dgn baik.
“Sam'an wa tha'atan" sangat penting bagi setiap umat,sebagaimana pentingnya tulang punggung bagi manusia.Sebab tidak mungkin umat menghalau musuh dan mendapatkan kemenangan,kecuali bila dua siakap tersebut menjadi akhlak dasar setiap anggota umat.Umat yg solid,kuat,dan teguh adalah umat yg memiliki keputusan yang didukung oleh setiap anggotanya yang mendengar serta taat.

Islam adalah syariat Dzat Yang Maha Mengetahui dan Maha Teliti.Karena itu tidak heran kalau ia menyatakan,bahwa sikap mendengar dan taat merupakan suatu keharusan dan keniscayaan.

Allah SWT berfirman :
“ Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-nya dan ulil amri diantara kamu…( QS. An-Nisaa : 59 ).

Allah mengaitkan ketaatan dgn hakikat keimanan dlm dua sisinya,yaitu keimanan kpd Allah dan keimanan kpd hari akhir.
Allah berfirman,:
"...Jika kamu benara2 beriman pada Allah dan hari kemudian."
(QS.An-Nisaa,4:59)

Tidak pernah terjadi,seseorang atau jamaah yg mengabaikan ketaatan dalam suatu perintah, lantas ia menuai sukses dan kebaikan.
Contoh seperti perang uhud yang belum terlupakan oleh kita, bagaimana Rasulullah memerintahkan para pemanah tidak meninggalkan posisi mereka meski mereka di sambar oleh burung2.Tetapi karena mereka mengetahui angin kemenangan berpihak pda kaum muslim.mereka menyangka bahwa peperangan telah usai,mereka melanggatr perintah Rasullah,maka roda peperangan berbalik,kaum muslimin mendapat penderitaan juga banyak yang sahid.Juga perhartikan pula 2jt pasukan Italia dalam perang dunia ke-2 yg di lengkapi dengan perbekalan melebihi perbekalan musuhnya, mereka mengabaikan intrupsi untuk bergerak akhirnya mereka dapat dikalahkan dan menyerah kepada musuh.

Tak kalah penting AlQuran pun memberikan pelajaran yg berharga yaitu seorang nabi yg mulia selalu melatih dan membiasakan prajuritnya untuk taat Allah bersama porajurit yang memiliki tradisi" mendengar dan taat"
Allah memberikan kehidupan yang mulia pada mereka dalam AlQuran (Qs Albaqarah:249).

Setiap hal yg disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya,juga yg ditetapkan oleh ulil amri,dgn syarat mereka melaksanakan serta memperhatikan perintah2 dan larangan2 Allah,juga menjalankan kepemimpinan terhadap rakyat sejalan degan syariat Allah.Semua adalah hal yg ma'ruf,yang ketaatan saat itu diwajibkan.

Kapasitas seorang pemimpin dalam Islam yang wajib ditaati adalah:

-Keimanan yang kuat
-Takwa kepada Allah swt
-Pengetahuan dan kekuatan
-Amanah dan ikhlas
-Tidak kasar,bengis, dan keras hati

Batas2 ketaatan adalah:
-Selama ia menjalankan syariat Allah sebagaimana diperintahkan oleh-Nya
-Melakukan dakwah secara berkesinambungan,sehingga tiada seorang pun dimuka bumi ini,melainkan telah mendengar kalimat Allah
-Memperlakukan umatnya sejalan dengan amanah yg diembannya.
Jamaah yg akan melaksanakan tugas besar tidak mungkin dapat melaksanakannya bila kepemimpinannya tidak mendapat hak untuk ditaati oleh orang2 yg berafiliasi kpd jamah,dalam hal yg tidak mengandung unsur kemaksiatan.
Agar ketiga tahapan ini sukses maka bentuk2 kegiatan yg harus dilakukan adalah:

Bentuk pertama
Seluruh unsur jamaah berkonsentrasi melakukan kegiatan ta’rif melalui ceramah-
ceramah halaqah, penyebaran buku dan penjelasan. Pada bentuk ini menuntut adanya
kepemimpinan yang kapabel dalam menata kegiatan ta’rif secara utuh dan
mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk tahapan berikutnya.

Bentuk kedua
Seluruh unsur jamaah di saat yang sama berkonsentrasi melakukan ta’rif dengan
sarana-sarananya, takwin dengan sarana-sarananya, dan tanfidz dengan sarana-
sarananya Pemimpin harus pandai meletakkan persoalan pada tempatnya.

Bentuk ketiga
Seluruh unsur jamaah secara serentak bergerak di tahapan ta’rif, lalu berpindah secara
serentak untuk melakukan takwin terhadap unsur-unsur yang dihasilkan dari tahapan
sebelumnya, lalu bergerak secara serentak pula menuju tanfidz

Bentuk keempat
Jamaah hanya memusatkan kegiatan pada ta’rif dan takwin pada saat yang bersamaan.
Pemimpin mempersiapkan langkah tanfidz dan kajian berbagai kemungkinan.

Bentuk kelima
Ta’rif, takwin, tanfidz dilakukan dalam waktu yang bersamaan dan diawasi oleh suatu
unit tersendiri. Bentuk ini menuntut setiap personil memiliki kemampuan melakukan
ta’rif, takwin, dan tanfidz.

Penjelasan Tambahan

Pertama:

Yang dimaksud dengan ta’rif adalah memperkenalkan islam secara umum kepada orang
baik secara ilmiah maupun praktis. Adapun yang dimaksud dengan takwin adalah
mentarbiyah orang dengan standar keanggotaan dalam jamaah untuk memainkan
perannya yang optimal bagi pelayanan islam. 
Tanfidz yang tidak tegak di atas pondasi ta’rif dan takwin, akan berakhir dengan kegagalan oleh sebab-sebab berikut :

1.  Perangkat tanfidz akan termasuk unsur yang sebenarnya tidak layak diberi
kepercayaan
2.  Pelaksanaan tanfidz masa sekarang memerlukan kecerdasan dan ketrampilan yang
tinggi
3.  Perangkat ta’rif dan takwinlah yang dapat senantiasa mensuplai sumber daya
manusia untuk menunaikan tugas-tugas tanfidz
4.  Perangkat tanfidz jika tidak dapat menggerakkan sekelompok umat melalui
perangkat ta’rif dan takwin akan gagal belaka
5.  Perangkat ta’rif dan takwinlah yang dapat mempersembahkan pemecahan masalah
di tubuh umat secara menyeluruh, serentak dan spontan
6.  Perangkat ta’rif dan takwinlah yang mampu melakukan kontak individu dengan
masyarakat

Kedua:

Secara rinci Hasan Al Banna menyebutkan bahwa enam peringkat keanggotaan dapat
diringkas menjadi empat, yakni peringkat para pendukung, mujahidin, para naqib, dan
para naib. Karakter untuk setiap peringkat keanggotaan adalah kadar pengetahuannya.
Kadar pengetahuan minimal bagi seorang muslim adalah memahami hal-hal penting
yang dilakukannya sehari-hari. Setiap muslim harus mempelajari buku yang ringkas
tentang aqidah, fiqih, akhlak, cara membaca Al-quran, tajwid, dan menghafal surat-
surat yang disunnahkan untuk dihafal.


Sumber:Buku Risalah Pergerakan Ikwanul Muslimin

Tuesday, April 24, 2012

“Jangan Bersedih”

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVCF4O-Svt0jaMSBHAH_bsAcnHGDTz_UxmO6SqKfwSv183LWvEb5hbl95hjyHI52i5WXwMqaw6p_wBgVsyYR7UFo5ayrOCpS_vDxgF2RddFg37fu_Fte9_znKiY6CF_VtpKEzVC1aCr08/s1600/palestine10.jpg

Saudariku ....
Hapuslah air matamu
Hadapi hidup ini dengan tabah
Serahkan semua urusan kepadaNya

Saudariku ....
Di saat duka melanda jiwa dan menguras air mata
Cobalah lihat di sana ....
Di gubuk-gubuk liar
Di kolong kolong jembatan
Di rumah-rumah kumuh
Di negara-negara yang sedang kekeringan
Di negara yang sedang dilanda perang
Cobalah lihat ....
Mereka yang mengais makanan
Mereka yang merendahkan tangan mengharapkan uluran tangan

Saudariku ....
Hapuslah air matamu
Tabahkanlah hatimu
Cobalah lihat di sana ....
Seorang ibu sendirian karena suaminya meninggal dunia
Seorang anak yatim kehilangan ayahnya karena musibah yang melanda
Seorang istri yang ditinggal suami karena perang

Saudariku ....
Senyumlah ....
Mari kita mencari ridhoNya
Mari kita raih hidup bahagia dengan doa dan usaha
Mari kita berjuang dengan bekal iman di dada
Mari kita tantang matahari dengan tekad membaja
Mari kita hadapi hidup
Seperti semut hitam di malam gelap gulita
Mencari makan untuk anak-anaknya
Marilah .... saudariku
Hapuslah air matamu ....
Senyumlah .... !

Saudariku ....
Janganlah bersedih
Cobalah lihat di sana ....
Betapa banyak anak-anak gadis
Tersia-sia hidupnya, karena salah mengartikan cinta
Memberikan segalanya pada yang dicintai
Meninggalkan bekas yang tak mudah dihapus sejarah hidupnya

Saudariku ....
Coba lihat di sana ....
Gadis gadis yang terlena karena cinta membara
Melupakan sesuatu yang mesti dijaga
Meninggalkan luka yang tak mudah dihapus tinta sejarah hidupnya

Saudariku ....
Di lain tempat dan di lain waktu
Ada sepasang calon suami istri
Yang amat sederhana ... dengan mas kawin ala kadarnya
Sejadah panjang mengukir hidupnya
Dan alas tikar seadanya menjadi hamparan tidur keduanya
Coba lihat itu .....

Saudariku ....
Jangan bersedih
Hapuslah air matamu ....
Mari bersyukur kepadaNya
Karena kau dijauhi dari kejadian yang mereka alami
Mari kita bersujud atas karuniaNya
Rezeki yang berkah
Kematangan jiwa yang semakin mantap
Keteguhan iman yang semakin kuat
Sabar dan syukur yang mengikat

Saudariku ....
Senyumlah ....
Di balik senyummu ada karuniaNya
Di balik senyummu ada bahagia
Di balik senyummu ada sedekah
Di balik senyummu ada keikhlasan
Di balik senyummu ada istana kerinduan

Saudariku ....
Apa yang ada padamu sekarang ini
Adalah karunia Allah
Yang tidak semua orang menerimanya
Yang tidak semua orang merasakannya
Yang tidak semua orang mendapatkannya
Yang tidak semua orang memilikinya
Yang tidak semua orang mampu menggapainya

Saudariku ....
Jikapun ada kekurangan yang kau terima
Atau merasa ada yang belum tercapai
Atau merasa hidup begitu membosankan
Atau merasa orang lain lebih darimu dari harta, kedudukan atau pendidikan
Dan semua itu menjadi hatimu sedih

Coba lihat ....
Orang yang ada di bawahmu
Orang yang tidak berpendidikan
Orang yang mencari sesuap nasipun susah
Orang yang berumah beratap langit
Orang yang berjalan tanpa alas kaki
Orang yang kemana-mana hanya berjalan kaki
Dan banyak lagi orang yang dari berbagai segi
Sangat kekurangan ...!

Bukan untuk menangisinya
Bukan untuk menghinanya
Bukan untuk mentertawakannya
Tapi menjadi bahan pembelajaran
Untuk menatap hidup agar lebih baik dari kemarin
Untuk bersyukur kepadaNya bila memdapat karunia
Dan bersabar bila mendapat cobaan !

Saudariku ....
Tersenyumlah ....
Doaku menyertaimu ... !


Oleh Syaripudin Zuhri

mengurai kata Bersedih

Janganlah Engkau Bersedih Jangan bersedih,
sebab rasa sedih akan selalu mengganggumu dengan kenangan masa lalu,
akan membuatmu khawatir dengan segala kemungkinan di masa yang akan datang,
dan akan menyia-nyiakan kesempatan pada hari ini.

Jangan bersedih, sebab rasa sedih hanya akan membuat hati menjadi kecut,
wajah menjadi muram, s0emangat akan padam, dan harapan akan menghilang.

Jangan bersedih, sebab rasa kesediahan hanya akan membuat musuh gembira,
membuat kawan bersedih, membuat orang yang mendengki senang,
dan membuat hakikat-hakikat yang ada berubah. 

Jangan bersedih, sebab rasa sedih sama dengan menentang qadha’ 
dan menyesali sesuatu yang pasti, jauh dari sikap lembut dan benci terhadap nikmat. 

 Jangan bersedih, sebab rasa sedih tidak akan pernah mengembalikan sesuatu yang hilang 
dan semua yang telah pergi, tidak akan membangkitkan orang yang telah mati, 
 tidak mampu menolak takdir, dan tidak mendatangkan manfaat. 

Jangan bersedih, sebab rasa sedih itu datangnya dari syetan 
dan kesedihan itu adalah rasa putus asa yang menakutkan, 
kefakiran yang menimpa, putus asa yang berkelanjutan, depresi yang harus dihadapi, 
dan kegagalan yang menyakitkan.

Ketika kita ditimpa sebuah permasalahan, berarti Allah mau kita lebih dewasa dalam menghadapi hidup ini. Ketika kita ditimpa musibah, berarti Allah ingin agar kita mendekat kepadanya. Ketika kita ditimpa kesusahan, berarti Allah telah menyediakan untuk kita kemudahan. Karena sesungguhnya dibalik permasalahan ada proses pendewasaan, dibalik musibah ada hikmah, dibalik kesusahan ada kemudahan.

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”(QS. al-Insyiroh: 5-6)

 Ketika permasalahan datang menghampiri, jangan mengeluh di hadapan sang pencipta, jangan memberontak akan keputusannya apalagi mengatakan bahwa Allah tidak adil. Namun, mintalah agar kita diberi kesabaran serta ketegaran dalam menghadapinya, diberikan solusi yang terbaik bagi kita, dan selalu mengharap dia memberikan ganjaran pahala untuk kita.


Monday, April 23, 2012

Humor-Humor Ustadz Rahmat Abdullah (Alm)

 http://images.muharis.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SB-RAQoKCC4AAFv8Fqc1/Clip.jpg?et=KgbAxYeKI0BL2k4SYBGLUQ&nmid=

TIDUR NELENTANG BISA MATI

Suatu malam, di sebuah villa di kawasan punca, para peserta dauroh (training) terlihat letih bersama Ustadz Rahmat Abdullah, berniat merebahkan tubuh mereka untuk beristirahat. Sang ustadz yang melihat mereka berbaring di atas lantai tak lupa berpesan, ”hei, kalian jangan tidur nelentang, ya. Kalian bisa mati nanti.”

Mendengar perkataan yang sepertinya serius itu, mereka buru-buru memperbaiki posisi tidur. Tapi nasehat ini terasa aneh, sehingga membuat mereka terdiam dan berfikir.

Salah seorang peserta memberanikan diri bertanya, ”lho, kok begitu, Ustadz?’

Sang ustadz yang ditanya diam tak berkomentar. Sementara yang lain sibuk memikirkan apa yang dimaksud ustadz sebenarnya. Tak lama kemudian, mereka semua tergelak tertawa, sebab ternyata yang dimaksud nelentang oleh sang ustadz bukanlah posisi terlentang seperti yang mereka sangka. Tetapi yang dimaksud adalah nelen tang.

Nelen biskuit sambil tiduran aja bisa keselek, apalagi nelen tang!



LAGU-LAGU TENTARA
Dalam suatu kegiatan i’tikaf di sebuah masjid, Ustadz Rahmat Abdullah mendapat kesempatan memberi ceramah subuh untuk para peserta. Namun, karena mereka sepanjang malam mengikuti qiyamul lail, sebagian peserta terlihat tak kuasa menahan kantuk.

Melihat kondisi itu, Ustadz Rahmat tidak kehabisan akal. Dalam ceramahnya ia sispkan humor yang menyindir kehidupan tentara. ”Yang namanya tentara itu di masing-masing pangkat punya lagu heroik sendiri-sendiri. Kalau masih bepangkat prajurit, lagunya:’Maju tak gentar, membela yang benar...,’” katanya sambil menyanyikan lagu itu dengan lantang. ”Tapi, kalo sudah jadi sersan lagunya:’Padamu negeri kami berjanji...,’” katanya meneruskan ceritanya. ”Nah, kalo sudah perwira lagunya lebih gembira:’Disini senang, disana senang, dimana-man hatiku senang.”

Jama’ah tertawa. Kantuk pun hilang.



KAMAA AMAR
Siang itu, di kawasan puncak, Ustadz Rahmat Abdullah dengan para pengurus Yayasan Iqro sedang istirahat dari acara rapat tahunan yayasan. Sambil duduk lesehan menghadapi hidangan makan siang, salah seorang meminta sang ustadz bercerita untuk menghibur mereka. Maklum, meskipun ustadz yang satu ini sering kelihatan serius, tapi ia punya segudang cerita yang bisa membuat tergelak orang yang mendengarnya.

Salah satu ceritanya yang membuat semua orang tertawa siang itu adalah, ”suatu Jum’at, naiklah seorang khatib menyampaikan khutbah. Di awal khutbah kedua, sang khatib membaca kalimat pembuka yang ada lafadz ‘kamaa amar’. Kebetulan waktu itu, salah seorang jama’ah ada orang Padang tulen bernama Amar. Mendengar khatib mengucapkan kalimat itu, jama’ah itu tiba-tiba berdiri dan berkata,”Ambo di siko, Pak Ustadz!”

Ternyata Amar berdiri karena menyangka dirinya sedang dicari pak khotib. Maklum, kamaa amar dalam bahasa Padang artinya ’kemana si Amar?’



KAKIKU KAU INJAK BUNG
”Dulu ada kesan orang Sumatera khususnya Sumatera Utara, terutama setelah kasus, PRRI, bahwa orang Jawa identik dengan tentara. Sehingga mereka sangat enggan dan sungkan bila bertemu orang Jawa,” cerita Ustadz suatu hari.

”Suatu hari, seorang laki-laki Batak terinjak kakinya oleh orang yang tampangnya kejawaan. Ia menatap wajah lelaki yang menginjaknya sambil bertanya,”Mas dari Jawa, ya?” dengan aksen Bataknya yang kental.

”Ya, saya dari Jawa.”

”Mas dari Jawa, ya?”
Dijawab kembali, ”ya.”

Merasa kaki orang itu tidak digeser, lelaki itu bertanya lagi,”Mas dari Jawa, ya?”

Dijawab sama, ”ya.”
Tiga kali ditanya dengan pertanyaan itu-itu saja, orang Jawa itu merasa heran. Ia pun bertanya, ”memangnya ada apa, Pak?”

Lelaki Batak itu balik bertanya, ”Mas tentara, ya?”

”Bukan, memangnya ada apa?”

“Kakiku kau injak, Bung!” sergahnya lebih berani.



GELAR M.M.
Ustadz Rahmat selalu memanggil istrinya, sumarni, dengan panggilan kesayangan, Nai. Suatu hari ia berujar, ”Nai, sebaiknya kamu kuliah lagi, supaya dapat gelar M.M.” Istrinya bertanya, ”M.M. papa,Bi?” Ustadz menjawab ringan, ”Marni Manyun.” Istrinya, yang awal menduga sang suami serius, akhirnya tak mampu 
menahan tawa.

 Ditulis oleh Rachmat Naimulloh

Sunday, April 22, 2012

Dakwah Di Dunia Maya

 http://iqbalrois.files.wordpress.com/2012/03/media-sosial.jpg

Dunia maya kini bukan lagi hanya sekedar media untuk mencari informasi saja, akan tetapi telah berkembang menjadi sebuah komunitas besar yang tidak terbatas. Semua batas seakan dilewati di dunia maya dimana seseorang dapat mengenal orang lain lintas batas negara, geografis, suku, agama dan sebagainya.

Dunia maya telah tumbuh menjadi dunia yang membuat seseorang lebih banyak menghabiskan waktu di dalamnya ketimbang hidup di dunia nyata.

Berbicara tentang dunia maya tentu tidak hanya berbicara tentang internet saja, melainkan mobile phone dan mp3/iPod. Perkembangan teknologi yang berpacu setiap harinya memberikan sebuah kesempatan inovasi dakwah bagi para pelaku dakwah di dunia.  

Ulama berpendapat bahwa teknologi bagai dua mata pedang, dimana dapat menjadi baik bila digunakan oleh seorang yang baik dan dapat menjadi buruk jika digunakan untuk hal yang tidak baik.
Jika anda melakukan pencarian situs di internet, bisa dilihat bahwa situ negatif lebih banyak ketimbang situs Islam. 

Google bahkan mengeluarkan data bahwa kata kunci yang sering digunakan terbesar di Indonesia adalah kata “porno atau sex”. Data ini tentu menyedihkan bagi kita para pelaku dakwah kampus yang memiliki tanggung jawab untuk membuat perubahan di masyarakat.
Cara untuk melawan fenomena ini bukanlah hanya dengan menuntut pemerintah untuk memblokir situs yang berbau pornografi akan tetapi juga dengan menambah situs yang berisikan nilai Islam.
Kuncinya adalah menjadikan pengetahuan dan informasi sebagai kekuatan. Pelaku dakwah masa kini perlu mengadaptasi teknologi dunia maya untuk keperluan dakwah Islam. Dengan itu internet atau dunia maya akan semakin bersih dari kontaminasi situs buruk dan tercerahkan dengan cahaya Islam.
Dakwah di dunia maya memiliki banyak keunggulan yang bisa melengkapi dakwah di dunia nyata, keunggulan tersebut antara lain :
  1. Hemat Biaya
  2. Optimasi Desain Pada Publikasi
  3. Pendekatan Masif
  4. Mudah Digunakan
  5. Penyebaran Cepat dan Bersifat Personal
  6. Menyentuh Objek Dakwah yang Apatis (malas datang ke tempat acara dakwah)

Keunggulan ini seharusnya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh kita dalam mengembangkan dakwahnya di masyarakat dan mengajak lebih banyak masyarakat untuk bergabung dalam barisan dakwah ini.

Meski demikian bukan berarti dakwah di dunia maya tidak memiliki kekurangan yang perlu diantisipasi oleh para pelaku dakwah, kekurangan dakwah di dunia maya seperti tidak adanya tatap muka yang membuat kita tidak bisa mengetahui dengan presisi ekspresi dari objek dakwah, serta kemungkinan adanya spam atau hacker yang membuat citra dakwah yang dilakukan menjadi rusak. Namun demikian segala kekurangan ini bisa diselesaikan jika di antisipasi sejak awal.
Berikut akan dipaparkan beberapa metode yang bisa dilakukan oleh para aktivis dakwah untuk mengembangkan metode dakwah di dunia maya. Keuntungan besar dari dakwah di dunia maya adalah hampir semua fasilitas media yang ada bersifat gratis, sehingga daripada media tersebut digunakan untuk hal yang tidak bermanfaat, maka lebih baik digunakan untuk kebutuhan dakwah.

Jejaring Sosial
Jejaring sosial di dunia maya semakin pesat perkembangannya, pada akhir bulan Juni 2010 bahkan situs jejaring sosial terbesar facebook telah mengklaim bahwa memiliki 500 juta pengguna yang tersebar di seluruh dunia. Selain itu masih ada pula twitter, plurk atau situs jejaring sosial lama seperti friendster. Penggunaan dari jejaring sosial sederhananya memiliki empat tahapan, yakni :
  1. Perkuat identitas diri
  2. Perbanyak teman/pengikut
  3. Membangun komunitas
  4. Sebar nilai Islam
Tahapan ini berlaku untuk semua jenis jejaring sosial yang ada dan dengan cara sederhana inilah seorang aktivis dakwah bisa melakukan dakwah di depan komputer di rumah masing-masing. Metode dakwah dengan dunia maya khususnya melalui jejaring sosial juga bisa memberikan kesempatan dakwah yang besar bagi para aktivis dakwah yang cenderung introvert atau pemalu. Karena dakwah di dunia maya tidak menuntut seseorang untuk bertatap muka.
Contoh implementasi dengan menggunakan facebook.
Langkah pertama adalah dengan memperkuat identitas diri. Meski di dunia maya anda bisa menjadi siapapun yang anda inginkan bahkan dengan karakter yang bertentangan dengan diri, akan tetapi untuk menjalankan dakwah di dunia maya, anda perlu menjadi sosok dengan karakter yang Islami.

Dengan itu teman-teman dunia maya anda akan mengenal anda dengan karakter tersebut. Memperkuat identitas diri ini akan sangat menentukan jenis teman yang mendominasi pertemanan kita di jejaring sosial.

Bentuk penguatan identitas diri dapat dilakukan dengan cara penyesuaian foto profil, kata-kata yang terucap di jejaring sosial serta rekam kegiatan yang dilakukan. Sebutlah anda menamakan diri anda aktivis dakwah facebook, dengan foto profil Al Qur’an dan memiliki interest dalam membaca Qur’an, mentoring, dan sebagainya.
Langkah kedua adalah perbanyak teman. Teman pun alangkah baiknya jika dipilih dengan baik agar yang menjadi teman anda dalam situs jejaring sosial adalah mereka yang memang tepat untuk menjadi objek dakwah di dunia maya. Karena anda memiliki kesempatan untuk memilih teman, maka gunakan kesempatan ini agar dakwah anda lebih optimal. Pastikan pula bahwa teman anda adalah orang yang anda kenal untuk memudahkan tindak lanjut. Akan tetapi jika tujuan dari dakwah dunia maya untuk hal yang bersifat masif, maka tidak masalah jika teman anda tidak anda kenal di dunia nyata.
Langkah ketiga adalah dengan membuat komunitas dalam bentuk groups, atau fanpage. Dengan fasilitas ini anda bisa membuat komunitas yang akan menjadi tempat anda menyampaikan syiar Islam dengan terfokus pada teman yang sudah bersedia untuk di dakwahi. Contoh contoh grup yang telah ada seperti “1 juz 1 hari”, “ayo mengaji” atau “perjalanan Qur’an”.
Langkah keempat adalah menebar nilai Islam itu sendiri dengan berbagai cara, dari yang sederhana seperti mengubah status dengan kalimat yang baik, menyebar tausiyah panjang melalui pesan yang dikirim secara personal ke setiap teman, maupun dengan men-tag catatan dan foto dengan nilai Islami kepada teman-teman anda.
Dakwah dengan jejaring sosial merupakan sebuah trend baru dalam dunia dakwah. Dengan cara ini pula setiap kader dapat melakukan dakwah secara mandiri di depan komputer masing-masing. Selain itu dakwah dengan jejaring sosial ini memberikan kesempatan kepada para aktivis dakwah untuk belajar menulis dan menginspirasi  dengan kata.

Blog / Website
Blog dan website memiliki keunggulan lain ketimbang jejaring sosial yakni pada kemampuan blog/website untuk bisa masuk dalam search engine sehingga tulisan kita dapat dinikmati tidak hanya dalam waktu pendek akan tetapi dalam jangka waktu yang lama. Dakwah di blog/website bersifat lebih masif walau cenderung tidak personal.
Dakwah dengan blog/website ini membutuhkan keahlian khusus di bidang desain dan menulis panjang. Dari blog/website ini seorang atau kelompok aktivis dakwah kampus dapat menuliskan segala sesuatu dengan bebas dan menjadi bagian dari kontributor opini Islam di dalam persaingan mesin pencarian google, yahoo! atau bing.
Pengguna internet bisa mengakses situs yang anda buat hanya dengan mengetk kata kunci tertentu seperti “dakwah”,”Islam” dan sebagainya.
Dakwah dengan blog/website juga memberikan sebuah kesempatan untuk menerbitkan sebuah buku. Pengalaman saya menulis buku selalu bermula dari kumpulan tulisan di blog yang nantinya dikumpulkan dan diedit sesuai kebutuhan untuk nantinya dicetak dalam sebuah buku. Meski demikian, salah satu syarat yang perlu anda pahami bahwa dengan menulis di blog/website, semua tulisan yang anda telah sampaikan telah menjadi milik bersama yang bisa disebar luaskan dan dikembangkan oleh siapapun.

Email / Mailing List
Dakwah dengan email dan mailing list merupakan sebuah cara dakwah di dunia maya yang sederhana dan sangat personal. Anda hanya perlu menyiapkan konten dan menyebarkannya melalui email pribadi atau melalui portal mailing list yang memungkinan disebar kepada kelompok yang lebih besar. Semua ini tergantung bagaimana kebiasaan dari anda maupun kenyamanan dari objek dakwah.
Perhatian yang perlu diberikan adalah dengan menindaklanjuti seseorang yang merespon tulisan anda. Tindak lanjut bisa dilakukan dengan personal melalui diskusi singkat atau mengajak untuk menghadiri acara keIslaman di dunia nyata. Selain itu perhatikan ritme atau tempo mengiriman pesan agar tidak jenuh dan bosan. Kebanyakan aktivis dakwah terlalu bernafsu untuk menyebar tulisan hingga justru membuat tulisannya dihapus bahkan sebelum dibaca oleh objek dakwah.

Layanan SMS/MMS
Dengan persaingan operator yang semakin menghangat, tarif untuk melakukan SMS menjadi sangat murah. Sebagai seorang aktivis dakwah kita bisa memanfaatkan ini dengan seksama melalui pengiriman SMS secara personal kepada banyak orang. Jaringan SMS tausiyah, jaringan SMS tahajud wake up, Jaringan SMS inspirasi dan sebagainya bisa dikembangkan dengan pesat.

Meski demikian ada tata cara serta etika yang perlu diperhatikan salah satunya adalah memastikan bahwa orang yang anda SMS adalah mereka yang sudah menyatakan diri siap menerima SMS, jika tidak maka anda hanya akan menganggu kenyamanan seseorang dan berdampak kontraproduktif terhadap dakwah.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyebaran SMS untuk syiar ini antara lain :
  1. Buat mekanisme pendaftaran yang sederhana seperti : sms_nama_no.hp dan dikirim ke nomor tertentu
  2. Tentukan nomor khusus untuk menyebar SMS syiar ini
  3. Tentukan waktu rutin untuk pengiriman, jangan terlalu sering.
  4. Variasikan isi SMS seperti Ayat Al Qur’an, hadis, atau kata bijak
  5. Isi SMS jangan terlalu panjang, maksimal 2 SMS
Dengan memperhatikan hal-hal diatas, diharapkan layanan SMS ini dapat nyaman diterima oleh objek  dakwah dan diresapi isinya dengan baik. SMS ini juga bisa berisi informasi kegiatan yang akan dilakukan oleh kita untuk proses tindak lanjut dari SMS yang telah diberikan.
Sebagai seorang aktivis dakwah tentunya penggunaan media dunia maya ini bukan hal yang asing. Justru menjadi sebuah tanggung jawab bagi seorang aktivis dakwah kampus untuk bisa menyediakan waktunya dalam berkontribusi di dakwah dunia maya. kita bisa saja mengeluarkan  
kebijakan kepada para kadernya untuk diwajibkan menyediakan waktunya untuk dakwah di dunia maya. Sehingga dakwah kian terasa di dunia nyata dan dunia maya.


Sepucuk Surat Untukmu Ukhti

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9RLmQE9jQ51hzumfbtOC4xLizR-Q65CKrXJ-d7alXRLlr2BjvZzKFCRQdcF0GTMmkuhtt1gW1NTUqE0CWl2yAmJbMd2XpbKVCvTUt5wZflt_w31LPCzOtD6qjkIg1BaisGghK1jgCj8Qq/s1600/tumblr_lxp8zw8hsd1qbnxi0o1_500_large1.jpg

~♥ Ukhti….
Besarnya kerudungmu tidak menjamin sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju ridho Tuhanmu, mungkinkah besarnya kerudungmu hanya digunakan sebagai fashion atau gaya jaman sekarang, atau mungkin kerudung besarmu hanya di jadikan alat perangkap busuk supaya mendapatkan ikhwan yang diidamkan bahkan bisa jadi kerudung besarmu hanya akan dijadikan sebagai identitasmu saja, supaya bisa mendapat gelar akhwat dan dikagumi oleh banyak ikhwan.

~♥ Ukhti….
Tertutupnya tubuhmu tidak menjamin bisa menutupi aib saudaramu, keluargamu bahkan diri anti sendiri, coba perhatikan sekejap saja, apakah aib saudaramu, teman dekatmu bahkan keluargamu sendiri sudah tertutupi, bukankah kebiasaan buruk seorang perempuan selalu terulang dengan tanpa disadari melalui ocehan-ocehan kecil sudah membekas semua aib keluargamu, aib sudaramu, bahkan aib teman dekatmu melalui lisan manismu.

~♥ Ukhti….
Lembutnya suaramu mungkin selembut sutra bahkan lebih daripada itu, tapi akankah kelembutan suara anti sama dengan lembutnya kasihmu pada saudaramu, pada anak-anak jalanan, pada fakir miskin dan pada semua orang yang menginginkan kelembutan dan kasih sayangmu.

~♥ Ukhti….
Lembutnya Parasmu tak menjamin selembut hatimu, akankah hatimu selembut salju yang mudah meleleh dan mudah terketuk ketika melihat segerombolan anak-anak palestina terlihat gigih berjuang dengan berani menaruhkan jiwa dan raga bahkan nyawa sekalipun dengan tetes darah terakhir, akankah selembut itu hatimu ataukah sebaliknya hatimu sekeras batu yang ogah dan cuek melihat ketertindasan orang lain.

~♥ Ukhti…
Rajinnya tilawahmu tak menjamin serajin dengan shalat malammu, mungkinkah malam-malammu dilewati dengan rasa rindu menuju Tuhanmu dengan bangun ditengah malam dan ditemani dengan butiran-butiran air mata yang jatuh ke tempat sujud mu serta lantunan tilawah yang tak henti-hentinya berucap membuat setan terbirit-birit lari ketakutan, atau sebaliknya, malammu selalu diselimuti dengan tebalnya selimut setan dan di nina-bobokan dengan mimpi-mimpi jorokmu bahkan lupa kapan bangun shalat subuh.

~♥ Ukhti….
Cerdasnya dirimu tak menjamin bisa mencerdaskan sesama saudaramu dan keluargamu, mungkinkah temanmu bisa ikut bergembira menikmati ilmu-ilmunya seperti yang anti dapatkan, ataukah anti tidak peduli sama sekali akan kecerdasan temanmu, saudaramu bahkan keluargamu, sehingga membiarkannya begitu saja sampai mereka jatuh ke dalam lubang yang sangat mengerikan yaitu maksiat….!!!

~♥ Ukhti….
Cantiknya wajahmu tidak menjamin kecantikan hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan diri anti sendiri, pernahkah anti menyadari bahwa kecantikan yang anti punya hanya titipan ketika muda, apakah setelah tujuh puluh tahun kedepan anti masih terlihat cantik, jangan-jangan kecantikanmu hanya dijadikan perangkap jahat supaya bisa menaklukan hati ikhwan dengan senyuman-senyuman busukmu.

~♥ Ukhti….
Tundukan pandanganmu yang jatuh ke bumi tidak menjamin sama dengan tundukan semangatmu untuk berani menundukkan musuh-musuhmu, terlalu banyak musuh yang akan anti hadapi mulai dari musuh-musuh islam sampai musuh hawa nafsu pribadimu yang selalu haus dan lapar terhadap perbuatan jahatmu.

~♥ Ukhti….
Tajamnya tatapanmu yang menusuk hati, menggoda jiwa tidak menjamin sama dengan tajamnya kepekaan dirimu terhadap warga sesamamu yang tertindas di Palestina, pernahkah anti menangis ketika mujahid-mujahidah kevil tertembak mati, atau dengan cuek bebek membiarkan begitu saja, pernahkah anti merasakan bagaimana rasanya berjihad yang dilakukan oleh para mujahid-mujahidah teladan.

~♥ Ukhti….
Lirikan matamu yang menggetarkan jiwa tidak menjamin dapat menggetarkan hati saudaramu yang senang bermaksiat, coba anti perhatikan dunia sekelilingmu masih banyak teman,saudara bahkan keluarga anti sendiri belum merasakan manisnya islam dan iman mereka belum merasakan apa yang anti rasakan, bisa jadi salah satu dari keluargamu masih gemar bermaksiat, berpakaian seksi dan berperilaku binatang yang tak karuan, sanggupkah anti menggetarkan hati-hati mereka supaya mereka bisa merasakan sama apa yang kamu rasakan yaitu betapa lezatnya hidup dalam kemuliaan islam.

~♥ Ukhti….
Tebalnya kerudungmu tidak menjamin setebal imanmu pada sang Kholikmu, anti adalah salah satu sasaran setan durjana yang selalu mengintai dari semua penjuru mulai dari depan belakang atas bawah semua setan mengintaimu, imanmu dalam bahaya, hatimu dalam ancaman, tidak akan lama lagi imanmu akan terobrak-abrik oleh tipuan setan jika imanmu tidak betul-betul dijaga olehmu, banyak cara yang harus anti lakukan mulai dari diri sendiri, dari yang paling kecil dan seharusnya di lakukan sejak dari sekarang, kapan lagi coba….??!!

~♥ Ukhti….
Putihnya kulitmu tidak menjamin seputih hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan keluargamu sendiri, masihkah hatimu terpelihara dari berbagai penyakit yang merugikan seperti riya dan sombong, pernahkah anti membanggakan diri ketika kesuksesan dakwah telah diraih dan merasa diri paling waaah, merasa diri paling aktif, bahkan merasa diri paling cerdas diatas rata-rata akhwat yang lain, sesombong itukah hatimu, lalu dimanakah beningnya hatimu, dan putihnya cintamu.

~♥ Ukhti….
Rajinnya ngajimu tidak menjamin serajin infaqmu ke mesjid atau mushola, sadarkah anti kalo kotak-kotak nongkrong di masjid masih terlihat kosong dan mengkhawatirkan, tidakkah anti memikirkan infaq sedikit saja, bahkan kalaupun infaq, kenapa uang yang paling kecil dan paling lusuh yang anti masukan, maukah anti diberi rizqi sepelit itu.

~♥ Ukhti….
Rutinnya halaqahmu tidak menjamin serutin puasa sunah senin-kamis yang anti laksanakan, kejujuran hati tidak bisa dibohongi, kadang semangat fisik begitu bergelora untuk dilaksankan tapi, semangat ruhani tanpa disadari turun drastis, puasa yaumul bith pun terlupakan apalagi puasa senin-kamis yang dirasakan terlalu sering dalam seminggu, separah itukah hati anti, makanan fisik yang anti pikirkan dan ternyata ruhiyah pun butuh stok makanan, kita tidak pernah memikirkan bagaimana akibatnya kalau ruhiyah kurang gizi.

~♥ Ukhti….
Manisnya senyummu tak menjamin semanis rasa kasihmu terhadap sesamamu, kadang sikap ketusmu terlalu banyak mengecewakan orang sepanjang jalan yang anti lewati, sikap ramahmu pada orang anti temui sangat jarang terlihat, bahkan selalu dan selalu terlihat cuek dan menyebalkan, kalau itu kenyataanya bagaimana orang lain akan simpati terhadap komunitas dakwah yang memerlukan banyak kader, ingat!!! Dakwah tidak memerlukan anti tapi… antilah yang memerlukan dakwah, kita semua memerlukan dakwah.

~♥ Ukhti….
Rajinnya shalat malammu tidak menjamin keistiqomahan seperti Rasulullah SAW sebagai panutanmu.

~♥ Ukhti….
Ramahnya sikapmu tidak menjamin seramah sikapmu terhadap sang Kholikmu, masihkah anti senang bermanjaan dengan Tuhanmu dengan shalat dhuhamu, shalat malammu?

~♥ Ukhti….
Dirimu bagaikan kuntum bunga yang mulai merekah dan mewangi, akankah nama harummu disia-siakan begitu saja dan atau sanggupkah anti ketika sang mujahid akan segara menghampirimu.

~♥ Ukhti….
Masih ingatkah anti terhadap pepatah yang masih terngiang sampai saat ini bahwa akhwat yang baik hanya untuk ikhwan yang baik, jadi siap-siaplah sang syuhada akan menjemputmu dipelaminan hijaumu.

~♥ Ukhti….
Baik buruk parasmu bukanlah satu-satunya jaminan akan sukses masuk dalam surga Rabbmu. Maka, tidak usah berbangga diri dengan parasmu yang molek, tapi berbanggalah ketika iman dan taqwamu sudah betul-betul terasa dan terbukti dalam hidup sehari-harimu.

~♥ Ukhti….
Muhasabah yang anti lakukan masihkah terlihat rutin dengan menghitung-hitung kejelekan dan kebusukan kelakuan anti yang dilakukan siang hari, atau bahkan kata muhasabah itu sudah tidak terlintas lagi dalam hatimu, sungguh lupa dan sirna tidak ingat sedikitpun apa yang harus dilakukan sebelum tidur, anti tidur mendengkur begitu saja dan tidak pernah kenal apa itu muhasabah sampai kapan akhlak busuk mu dilupakan, kenapa muhasabah tidak di jadikan sebagai moment untuk perbaikan diri bukankah akhwat baik yang hanya akan mendapatkan ikhwah yang baik.

~♥ Ukhti….
Pernahkah anti bercita-cita ingin mendapatkan suami ikhwan yang ideal, wajah yang manis, badan yang kekar, dengan langkah tegap dan pasti, bukankah apa yang anti pikirkan sama dengan yang ikhwan pikirkan yaitu inging mencari istri yang solehah dan seorang mujahidah, kenapa tidak dari sekarang anti mempersiapkan diri menjadi seorang mujahidah yang solehah.

~♥ Ukhti….
Apakah kebiasaan buruk wanita lain masih ada dan hinggap dalam diri anti,seperti bersikap pemalas dan tak punya tujuan atau lama-lama nonton tv yang tidak karuan dan hanya akan mengeraskan hati sampai lupa waktu, lupa Bantu orang tua, kapan akan menjadi anak yang biruwalidain, kalau memang itu terjadi jadi sampai kapan, mulai kapan anti akan mendapat gelar mujahidah atau akhwat solehah.

~♥ Ukhti….
Apakah pandanganmu sudah terpelihara, atau pura-pura nunduk ketika melihat seorang ikhwan dan terlepas dari itu matamu kembali jelalatan layaknya mata harimau mencari mangsa, atau tundukan pandangannmu hanya menjadi alasan belaka karena merasa berkerudung besar.

~♥ Ukhti….
Hatimu di jendela dunia, dirimu menjadi pusat perhatian semua orang, sanggupkah anti menjaga izzah yang anti punya, atau sebaliknya anti bersikap acuh tak acuh terhadap penilaian orang lain dan hal itu akan merusak citra akhwat yang lain, kadang orang lain akan mempunyai persepsi disamaratakan antara akhwat yang sautu dengan akhwat yang lain, jadi kalo anti sendiri membuat kebobrokan akhlak maka akan merusak citra akhwat yang lain.

~♥ Ukhti….
Dirimu menjadi dambaan semua orang, karena yakinlah preman sekalipun, bahkan brandal sekalipun tidak menginginkan istri yang akhlaknya bobrok tapi semua orang menginginkan istri yang solehah, siapkah anti sekarang menjadi istri solehah yang selalu di damba-dambakan oleh semua orang.

Saudariku sayang….. jangan sakiti Rasulullah SAW dengan engkau menyakiti dirimu sendiri, bukankah kita sangat butuh syafaatnya Beliau kelak di akherat.



Flower 53